Portal Lengkap Dunia Marketing

                                                                                                               
PR Hype

4 Alasan Pemasar Harus Libatkan Influencer Dalam Strategi PR

influencer3Ada banyak pilihan bagi pemasar dalam menggapai jumlah pelanggan yang lebih banyak. Ada media massa, public relation, media sosial, promosi oleh selebriti, dan banyak lainnya. Namun, pendekatan PR yang kini sedang berkembang adalah melalui media sosial di mana merek melibatkan para pengguna media sosial yang populer dan memiliki banyak followers.

Pengguna media sosial dengan banyak followers disebut juga dengan influencers. Berikut empat alasan pemasar perlu libatkan influencer dalam strategi PR nya.

Influencer berkerja baik dengan alat pemasaran. Jika brand kita sudah memiliki akun di berbagai media digital – blog, market place, media sosial – maka keberadaan influencer melengkapi alat pemasaran yang kita gunakan. ‘Sentuhan’ influencer membuat alat pemasaran yang kita gunakan menjadi lebih hidup dan membuat brand lebih manusiawi di mata para pengguna media sosial yang notabene target pasar brand tersebut. Ajak influencer bekerja sama dan sebarkan link website melaluinya untuk menjaring traffic lebih banyak.

Bekerja dengan influencer tak berbeda dengan perusahaan PR. Mengembangkan hubungan dengan para bintang media sosial sama saja bekerja dengan perusahaan PR. Oleh karena itu, bekerja dengan mereka, brand perlu memberikan arahan image seperti apa yang ingin ditampilkan dan apa saja yang diperlukan untuk menindaklanjuti respon pembeli potensial dan pelanggan.

Mengikuti tren pasar. Jika brand menargetkan pasar remaja dan dewasa muda, maka sudah seharusnya brand hadir di media sosial. Faktanya, generasi tersebut lebih banyak menghabiskan waktu dengan media sosial daripada TV. Influencer tak selalu mereka yang berprofesi sebagai selebriti. Pengguna media sosial biasa dengan banyak followers berpotensi menjadi influencer. Oleh karena itu, brand sebaiknya membina hubungan baik dengan audience-nya. Siapa tahu di masa mendatang mereka bisa menjadi influencer bagi brand tersebut.

Influencer telah membuktikan keahliannya. Influencer telah membuktikan keahlian dan hasil kerjanya nyata. Contohnya, Michelle Phan, figur yang antusias di bidang make up, mampu menarik jumlah pelanggan kanal YouTube-nya hingga 7,6 juta pengguna. Bahkan Phan mengembangkan kerja sama dengan Lancome dan L’Oreal melalui blog pribadinya. Nah, sebelum meminta influencer bekerja sama, brand sebaiknya mencari tahu track record dan metrik yang bisa menggambarkan keahlian dan hasil kerja mereka.

Bekerja dengan influencer melibatkan keterampilan yang sama seperti bekerja dengan manajemen PR dan media sosial. Membawa orang yang berpengaruh ke tengah-tengah pasar bisa menjadi strategi pemasaran dan PR yang efisien dan efektif apabila dieksekusi dengan baik.
Jadi, sudahkah brand Anda menggunakan influencer?
(PRdaily)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

To Top