PR Hype

4 Pelajaran Public Relation Dari Para Princess Disney

Film-film Disney yang bercerita tentang kecantikan para princess dan keajaibannya tentu masih lekat di benak. Tapi, sadarkah Anda bahwa ada pesan terkait public relation (PR) yang bisa kita ambil di baliknya?

Berikut empat pelajaran PR yang bisa kita petik dari film-film Disney.

‘The Beauty and the Brand Reputation’

PRBeautyandthe BeastBaik, jelek dan buruk adalah tiga istilah yang lekat ketika berbicara tentang manajemen merek. Tak setiap orang menyukai merek kita pada pandangan pertama, tapi persuasi dan mempercantik reputasi merek secara konstan bisa mengubah persepsi orang.

Seperti halnya Belle dalam ‘Beauty and The Beast’ yang akhirnya bisa mengenal Beast dengan baik setelah beberapa waktu, konsumen perlu diperkenalkan dan diedukasi tentang sebuah produk dan layanan sebelum akhirnya mereka bisa menilai dan memutuskan pembelian.

Aksi kecil bersuara lebih lantang daripada kata-kata

PR profesional cenderung mengandalkan kata-kata. Namun, tindakan kecil bisa memberikan dampak lebih kuat dalam berkomunikasi. Terutama saat krisis – seperti saat Ariel merelakan suaranya untuk peri laut – bahasa tubuh dan aksi menunjukkan lebih jelas di mana posisi kita terhadap sumber media, konsumen, stakeholder dan lainnya.

Tindakan berbicara lebih lantang daripada kata-kata. Bahkan tindakan kecil seperti memberikan ‘like’ pada postingan pelanggan Anda. Tindakan ini menunjukkan kepada mereka bahwa kita benar-benar tertarik untuk mengetahui nama dan kesukaan mereka. Seperti saat Prince Eric lakukan ketika adegan mencium Ariel. Mendengarkan juga sebuah tindakan yang lebih penting dalam strategi PR.

‘Putri Salju dan Ketujuh Klien’

PRSnowWhitePR profesional tahu seperti apa melayani banyak klien dan membuat mereka semua puas pada saat yang sama. Kita harus memahami suara brand mereka dan memastikan gagasan-gagasan mereka menjadi kenyataan serta membantu mereka melalui masa berat.

Kita harus tahu apa yang klien inginkan atau butuhkan karena mereka semua mempunyai masalah dan tantangan yang berbeda-beda.

Seperti halnya Putri Salju dan ketujuh kurcaci yang memiliki kepribadian berbeda, PR profesional – khususnya mereka yang di agensi – harus mampu bekerja multitasking. Loncat dari satu proyek ke proyek lainnya dalam sekejap seperti berdansa dengan satu kurcaci lalu pindah ke kurcaci lainnya.

‘Pitchrella’

PR profesional tak pernah menyerah untuk mewujudkan impian mendaratkan publikasi di media nasional besar. Tapi tak peduli berapa banyak penolakan yang didapat, kita terus tekun berusaha mendaratkan (pitch) publikasi di halaman dambaan.

Cinderella juga mempunyai impian dan fakta bahwa ia tak melepaskan mimpinya itulah yang membuat kita para PR profesional mirip dengan karakter ambisiusnya.

Meskipun kita semua suka happy ending, tapi kadang pelajaran yang kita petik dari unhapy ending membuat kita belajar menjadi pemimpin dan inovator yang sebenarnya dalam industri PR. Apa pelajaran lainnya dari princess Disney yang bisa kita petik menurut Anda?

(PRDaily)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

To Top