Portal Lengkap Dunia Marketing

Dunia Riset

Adu Balap Honda VS Yamaha

Adu Balap Honda VS YamahaPersaingan dua produsen motor, Honda dan Yamaha, kian meruncing. Demi mempertahankan tahta di pasar sepeda motor nasional, Honda terus membombardir pasar dengan produk-produk terbaru. Sukses menjungkal Yamaha di segmen motor matik, kini Honda mengancam dominasi Yamaha di segmen motor sport.

Moleknya penjualan otomotif roda dua di Indonesia dari waktu ke waktu telah memicu banyak pabrikan sepeda motor untuk berlomba-lomba mengeluarkan produk-produk yang memikat dan memenuhi kebutuhan konsumen sesuai perkembangan zaman. Ironisnya, di tengah kian menjamurnya berbagai merek dan varian sepeda motor yang beredar di pasaran, persaingan bisnis hanya didominasi dua pabrikan besar asal Jepang, yakni Honda dan Yamaha. Bahkan persaingan kedua merek ini sudah menjadi perseteruan abadi.

Sebetulnya dominasi dan perseteruan kedua merek ini sudah terlihat sejak tahun 2005. Bila penjualan Honda kala itu mencapai 2.648.157 unit (penguasaan pasar 52,4%), Yamaha berhasil membukukan penjualan 1.224.669 unit (penguasaan pasar 24,2%). Selang lima tahun kemudian, penjualan Yamaha mampu mengejar dan sempat dalam beberapa bulan melampaui Honda yang selama ini merajai pasar yang tak tergoyahkan. Ini termasuk memangkas penguasaan pasar Honda hingga hanya selisih 1,3% saja. Jika Honda harus puas mengantongi 3.416.049 unit (penguasaan pasar 46,4%), justru penjualan Yamaha melejit menjadi 3.326.380 unit (penguasaan pasar 45,1%).

Meningkatnya performa penjualan Yamaha tak terlepas dari kemahiran membaca dan menerjemahkan perubahan perilaku konsumen. Apalagi Yamaha cerdik memanfaatkan kelengahan Honda dengan mempelajari kekuatan dan kelemahan diri sendiri dan pesaing, melakukan inovasi, dan menyerang celah pasar yang tidak dijaga. Konkretnya, Yamaha meluncurkan produk Mio di segmen matik yang selama ini tidak pernah digarap secara serius oleh Honda.

“Semakin ketatnya persaingan mendorong Yamaha untuk tampil beda di mata konsumen dengan menghasilkan produk berkualitas yang didasari riset panjang dan tepat mengenai kebutuhan konsumen Indonesia. Yamaha memang selalu jeli membaca perkembangan zaman sehingga produknya selalu up to date,” kata Eko Prabowo, GM Marketing Communication & Community Development Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Melalui strategi inovasi ini, kompetitor semakin melihat Yamaha sebagai pesaing dekat yang wajib diperhitungkan dan bahkan bisa menjadi trendsetter sehingga apa yang dilakukan dan produk yang dikeluarkan Yamaha diikuti. Dari situ sebenarnya Yamaha sudah mendapatkan pengakuan bahwa posisinya sangat penting dalam persaingan di bisnis yang begitu ketat ini.

Selain produk yang andal, kesuksesan komunikasi merek dari Yamaha juga memegang peranan penting dalam peningkatan penjualan penting. Semisal, Yamaha mengasosiasikan Mio sebagai motor wanita yang muda, enerjik, dan dinamis. Ini terlihat dari pesan yang disampaikan Yamaha, baik dari aktivitas ATL maupun BTL. Strategi ini cukup jitu mendongkrak Mio. Sejak diperkenalkan perdana di tahun 2003 hingga 2013, pangsa pasar Mio terus berkembang dengan jumlah total penjualan lebih dari 7 juta unit.

Sadar pasarnya sudah mulai tergerus, Honda pun semakin masif meluncurkan produk-produk terbaru, seperti Revo Fit hingga New Blade untuk mengamankan segmen motor bebek yang dikuasainya selama bertahun-tahun. Sementara untuk merespons keberadaan Mio Series yang fenomenal, Honda juga mulai menyerang dengan produk matik terbarunya, seperti Vario Series, Scoopy, Spacy, dan Beat.

Strategi Honda mengeluarkan banyak produk untuk membanjiri pasar motor ternyata cukup jitu. Alhasil, penjualan Honda semakin terdongkrak dan juga kembali menjauh dari kejaran Yamaha. Tercatat tahun 2011, penjualan Honda mencapai 4.276.136 unit (penguasaan pasar sebesar 53,2%). Angka tersebut dibandingkan dengan penjualan Yamaha yang hanya mencapai 3.147.873 unit (penguasaan pasar 39,14%).

Tancap gas Honda sepertinya semakin sulit terkejar. Pasalnya, selama dua tahun berikutnya penjualan Yamaha mengalami pasang surut. Tengok saja tahun 2013 kemarin, sepeda motor dengan logo “Garpu Tala” ini hanya mampu menjual 2.495.796 unit (penguasaan pasar 32,12%) meski tumbuh sebesar 4% dibandingkan penjualan total yang diraih pada tahun 2012. Padahal sang rival Honda menembus angka 4.700.871 unit (penguasaan pasar 60,5%).

“Mencermati kondisi yang ada, tahun 2014 ini Yamaha hanya menargetkan penjualan sebesar 2,7 juta unit. Jumlah ini naik dibanding angka tahun lalu, namun kami memang ingin realistis. Untuk merealisasikannya, beberapa varian baru akan dirilis tahun ini untuk memperkuat lini produk. Saat ini Yamaha memiliki 5 varian motor bebek, 7 varian motor skutik, dan 5 varian di segmen sport,” sebut Eko.

