Wellcomm Shop merupakan satu-satunya retail aksesori gadget di Indonesia. Berbagai prinsipal gadget merek ternama mempercayakan produknya ke retail ini.
Selama ini di dunia seluler orang hanya mengenal retail untuk telepon seluler dan aksesoris, atau gabungan dari keduanya. Namun, belum banyak yang tahu bahwa ada retail yang khusus menyediakan aksesoris gadget. Terlebih lagi, segmen yang disasar adalah kelompok ekonomi atas.
Jaringan toko khusus aksesoris ini sudah eksis sejak tahun 2006. Tersebar di berbagai mal dan toko buku Gramedia di kota-kota besar Indonesia. Nama dari jaringan retail ini adalah Wellcomm Shop. Jaringan ini benar-benar fokus menggarap aksesoris gadget saja. Sama sekali tidak menjual produk utama, seperti telepon seluler atau notebook.
“Sejak awal kami berdiri memang sudah fokus menggarap pasar ini. Karena kami melihat belum ada jaringan retail yang digarap secara modern dan hanya menjual aksesoris saja. Kebanyakan dari mereka adalah gabungan aksesoris dan gadget. Tapi, itu pun tidak banyak jaringannya,” kata Lie Jeffrey Lunardi, Director PT Wellcomm Ritelindo Pratama.
Sejarah dari retail aksesoris gadget ini bermula dari usaha aksesoris yang digeluti oleh Lie. Awalnya, Wellcomm merupakan merek aksesoris yang dibuat oleh Lie. Di jajaran aksesoris, Wellcomm termasuk merek yang cukup bagus karena kualitasnya. Bahkan, merek aksesoris ini memiliki kisaran harga teratas dibanding merek lokal lainnya. Jenis produknya mulai dari sarung telepon seluler, cashing, battery, hingga charger. “Aksesoris merek kami adalah merek lokal yang pertama dan kualitasnya terjamin,” tambah Lie.
Strategi harga yang dipatok tinggi ini karena Lie melihat bahwa di pasaran aksesoris betebaran produk dan mereknya tidak terhitung. Di sisi lain, kebanyakan pedagang dan produsen hanya mengejar volume penjualan tanpa memperhatikan kualitas. Akhirnya, Lie memilih diferensiasi lewat harga dan kualitas, serta mulai membangun merek ini.
Distribusi aksesoris Wellcomm awalnya melalui retailer-retailer ponsel dan aksesoris. Namun, melihat sambutan masyarakat pada merek ini dan kondisi pasar yang kurang kondusif bagi pembangunan merek, Lie memutuskan untuk membuatkan toko sendiri. “Karena di lapangan, saya melihat ada celah untuk bermain di pasar aksesoris. Tinggal bagaimana caranya membuat yang spesial dan belum ada sebelumnya,” terang Lie.
Mulailah pada akhir 2005 ia merintis jaringan retail khusus aksesoris gadget. Sebuah retail yang belum ada sebelumnya dan digarap dengan manajemen retail modern. Konsep yang dijalankan Lie adalah retail khusus aksesoris gadget di modern market.
Ia mulai membuka gerai di tiga toko Gramedia dan satu di daerah Kemang. Lie tidak sembarang dalam memilih lokasi Wellcomm Shop. Harus di daerah elite atau tempat yang biasa didatangi oleh orang-orang dengan tingkat perekonomian B ke atas. Sesuai positioning Wellcomm Shop sebagai penyedia aksesoris gadget untuk kelompok ekonomi menengah ke atas.
Ekspansi dan Partner
Perkembangan Wellcomm Shop cukup tinggi, meski awalnya juga masih melakukan trial and error selama beberapa bulan. Gerai berikutnya baru dibuka setelah enam bulan, berlokasi di sekitar Depok. Memasuki tahun kedua, semua berkembang dengan begitu pesat. Hanya dalam waktu kurang dari tiga tahun retail ini sudah memiliki sekitar 100 buah gerai di seluruh Indonesia.
Perluasan jaringan Wellcomm Shop dilakukan secara bertahap. Di tahun-tahun pertama dan kedua, mereka mengisi wilayah Jabodetabek. Kemudian, di tahun berikutnya jaringan ini mulai merambah seluruh Jawa, dan pada akhirnya merangsek ke luar Jawa. Penyebarannya 50 persen di wilayah Jawa dan sisanya di luar Jawa. Jabodetabek memiliki gerai paling banyak, sekitar 20 persen dari total gerai. “Tahun 2009 lalu merupakan awal bagi kami membuka gerai di luar Jawa. Terutama, di kota-kota besar di Sumatera, Bali, Kalimantan, Sulawesi,” tambah Lie.
