
Penulis : Barry Libert & Rick Faulk
Cetakan : 1, Januari 2009
Tebal : x, 180 halaman
ISBN : 978-0-13-702207-6
Apa yang bisa dipelajari oleh para pebisnis dari kesuksesan Barack Obama dalam pemilu presiden Amerika? Melalui Barack, Inc., Barry Libert dan Rick Faulk menjawabnya dengan paparan berbagai pelajaran berharga yang bisa dipetik dari strategi Obama, sekaligus menyarankan agar perusahaan-perusahaan menggunakan pendekatan yang sama padamarketing plan mereka. Setidaknya, itulah yang ingin dikatakan Barry Libert dan Rick Faulk, chairman dan CEO Mzingga, penyedia perangkat lunak solusi jejaring sosial bagi perusahaan-perusahaan di seluruh dunia untuk menciptakan komunitas online yang berfungsi sebagai kegiatan pemasaran, customer support, dan edukasi pasar.
Buku ini meyakini bahwa kepeloporan politik Obama telah membentuk sebuah standar baru yang lebih cerdas bagi kalangan bisnis yang ingin berhasil dalam dunia Web 2.0. Libert dan Faulk mengombinasikan hasil observasi mereka sendiri dengan hasil liputan berbagai kelompok media sehingga menghasilkan ulasan lengkap mengenai kampanye yang dramatis itu. Mereka melakukan wawancara dengan para pendukung Obama, mengumpulkan sejumlah laporan dari berbagai sumber, dan melakukan kajian terhadap blogosphere yang sebelumya tidak pernah membahas tema seputar pemilihan presiden secara meluas—artikel-artikel berisi gagasan dari mulai Politico hingga Twitter yang membuat tahun 2008 sebagai titik balik dalam politik. Tujuan utama buku ini adalah mencoba mengupas relevansi dari kampanye bersejarah itu bagi kalangan bisnis seantero dunia.
Kisah perjalanan Obama untuk merebut kursi kepresidenan memang sangat dramatis—timnya terdiri dari orang-orang terbaik dan berdedikasi tinggi. Ia memikat puluhan ribu sukarelawan yang sebagian besar rela meninggalkan pekerjaan atau cuti kuliah untuk memperjuangkan kemenangannya. Ia juga berhasil menggalang dana yang jumlahnya sangat fantastis, berasal dari jutaan kontributor di seluruh dunia. Yang paling menarik adalah strategi kampanye Obama yang sangat cerdas, yaitu dengan memanfaatkan teknologi jejaring sosial. Inilah tema yang menjadi perhatian buku ini secara mendalam. Obama berhasil mengubah kampanye konvensional di 50 negara bagian hanya dengan sebuah komunitas online saja. Komunitas itu memberi inspirasi kepada warga Amerika untuk berpartisipasi pada sebuah gerakan, menyumbangkan kemampuan, waktu, dan uang mereka untuk mewujudkan kemenangan. Hasilnya, politik Amerika (bahkan dunia) tidak pernah seperti sebelumnya.
Intisari buku ini bisa dikelompokkan ke dalam tiga bagian utama, yaitu Be Cool, Be Social, dan Be the Change. Bagian pertama, Be Cool, berbicara mengenai karakter Obama. Tenang, fokus, cerdas, dan tangguh. Ia adalah sosok teladan pemimpin sejati. Di bagian ini dikisahkan seluruh aspek yang melatarbelakangi kemampuannya tetap fokus pada John McCain meskipun nama Sarah Palin mencuat dan digandrungi media (hal. 22 -27).Be Cool adalah kemampuan untuk menjaga ekuilibrium, tetap fokus pada pokok masalah, dan membuka pikiran hingga sampai pada keputusan akhir.
Seperti halnya yang dilakukan Obama, sikap tenang mutlak harus dimiliki oleh kaum pebisnis. Jika mereka tidak melakukannya, kemungkinan besar akan bernasib seperti Ted Turner, yang bersikap emosional sehingga ia dengan mudah dikelabuhi dan dijegal dari proses merger dengan Time Warner (hal. 18).
Be Social secara jelas mengacu pada strategi yang digunakan tim kampanye Obama dalam memanfaatkan sarana jejaring sosial onlineuntuk mendapatkan, menginformasikan, dan memotivasi target pasar. Dalam hal ini, pebisnis hendaknya juga menciptakan komunitas, dan teknologi jejaring sosial adalah sarana yang paling efektif untuk melakukannya. Di samping contoh strategi Obama, disajikan juga strategi serupa yang dipraktikkan prusahaan-perusahaan raksasa seperti Toyota, Coca-cola, dan Comcast.
Dengan Be the Change, seluruh langkah bisnis kita harus merefleksikan perubahan. Bagian yang paling menginspirasi adalah respons Barack Obama menanggapi ’kotbah memojokkan’ yang dilakukan Pendeta Jeremiah Wright, Jr. Buku ini mengupas secara mendetail sikap Obama terhadap kotbah itu dan mengatakan bahwa kita sedang terjebak pada status quo ’rasialisme’ dan harus segera melakukan perubahan demi kehidupan yang lebih baik (hal 107-111). Di era teknologi online yang bisa mengancam model bisnis konservatif dan tekanan finansial yang sangat berat dewasa ini, para pebisnis harus segera melakukan perubahan.
Secara umum, Barack, Inc. bermanfaat bagi para praktisi PR, marketing, CMO, pebisnis, dan fans berat Obama yang ingin menerapkan sarana Web 2.0 secara efektif. Selamat membaca.
Link Terkait:




