Portal Lengkap Dunia Marketing

Dunia Digital

Bagaimana Memaksimalkan Pendapatan Iklan Video Pada Perangkat Mobile?

Indonesia merupakan negara yang memiliki audiens digital yang besar serta pertumbuhan penggunaan perangkat mobile yang tinggi. Menurut Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, angka pengguna smartphone di dalam negeri telah mencapai 26% dari total populasi negara, yaitu sekitar 68 juta orang.

Walaupun menjadi salah satu dari 5 negara teratas dalam angka pengguna internet terbesar di dunia, Indonesia masih berusaha untuk memperluas teknologi jaringan 4G ke seluruh pelosok tanah air. Dengan meningkatnya ketersediaan smartphone 4G yang terjangkau serta perkembangan jaringan 4G di Indonesia, angka pengguna smartphone di dalam negeri telah bertumbuh 30% – 50% setiap tahunnya. Momentum ini dinilai akan terus berjalan, menurut Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI).

Kemajuan dari mobile internet juga memberikan dampak terhadap pertumbuhan signifikan dalam konsumsi konten video. Laporan terbaru dari We Are Social menunjukkan bahwa presentase orang Indonesia yang menonton video lewat perangkat mobile naik 100% dari angka 11% pada tahun 2015 ke angka 22% di tahun 2016. Hasil survei dari ONEDEVICE pada tahun 2015 juga memperlihatkan bahwa video telah berkembang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari mobile experience. Dilaporkan bahwa 58% dari para responden setidaknya menonton video sekali dalam sehari, dan 82% setidaknya menonton video dari smartphone mereka sekali dalam seminggu. Hanya 4% dari responden tersebut yang menyatakan tidak menonton video dari smartphone mereka.

Menggabungkan riset yang dilakukan oleh Animoto pada tahun 2015, dapat dilihat bahwa Indonesia berkembang sangat cepat dalam menjadi pemain garis depan di area mobile marketing dan industri periklanan. Data pada Januari 2015 oleh Cowen and Company terhadap survei belanja iklan mengakui bahwa belanja iklan video pada perangkat mobile secara global akan mencapai angka $8.6 juta pada tahun 2018. Jadi, bagaimana caranya agar para publisher dapat memanfaatkan kesempatan ini?

Potensi pendapatan untuk para penyedia konten

SpotX, perusahaan penyedia video ad serving platform terpercaya serta pemimpin dalam video ad supply source, melihat adanya peningkatan anggaran belanja iklan sekitar 25% untuk iklan mobile. Para pengiklan ingin meraih para users yang mengonsumsi konten dari perangkat mobile mereka namun pada waktu yang sama juga duduk di depan layar televisi. Para user tersebut mengonsumsi konten-konten beragam seperti news, broadcast, entertainment, dan gaming. Kedekatan layar yang ditawarkan oleh mobile phone dilihat sebagai nilai visual nyata yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan layar televisi yang berada di sudut ruangan.

Mobile merupakan perangkat personal, sebuah barang yang selalu dibawa oleh seseorang setiap saat. Sebuah studi dari Google dan Ipsos terhadap pemilik smartphone di kisaran usia 18 hingga 34 tahun menunjukkan bahwa para konsumen akan lebih fokus menonton video di smartphone dari pada di TV.

Jelas terlihat bahwa masyarakat menghabiskan waktu lebih untuk konten dan video melalui mobile phone mereka dan hal tersebut menjadi persoalan yang menarik untuk para marketer dalam menjangkau audiens utama mereka. Bagi perusahaan media, persoalan tersebut membuka peluang pendapatan tambahan, Dengan meningkatkan penawaran mereka terhadap editorial konten video untuk mobile, mereka dapat menarik lebih audiens dan pengiklan jika memanfaatkan ad serving dan teknologi yang tepat untuk membuat konten mobile yang dimiliki jadi menguntungkan.

Memanfaatkan permintaan video mobile

Saat ini merupakan momentum yang menarik bagi video publishers Indonesia. Dengan meningkatnya layanan baru dan permintaan konsumen yang luas membuat video menjadi alat yang semakin penting bagi publisher manapun. Hal ini menjadikannya lebih kompleks, sehingga mempengaruhi tingkat keuntungan yang didapat publisher.

Untuk memaksimalkan pendapatan, publisher perlu mengambil alih kendali atas inventori dan juga audiens mereka, penggunaan teknologinya dengan tepat, penggunaan strategi saluran penjualan yang tepat, dan mendekatkan diri dengan para pembeli iklan.

Menempatkan video dengan tepat memerlukan fokus pada beberapa areautama, yaitu:

Miliki kendali penuh atas inventori dan audiens Anda

Agensi ingin membeli audiens. Pastikan Anda memiliki data pihak pertama yang menunjukkan nilai dan keunikan audiens Anda.

Penggunaan atas teknologi yang tepat

Publisher perlu mencari teknologi yang telah dibuat khusus untuk variasi video –sebuah platform yang menawarkan infrastruktur programatik dan secara menyeluruh dapat menyeimbangkan semua peluang tayangan pada perangkat apapun, baik untuk kampanye, pembelian jaringan atau pertukaran langsung, atau programmatic buyers, seiring juga memberdayakan publisher dengan transparansi, control harga, verifikasi audiens dan perlindungan brand untuk para pengiklan mereka.

Agensi merupakan teman Anda

Anda harus memiliki hubungan yang kuat dengan agensi dan para pembeli iklan. Mengetahui apa yang mereka inginkan, dengan cara apa mereka ingin membeli serta data apa yang paling diminati akan membantu menjual audiens dan inventori anda.

Saat ini, video menjadi peluang pendapatan yang paling menjanjikan bagi publisher, dan merupakan format yang paling banyak dicari oleh para pemasar. Pada akhirnya, tujuan perusahaan media adalah untuk mengambil kembali kendali terhadap inventori dan meningkatkan posisi mereka. Mengumpulkan para ahli, teknologi serta strategi penjualan yang tepat adalah cara terbaik untuk memastikan mereka dapat berkembang dalam momentum yang menantang saat ini.

Ade Parulian

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top