Strategi perluasan jaringan ini cukup cerdik, karena dengan merangsek sedikit demi sedikit, terjadi efisiensi dalam investasi. Tidak tergesa-gesa dalam melakukan ekspansi wilayah merupakan kunci kesuksesan jaringan retail. Selain meminimalisir terjadinya buka-tutup gerai, juga menjaga imej retail tersebut.
“Setelah melakukan berbagai uji coba di tahun pertama, kami belajar banyak dan berusaha sekali membuka gerai, akan buka seterusnya,” jelas Lie. Berbagai konsep gerai Wellcomm Shop pernah dicoba. Berubah-ubah hingga empat kali dan sepertinya sudah menemukan bentuk yang pas.
Selain membangun jaringan ke berbagai wilayah, Lie juga menjajaki kerjasama dengan berbagai prinsipal gadget. Awalnya, tidak semudah yang dibayangkan. Namun, melihat perkembangan Wellcomm Shop yang tinggi dan menyasar segmen yang potensial, beberapa prinsipal mulai memercayakan aksesorisnya lewat jaringan Wellcomm Shop.
Sekarang ini, ada sekitar 10 prinsipal merek internasional yang sudah bekerja sama dengan Wellcomm Shop. Mulai dari merek ponsel, sampai ke laptop. Antara lain, Motorola, Sony Ericsson, Asus, Samsung, Disney, dan lainnya.
Belum lama Wellcomm Shop menjalin kerja sama dengan Motorola untuk menjual Bluetooth terbaru, yaitu Endeavor HX1. Teknologi Bluetooth ini memanfaatkan sensor untuk menerjemahkan getaran tulang telinga ke dalam bentuk suara. Kelebihan lain, handsfree Motorola Endeavor HX1 ini kompatibel dengan gadget merek lain. ”Motorola memilih jaringan distribusi Wellcomm karena kami berpengalaman sejak 1996 dalam distribusi aksesoris,” kata Lie .
Selain membuat retail, Lie juga tetap menjalankan usaha distribusi aksesoris gadget di Indonesia. Lie menjanjikan komitmen dalam satu bulan ini produk Motorola Endeavor HX1 (Bluetooth HX1) sudah beredar di seluruh gerai Wellcomm dan gerai ponsel di kota-kota besar seluruh Indonesia.
Melalui Wellcomm Shop, nantinya Lie juga akan menggelar berbagai education market mengenai Bluetooth Motorola ini. Sebab, selama ini orang menganggap aksesoris Motorola hanya cocok untuk ponsel Motorola. “Sebagai distributor kami juga bertanggung jawab mengenai promosi,” katanya.
Lie menambahkan bahwa banyak prinsipal yang memercayakan produknya ke Wellcomm Shop tidak semata-mata karena jumlah jaringan. Tapi, juga karena manajemen retail dan SDM yang bagus. Hingga sekarang, jumlah sales yang ada sekitar 500 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Seluruh penjaga toko tersebut selama satu bulan penuh harus mengikuti pelatihan di Jakarta. Setelah lulus, baru dikirim ke lokasi masing-masing.
Lie serius menggarap SDM karena sadar bahwa dalam bisnis retail, SDM sangat menentukan. Mulai dari pelayanan yang bagus dan membuat konsumen senang, hingga pengetahuan produk yang lengkap. “Kami memiliki banyak sekali produk dan setiap sales kami harus menguasainya. Dengan begitu keinginan kami untuk memberikan experience yang memuaskan pada pelanggan tercapai,” jelasnya.
Saat ini, sekitar 30 persen produk yang ada di Wellcomm Shop adalah aksesoris ponsel. Kemudian ada aksesoris untuk datacorner, entertainment, dan power. Aksesoris Wellcomm merupakan produk yang paling banyak mengisi Wellcomm Shop.
Inovasi bisnis juga dilakukan oleh Lie. Tahun ini, website Wellcomm Shop akan diluncurkan. Peluncuran ini untuk menanggapi tren pasar yang mulai menyenangi transaksi via internet. Kemudian, inovasi yang sudah dilakukan adalah membuka Wellcomm Point. Sebuah gerai Wellcomm Shop yang dijadikan sebagai wholesaler. Tujuannya, bila ada orang ingin membuka gerai yang menjual aksesoris, mereka bisa membeli dari Wellcomm Point. “Selain inovasi tersebut di atas, kami juga menargetkan membuka sekitar 50 gerai Wellcomm Shop lagi,” kata Lie. (Majalah MARKETING/Ign. Eko Adiwaluyo)

