1:28 pm - Friday February 6, 7260

SALES FORCE TREND 2010





sales-training-4Pergunjingan soal tren biasanya sangat didominasi oleh konsumen, lebih dikenal dengan istilah consumer tend, atau dalam bahasa marketing biasa disebut sebagai lifestyle.
Tren Dunia Entertainment.

Janganlah lupa bahwa yang disebut sebagai tren itu ada di berbagai aspek kehidupan. Mari kita lihat acara televisi yang dibawakan oleh presenter Choki Sitohang, yang menunjukkan bagaimana tren mencari jodoh, melalui program Take Me Out—lalu disambung dengan Take Him Out. Program ini kemudian ditiru oleh acara sejenis, Cari-cari Jodoh, ala Helmy Yahya. Belum lagi acara yang diprakarsai oleh Deddy Corbuzier. Diawali The Master 1 hingga The Master 4, dan berlanjut dengan diproduksinya The Master Junior. Program ini sangat menghidupkan dunia magic (sulap), baik hanya sekedar hobby, maupun dalam hal penjualan alat-alat sulap, perkembangan keduanya menjadi lebih baik. Belum lagi acara menyanyi. Mulai dari Indonesian Idol, terus hingga berbagai modifikasi tema, sampai Idola Cilik. Itulah tren yang terjadi di dunia hiburan, termasuk juga di dalamnya lifestyle ber-fb (Facebook) hingga BB (BlackBerry) maniak.

Bagaimana dengan dunia para ujung tombak perusahaan, yaitu para sales force? Ternyata, tanpa terasa sudah terjadi perubahan secara evolusioner di beberapa aspek, namun juga terjadi perubahan yang agak radikal/revolusioner dalam aspek lain.

Tren Spirit Sales Force
Penulis memulai kariernya sebagai seorang salesman pada tahun 1981—dibanding saat ini (2009), berarti sudah lebih dari 28 tahun. Tanpa terasa, ternyata sudah terjadi lompatan yang luar biasa dalam tren sales force. Namun, apakah kita mengetahuinya? Hal apa saja yang berubah? Bagaimana menyiasatinya? Itulah pertanyaan sulit untuk dituangkan dalam suatu tabel yang jelas dan spesifik. Beberapa perubahan mendasar adalah bahwa dahulu salesman tidak disegmentasi. Sekarang, kalau ingin menjadi sales force yang jempolan, wajib dilakukan segmentasi sesuai dengan jenis pelanggan, atau jenis produk, atau jenis proses kerjanya. Demikian juga dalam spirit dan taktik penjualan. Telah terjadi perubahan yang radikal dimana awalnya “menjual” adalah sebuah transaksi (transactional selling). Kini telah bergeser bahwa “jualan” merupakan suatu hubungan yang kita sebut sebagai relationship selling. Di bawah ini bisa kita pelajari perbedaan dari kedua hal tersebut.

TRANSACTIONAL SELLING | RELATIONSHIP SELLING
Hit & run selling technique | Consultative & experiential selling technique
Seporadis & instan | Terencana
Segala cara dihalalkan | Ada sistem dan terstruktur, beretika & bermoral
Berorientasi kuantitas | Berorientasi kuantitas & kualitas
End result oriented | Process oriented 50 % & end result 50 %
Mencapai target penjualan |Mencapai target penjualan & kepuasan pelanggan
Kepuasan mencapai target individu | Kepuasan mencapai target individu & tim
Kepuasan karena materi | Kepuasan karena karier

Dengan memperhatikan pergeseran di atas, maka Gerhard Gshwandtner—penerbit dan pendiri Personal Selling Power Inc.—tidaklah salah dengan pendapatnya sebagai berikut:

“Pelanggan Anda tidak peduli seberapa banyak yang Anda ketahui… sampai mereka tahu sejauh mana Anda peduli.”

Tren Sistem Imbal Jasa dan Kinerja Unggul
Akibat perubahan serta pergeseran tren pola kerja dan spirit dari sales force, sistem kompensasi/imbal jasa pun bergeser semakin jauh dari konsep lama. Perbedaan tersebut dapat kita lihat pada tabel di bawah ini.

  • Share/Bookmark

Link Terkait :

  1. Sales Force Trend 2010
Filed in: Mindiarto

One Response to “SALES FORCE TREND 2010”

  1. May 20, 2010 at 10:12 am #

    terima kasih

Leave a Reply

1.