Windows 7 diluncurkan setelah tiga tahun beredarnya Windows Vista. Operating system terbaru dari Microsoft ini dikatakan mampu menjawab kekurangan dari pendahulunya.
Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam bisnis operating system, Microsoft adalah sang juara. Sekitar 80 persen komputer, baik itu berbentuk notebook ataupun PC di dunia, menggunakan Windows keluaran perusahaan IT yang dipunyai Bill Gates ini. Operating system lainnya, seperti Macintosh tidak bisa dilepaskan dari pertumbuhan Apple. Sedangkan, keberadaan open source yang dikomandoi oleh Linux belum tumbuh penggunaanya secara signifikan hingga sekarang.
Awal bulan November lalu, Microsof Indonesia secara resmi meluncurkan produk operating system terbaru mereka, yaitu Windows 7. Diberi nama dengan angka ‘7’ karena merupakan generasi ke tujuh dari seluruh Windows yang sudah ada. Peluncuran ini untuk menjawab kebutuhan konsumen end user.
Sebab selama ini, bila melihat dari strategi marketing Microsoft, kebanyakan Windows ditujukan untuk menyasar segmen korporat. Dengan adanya Windows 7, mereka ingin memberikan pada end user sebuah operating system yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih mudah digunakan. Sebagai keluaran yang digunakan untuk menyasar end user, Windows 7 diberi tagline “Your PC Simplified”.
“Dari tagline-nya jelas bahwa Windows 7 sangat berorientasi pada konsumen akhir. Windows 7 ditujukan untuk memudahkan konsumen dalam melakukan pekerjaannya. Selain itu, Windows 7 juga membuat pengguna semakin merasa fun ketika menjalankan program,” kata Lukman Susetio, Windows Client Product Manager Business Marketing Organisations PT Microsoft Indonesia.
Lukman menambahkan bahwa yang dimaksud dengan memfokuskan pasar ke konsumen adalah sebagai big chance atau opportunity besar. Di sisi lain, end user bisa menjadi pintu masuk ke pasar korporat yang cepat. “Kalau di rumah menggunakan Windows 7 dan nyaman, ada potensi konsumen akan merekomendasikan kantor mereka menggunakan Windows 7 juga,” jelasnya.
Meski titik berat sasarannya adalah end user, tapi pasar korporat tidak mereka tinggalkan. Justru Microsoft mengharapkan terjadi migrasi dari Windows XP–yang masih banyak digunakan korporat–ke Windows 7. Mereka mentargetkan pada tahun 2010 sekitar 50 persen pelanggan korporasi akan berpindah ke Windows 7. Termasuk juga, konsumen retail diharapkan bermigrasi ke Windows 7, sebab support Microsoft untuk Windows XP akan berakhir di tahun 2014.
Tolok ukur kesuksesan suatu operating system adalah angka penjualan dan adopsi. Meski penjualan secara retail bagus, tapi adopsi di korporasi tidak signifikan, boleh dibilang produk itu termasuk kurang berhasil. Sekarang ini, hampir 80 persen korporasi menggunakan Windows XP sebagai operating systems. “Setiap perusahaan memiliki policy masing-masing untuk meng-upgrade ke software yang lebih baru. Ini menjadi tantangan Microsoft,” jelasnya.
Pasar Besar
Bagi Microsoft, Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial. Mereka sangat optimistis terhadap pasar Indonesia. Terutama bila mengacu pada International Data Corporation (IDC) Oktober 2009 yang mencatat ada 2,8 juta komputer masuk ke negara ini. Gabungan informasi dari IDC, Gartner, dan internal Microsoft pada Oktober 2009 juga mencatat ada 11 juta komputer di Indonesia. Sekitar 83,6 persen atau 9,2 juta dari total 11 juta komputer yang ada ternyata menggunakan sistem operasi berbasis Windows.
Pertumbuhan penggunaan notebook hingga 89 persen sepanjang tahun ini juga menjadi target baru bagi pasar Windows 7. Ia menambahkan konsumen PC diperkirakan juga mengalami peningkatan sekitar 20 persen di tahun depan. Tentunya, ini akan semakin menambah besar pasar Windows 7.
Windows 7 diluncurkan dalam berbagai edition, yaitu Home Basic, Home Premium, Professional, Ultimate, dan Entertainment. Harganya berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp 2,4 juta. Untuk versi Home Basic biasanya sudah di-bundling dengan PC.
Apakah Windows 7 diluncurkan untuk mengganti Windows Vista? Secara diplomatis Lukman menjelaskan bahwa semua peluncuran Windows selama ini adalah upaya perbaikan. Tapi, ia mengakui bahwa Windows Vista banyak mengalami resistensi. Sebabnya, menurut Lukman adalah selang waktu yang terlampau panjang dari model XP. Berjarak sekitar enam tahun dan langsung hadir dengan perubahan yang sangat revolusioner. “Dibilang kurang berhasil juga relatif, karena tingkat adopsinya di korporasi lumayan. Sekitar 20 persen yang dulu menggunakan XP sudah beralih ke Vista,” bantahnya.
Lebih lanjut, Lukman menambahkan bahwa konsumen tidak perlu kuatir bahwa Windows 7 nantinya tidak compatible dengan hardware. Spesifikasi dalam Windows 7 jauh lebih ringan dibanding Windows Vista. “Bahkan, ada yang mencoba di komputer dengan Pentium 4 dan memory 512 tetap bisa jalan dengan normal,” jelasnya.
Fitur-fitur unggulan dari Windows 7, antara lain internet explorer 8, faster on-faster off, Windows Touch, dan lainnya. Tentang pendistribusian Windows 7, Microsoft Indonesia memilih tiga distributor utama. Dalam data mereka juga tercatat ada 3.000 reseller di seluruh Indonesia. (Majalah MARKETING/Ign. Eko Adiwaluyo)

wah… udah dofollow, jarang orang mau dofollow blog, tapi denger-denger PR udah gak ngaruh lagi ya. salam kenal bos..