1:28 pm - Sunday February 6, 7814

Dari Sachet Menuju Kedai





torabikaTorabika yang dikenal sebagai kopi sachet membuat sebuah terobosan baru. Mereka membangun peluang bisnis dalam bentuk café, station, dan kedai kopi. Bagaimana prospeknya?

Torabika merupakan kopi instan yang sudah sangat dikenal oleh para pecinta kopi. Konsumen bisa dengan mudah menemukan kopi instan ini dalam bentuk sachet di manapun. Mereka bisa membelinya di ritel-ritel terdekat, baik toko tradisional maupun modern outlet. Tapi, belakangan ini kita tidak hanya dapat menemukan Torabika di toko ritel. Kita bisa juga menemukan banyak Torabika kedai kopi di berbagai tempat serta beberapa Torabika station dan café.

Ini merupakan terobosan baru yang dilakukan oleh Torabika. Dia tak hanya menjual kopi instan dalam bentuk sachet, tapi juga membuka sebuah kesempatan bisnis baru dalam bentuk Torabika café, Torabika station, dan kedai kopi Torabika. Latar belakang Torabika membuka peluang usaha ini adalah ingin lebih mendekatkan diri kepada penikmat dan pecinta kopi, terutama bagi mereka yang memiliki tingkat kesibukan dan mobilitas tinggi. Konsumen ini bisa merasakan secara langsung keistimewaan kopi Torabika siap saji melalui kedai kopi, station dan café Torabika kapan pun.

Danny Mamesah, Business Development Manager Torabika, PT Mayora Indah Tbk., mengungkapkan bahwa dengan adanya latar belakang tersebut, Torabika ingin memberikan peluang bisnis kepada mitranya untuk mengembangkan bisnis kopi ini. “Kami juga termotivasi untuk bersama-sama mendukung program pemerintah dalam membuka lapangan pekerjaan,” ungkap Danny.

Membuka business opportunity dengan mengajak mitra bisnis sangat efektif karena siapa pun bisa memiliki bisnis ini. Antusiasme para mitra bisnis ternyata sangat besar, banyak sekali yang mengajukan diri menjadi mitra bisnis Torabika. Seperti yang dikatakan H. Wardi Lubis, Head of Business Unit Food Service Torabika, bahwa sampai akhir tahun 2009 jumlah kedai kopi telah mencapai 100 gerai. “Dalam waktu satu tahun ini kami sudah mendirikan 10 station dan empat café. Untuk kedai kopi, kami ingin menutup tahun 2009 dengan angka 100 gerai,” ujar Wardi.

Sementara itu, Torabika café menghadirkan konsep café bagi penggemar kopi kelas menengah atas. Café ini menyajikan menu utama kopi premium dengan racikan khusus dan product bakeries pilihan. Beberapa standar yang harus diikuti adalah, ukuran untuk full store minimal 45 m2, dan 4 x 4 m2 untuk booth. Café ini dibangun di tempat publik seperti rest area, mal, plaza, airport, dan tempat hang out. Torabika café dapat dioperasikan oleh 3–4 karyawan setiap shift.

Konsep kedua adalah Torabika station. Danny mengatakan bahwa ide ini muncul setelah melihat di beberapa tempat tertentu ada pecinta kopi yang ingin menikmati kopi sambil beristirahat. Posisi station berada di tengah, yakni di bawah café, tapi di atas kedai kopi. “Torabika station merupakan convenience store yang menyajikan kopi, makanan ringan, dengan menu utama kopi, hot dog dan hamburger,” kata Danny. “Ruang yang dibutuhkan sekitar 32 m2. Lokasi awalnya di stasiun kereta api, kemudian berkembang di rest area, mal, plaza. Target pasarnya adalah kelas menengah,” sambungnya.

