SELAMAT MENJALANKAN | IBADAH PUASA RAMADHAN 1431 H | SEMOGA MENDAPATKAN PREDIKAT TAQWA |

Handi Irawan D “Mengetahui terlebih dahulu apa yang terjadi, membuat kita menjadi pelaku bisnis yang dapat membuat keputusan lebih tepat.”

James Gwee “Professional sales people & Marketers always face the dilemma of having to much to learn and update, but not enough time. Majalah Marketing is the ONE STOP SHOPPING solution. Read it!”

John Tschohl “MARKETING Magazine is awesome”

Yuliana Agung “Majalah Marketing memberi banyak inspirasi baru dalam membangun Excellence Service Culture di perusahaan.”

Prof. Bernd H. Schmitt “Excellent Publication”

Menuju Pentas Dunia

Posted on Feb 13th, 2010 and filed under Global Marketing.
You can leave a response or trackback to this entry

pelumas pertaminaPelumas Pertamina ternyata tidak jago kandang saja. Selain berhasil menguasai pasar dalam negeri, Pertamina juga telah memasarkan produk—khususnya pelumas—hingga ke luar negeri. Strategi apa yang diusung Pertamina dalam memasarkan produknya ke mancanegara?

Menilik sejarahnya, Pertamina merupakan perusahaan pemegang hak monopoli perdagangan bahan bakar minyak di Indonesia pada masa rezim terdahulu. Namun, pascareformasi dan terjadi perubahan orientasi bisnis serta manajemen, Pertamina tumbuh dan bertransformasi menjadi sebuah perusahaan sehat dan profesional yang berorientasi profit.

Tentu saja ekspansi bisnis yang dilakukan Pertamina untuk memasarkan produk ke luar negeri merupakan kebanggaan tersendiri bagi republik ini. Selain mengharumkan nama bangsa, brand Pertamina juga bisa disejajarkan dan mampu bersaing dengan brand-brand terkenal lain milik negara maju, semisal ExxonMobil, Shell, Caltex ataupun TotalFinaElf.

Semenjak awal memulai kinerja ekspor ke luar negeri di tahun 2007 hingga kini, deretan daftar negara yang menjadi tujuan ekspor kian bertambah. Beberapa di antaranya merupakan pasar potensial untuk digarap, seperti Pakistan, Dubai, Oman, Myanmar, Vietnam, Belgia, Taiwan, Singapura, Malaysia, dan Australia.

Hal ini diungkapkan oleh Group Head Brand & Communication Lubricant Business Unit Pertamina, Redesmon Munir, kepada Majalah Marketing, di Jakarta, beberapa waktu lalu. Dijelaskan, Pertamina secara sistematis mulai melakukan ekspor produk pertama kali pada Oktober 2007. Negara pertama yang menjadi tujuan ekspor adalah Pakistan. Pemilihan negara-negara tujuan ekspor tentu saja dilakukan melalui survey dan research, serta beberapa kajian mengenai karakteristik market yang akan dibidik.

“Tentu saja kami melakukan survey dan research untuk mengetahui pangsa pasar serta karakteristiknya,” ujar Redesmon sambil memaparkan beberapa kajian strategi marketing umumnya yang biasa dipakai di kalangan marketer global, di antaranya seperti iklim investasi, potensi daya beli masyarakat setempat, tingkat pertumbuhan kendaraan, dan juga masalah pajak, bea masuk dan lain sebagainya.

Redesmon menambahkan, di beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor, merek produk yang dijual sama seperti merek yang dijual Pertamina di dalam negeri. “Kecuali, di Pakistan dan negara-negara teluk seperti Dubai dan Oman, kami menggunakan nama Zicpex,” katanya seraya menjelaskan makna “Zicpex” yang merupakan penggabungan dari kata Zic—yang merupakan produk pelumas asal Korea Selatan—dan pex—yang merupakan nick name dari Pertamina excelent.

Lebih lanjut diungkapkan, strategi pemasaran yang dilakukan Pertamina dalam menggarap pasar ekspor adalah dengan menggandeng stakeholder lokal di negara-negara bersangkutan.

“Mereka sudah punya jaringan atau network. Kalau kita ingin mendapatkan network itu, kita harus berkolaborasi dengan yang bersangkutan,” katanya menjelaskan.
Di luar negeri, pada umumnya pelumas Pertamina bermain di hampir semua segmen market yang tersedia, baik dari sisi kualitas maupun harga. “Cuma di Pakistan dan negara-negara Teluk saja, kita main di level medium and low market (dalam konteks harga),” ujar Redesmon seraya membandingkan dengan positioning Pertamina di negara-negara lain seperti Myanmar, Vietnam, Australia dan lainnya. Di negara-negara ini, Pertamina “bermain” di semua segmen market yang tersedia.

Lebih lanjut Redesmon mengungkapkan bahwa Pertamina berusaha memanfaatkan stakeholder lokal yang dimiliki negara-negara tujuan ekspor, baik berupa jalur distribusi, link/jaringan serta networking dalam hal pemasaran. “Hal ini menjadi salah satu strategi kami juga,” katanya lagi.

Dalam hal strategi promosi, Pertamina melakukannya berdua dengan negara tujuan ekspor pada setiap pembuatan iklan dan kampanye promosi di berbagai media, baik cetak maupun elektronik. Setiap ide ataupun konsep kemudian disesuaikan dengan karakteristik negara-negara yang bersangkutan.

Mengenai harga jual yang ditawarkan kepada konsumen di negara-negara tujuan ekspor, Redesmon mengungkapkan bahwa Pertamina menyesuaikan harga dengan perhitungan tax (pajak), konversi mata uang dan lain-lainnya. “Soal harga jelas berbeda dengan di dalam negeri. Seperti Fastron yang di dalam negeri dijual seharga Rp 160 ribu, di Australia dijual seharga 60 dolar Australia,” jelasnya.

Di tengah persaingan bisnis di dunia yang semakin kompetitif, Pertamina nampaknya semakin yakin dan confident dengan power yang dimilikinya untuk bersaing di bisnis petrodollar ini. “Dalam hal volume ekspor saja, semisal ke Australia, kita menargetkan kenaikan (growth) ekspor sebesar 20 % per tahun dari 1 juta liter total ekspor di tahun pertama. Sementara untuk ke Pakistan, karena telah memasuki tahun ketiga, volumenya akan digenjot hingga 20.000 barrel,” ungkapnya.

Di pasaran, produk pelumas Pertamina meliputi Meditran, Fastron, Mesran, Masri, Turalik, GC Lube, Turbolube dan masih banyak yang lainnya. Selain itu, pelan tetapi pasti, deretan daftar negara-negara tujuan ekspor semakin bertambah seiring membaiknya pertumbuhan ekonomi dunia.

Satu hal yang membuat Pertamina begitu yakin adalah pengalaman selama puluhan tahun berkecimpung di dunia sumber daya energi ini. “Sebelumnya kita pernah menjadi eksportir LNG terbesar di dunia, walau dalam konteks bisnis pelumas kita memang pemain baru. Namun, untuk kancah dunia, kita cukup punya nama,” kata Redesmon bangga. (Majalah MARKETING/Harry Tanoso)

  • Share/Bookmark

Link Terkait:

  1. Renyahnya Tango, Dongkrak Pasar Luar Negeri

Leave a Reply

Copyright © 2009 Majalah Marketing. All Right Reserved.