Mengomentari keberhasilan Honda merajai pasar sepeda motor nasional, Marketing Director PT Astra Honda Motor (AHM) Margono Tanuwijaya, mengatakan Honda merupakan salah satu pabrikan yang berupaya memberikan produk terbaiknya untuk menemani masyarakat beraktivitas sehari-hari dan mewujudkan mimpinya. Saat ini Honda memasarkan 13 varian motor di segmen bebek, skutik, dan sport serta menyiapkan layanan purnajual yang menjangkau ke hampir semua penjuru negeri.

Selain produk, dominasi Honda di pasar sepeda motor terjadi karena strategi distribusi mulai dari hulu hingga hilir, mulai dari vendor, tim di dalam perusahaan, jaringan, hingga perusahaan pembiayaan dengan berlandaskan satu filosofi, yaitu “One Heart” atau “Satu Hati” untuk konsumen. Ada sekitar 1.800 dealer Honda di seluruh Indonesia, 3.700 AHASS (Astra Honda Authorized Service Station) yang didukung oleh 35.670 front line people (FLP), sekitar 19.000 mekanik, dan 4.129 pimpinan jaringan Honda.

Selain itu, masih ada sekitar 7.000 toko suku cadang termasuk HEPS (Honda Exclusive Part Shop) dan lebih dari 1.000 bengkel binaan Honda. “Kuatnya lini produk dan jaringan pemasaran dan layanan purnajual membuat kami optimistis menjual sekitar 4,8 juta─5,1 juta unit atau 63% pangsa pasar di tahun ini,” tandas Margono.

Berebut Segmen Sport

Seperti diketahui, pasar sport semakin hari semakin berkembang, bahkan mempunyai kecenderungan suatu saat akan mengalahkan pasar penjualan motor bebek. Berdasarkan data Asosiasi Sepeda Motor Indonesia (AISI), sepanjang Januari─Mei tahun 2014 ini total penjualan sepeda motor sport nasional telah mencapai 484.605 unit, atau tumbuh 12,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Saat ini pasar motor sport sendiri masih didominasi dan menjadi segmen terakhir yang dikuasai Yamaha. Pada tahun 2013 lalu, motor sport lansiran Yamaha berhasil terjual sebanyak 544.162 unit yang berasal dari empat varian, yakni V-Ixion, New V-Ixion, Byson, dan Scorpio Z. Kontribusi penjualan terbesar diberikan New V-Ixion Lightning, yang mencapai 412.912 unit.

Guna mempertahankan dominasi di segmen sport, Yamaha kembali memperkuat lini produknya dengan merilis varian R15 di kelas 150cc dan R25 di kelas 250cc, yang merupakan motor sport teranyar. “Respons konsumen sangat luar biasa menerima produk ini, terbukti dengan penjualannya yang laris manis melalui inden online. Ribuan unit varian R15 dan R25 terjual dalam sehari lewat inden online. Bulan Mei saja R15 terjual sebanyak 5.394 unit,” beber Eko.

Adanya amunisi tambahan produk sport cukup berdampak positif pada penjualan Yamaha. Selama periode Januari sampai Mei 2014, Yamaha berhasil menjual 222.142 unit di segmen sport. Angka ini yang tertinggi dibandingkan para kompetitor. Sementara V-Ixion masih tetap menjadi andalan utama Yamaha dalam mendongkrak penjualan. Secara konsisten penjualan V-Ixion selalu nomor 1 di bulan Januari hingga Mei 2014. Khusus Mei ini, penjualannya 46.753 unit dan total selama lima bulan pertama 196.078 unit.

Honda sebagai kompetitor pun tak tinggal diam. Setelah sukses mengambil alih genggaman atas dominasi pasar skutik dari Yamaha beberapa tahun lalu, tahun 2014 ini Honda berambisi merebut dominasi segmen sport juga dari Yamaha. Strategi membanjiri pasar dengan banyak varian kembali dilakukan Honda. Kali ini Honda menawarkan lima varian motor sport, yakni CBR150R, CBR250R, CB150R StreetFire, New Megapro, dan Verza.

Hasil dari banyak varian juga sudah terlihat di tahun 2014. Penjualan sepeda motor Honda terus menempel ketat penjualan Yamaha. Dari Januari hingga Mei, tercatat sepeda motor sport Honda berhasil terjual 197.101 unit dan bertumbuh cukup signifikan sebesar 33,6% dibandingkan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu, atau tumbuh melampaui pertumbuhan pasar motor sport nasional. “Pencapaian ini mengantarkan Honda menguasai 40,7% pangsa pasar motor sport nasional. Target kami menguasai kategori sport tahun ini, dengan penguasaan pangsa pasar minimal 45%,” jelas Margono.

Moh. Agus Mahribi

2 Comments

2 Comments

  1. Bactiar

    January 18, 2015 at 00:32

    Gila, jadi intinya Honda terus naik penjualannya salah satunya dengan strategi memperbanyak varian motor.
    Keren.

  2. Hosea stefanus

    December 29, 2015 at 20:28

    Honda motornya top banget, mesin besar dalam pun besar makin panas makin gula kencangnya, gak kayak yamaha kelihatannya mesin nya gede, kalau dibawa balap lama mesin nya makin panas makin bantet alias mesin butut nampak nya aja kencang,,,,,

  3. FBh peKOk

    January 31, 2016 at 15:09

    jangan lupa Honda materialnya Plastik ember jadi gampang retak hahahahahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

To Top