Kedai kopi Torabika merupakan prioritas utama dari ketiga bisnis itu. Kedai ini diperuntukkan bagi penggemar kopi di tempat keramaian dengan mobilitas yang tinggi, seperti di perkantoran, perumahan, trade center, dan kampus. Standar kedai kopi Torabika adalah ukuran booth 1,2 x 0,6 m2. Area yang menjadi target adalah medium traffic area, seperti area perumahan, perkantoran, dan sarana publik lain. Kedai kopi dapat dioperasikan oleh satu orang karyawan dengan sistem penjualan delivery order & carry away (DELCO).

Dengan menawarkan low investment, low risk, dan low space rental, banyak calon mitra bisnis yang datang berduyun-duyun. “Kita melihat animo mitra bisnis untuk bekerja sama sangat luar biasa, sehingga kita harus selektif dalam menyeleksi ruang dan tempat yang strategis. Tak hanya mengandalkan traffic, tapi juga harus bisa menggaet konsumen yang loyal,” ungkap Wardi.

Kemudian dalam hal standar operasional, Torabika telah menentukan. Mulai dari bentuk kedai, standar pembuatan menu, hingga makanan yang dijual, semua sudah ditentukan. Setiap kedai, café, atau station mempunyai identitas Torabika di setiap gerainya, dengan memasang brand Torabika. Warna gerainya didominasi oleh merah dan hitam. “Mitra bisnis harus benar-benar mengikuti standar Torabika karena kami ingin dekat dengan pecinta kopi dan supaya bisa merasakan langsung sajian dari kopi Torabika ini”, ujar Danny.

Torabika menawarkan peluang bisnis untuk para partner dengan sistem waralaba, tanpa menggunakan royalty fee. Para mitra bisnis perlu merogoh kocek Rp 10 juta untuk kedai kopi. Biaya ini sudah termasuk paket perlengkapan untuk operasional kedai. Ada pun target market dari pengembangan bisnis ini adalah perorangan dan lembaga yang ingin berbisnis dengan membuka gerai kopi.

Distribusi menjadi elemen yang sangat penting untuk pengembangan bisnis ini. Torabika harus menjamin ketersediaan bahan baku produknya karena para mitra bisnis harus bisa berjualan setiap hari. Supply bahan dari setiap kedai berbeda, tergantung laku tidaknya kopi yang mereka jual. Untuk itu pihak Torabika selalu mengontrol kebutuhan dari setiap gerai. “Kontrol ini kami lakukan untuk mendukung operasi dan membantu kami mempersiapkan suatu sistem distribusi yang terintegrasi untuk memberikan pelayanan yang konsisten bagi mitra bisnis kami,” ujar Bagus Ketut Reza, Area Manager Jabodetabek. “Karena sistem distribusi kami sedang berada pada tahap pengembangan, maka untuk saat ini ekspansi kami masih sebatas di Jabodetabek”, imbuhnya.

Sampai kini rata-rata penjualan per kedai kopi Torabika per hari berkisar antara 60 sampai 300 cup. Hasil penjualan ini terus dikontrol dan diusahakan supaya stabil. Tahun 2010 nanti Torabika akan melakukan ekspansi ke kota-kota besar dengan mengambil pihak ketiga untuk melakukan distribusi. Target mereka adalah mencapai 600 kedai.” Saat ini promosi kami masih sebatas words of mouth, kami baru akan melakukan launching dan promosi tahun 2010 nanti sembari melakukan pengembangan saat di berbagai aspek,” pungkas Danny. (Majalah MARKETING/Leonardus Meta Noven)

  • Share/Bookmark

Link Terkait :

  1. Menuju Pentas Dunia
  2. Menuai Rupiah dari Boneka Rumput
Filed in: Headline

2 Responses to “Dari Sachet Menuju Kedai”

  1. ferdy
    April 20, 2010 at 3:06 pm #

    bagaimana caranya untuk membuka kedai kopi torabika. Sekedar info sy tinggal di makassar. Tq buat informasix

Trackbacks/Pingbacks

  1. Maverick Money Makers Review - November 17, 2011

    Free Backlink!…

    We loved your website so much we added it to http://www.usbhubreview.net/sites-we-like-2. Just fill in the offer and your backlink is permanent….

Leave a Reply

1.