Portal Lengkap Dunia Marketing

Dunia Digital

Top Aplikasi Android Paling Menguras Kinerja Ponsel

Laporan Avast Android App Performance & Trend Report Q1 2017” , berhasil mengidentifikasi 20 aplikasi yang dianggap “paling rakus” berdasarkan penggabungan dari pengaruh terhadap daya baterai, kapasitas penyimpanan dan penggunaan data internet.

aplikasi mobileDengan informasi yang terkumpul lebih dari  3 juta pengguna Android, laporan ini berisi daftar aplikasi lama yang paling menguras kapasitas ponsel beserta aplikasi pendatang baru. Berikut aplikasi baru paling menguras kinerja di kuarter ini:

  • Google Talkback. Sebagai pendatang baru tertinggi untuk jenis aplikasi yang berjalan saat ponsel dinyalakan atau start-up. Talkback merupakan aplikasi yang umumnya dijalankan aplikasi pihak ketiga di mana artinya aplikasi ini dapat tetap aktif meskipun sudah menyalakan ulang ponsel.
  • Google Play Music. Fitur untuk memblok iklan atau ad blocker tampaknya membuat aplikasi musik ini menyedot kinerja ponsel semakin tinggi.
  • SHAREit. Dirancang untuk berbagi file melalui Wi-Fi dari suatu perangkat ke perangkat lain, aplikasi populer dari Lenovo ini sangat tergantung pada Wi-Fi sehingga membuatnya menjadi aplikasi peringkat keempat dalam menyedot kinerja ponsel.
  • Google Docs. Aplikasi pengolah kata sederhana ini merupakan aplikasi peringkat kedua dalam menghabiskan kinerja ponsel Android yang dijalankan pengguna terutama ketika aplikasi terhubung dengan Google Drive melalui 3G dan Wi-Fi.
  • Samsung Media Hub. Meskipun pengembangannya telah dihentikan sejak 2014, aplikasi bawaan ini terdapat pada perangkat Samsung lama. Pengguna seharusnya menghapus dan menggantinya dengan versi terbaru yang tersedia.
  • Piano Tiles 2. Ketika dicoba pada Samsung Galaxy S6, aplikasi ini dapat mengkonsumsi baterai sampai habis dalam waktu 3,5 jam dengan penggunaan yang konsisten.

Hal yang perlu menjadi catatan, 8 aplikasi Google  ada dalam 10 besar aplikasi yang paling menguras kinerja ponsel, baik yang berjalan di start-up maupun yang dijalankan  pengguna.  Samsung juga termasuk aplikasi yang menguras kinerja ponsel dengan adanya 7 aplikasi yang masuk ke dalam daftar.

Umumnya, Google dan Samsung menawarkan aplikasi-aplikasi ini sebagai pre-installed pada perangkat Android. Untuk aplikasi kirim pesan, ChatOn yang sudah tidak dikembangkan lagi, Google Hangouts dan LINE: Free Calls & Messaging merupakan trio teratas  untuk 10 besar aplikasi yang membuat masalah.

Pada kuarter ini, aplikasi yang paling menunjukan perbaikan atau “Most Improved” dipegang oleh aplikasi berkirim pesan gambar Snapchat, Facebook Spotify. Setelah sebelumnya menduduki tiga dari empat posisi teratas untuk aplikasi yang paling banyak menguras kinerja ponsel, termasuk yang berjalan di start-up maupun dijalankan pengguna, ketiga perusahaan ini berhasil melakukan peningkatan agar menjadi aplikasi yang lebih ringan.

Gagan Singh, SVP dan GM Mobile Business, Avast mengatakan, statistik industri menunjukan bahwa penjualan smartphone naik 9,1% pada kuartal pertama di tahun ini dan perangkat Android terus mendominasi pangsa pasar.

Bagaimanapun juga, smartphone yang memiliki harga terjangkaupun mampu menyediakan fitur kapasitas penyimpanan yang memadai sehingga tingkat penggunaan aplikasi akan semakin tinggi sehingga dapat mempengaruhi performa ponsel.

“Mayoritas orang menganggap smartphone merupakan perangkat utama yang digunakan dalam sehari-hari. Dengan mengetahui aplikasi favorit apa yang paling banyak mengkonsumsi daya baterai, data internet dan kapasitas penyimpanan merupakan hal yang sangat penting sehingga kita dapat mengatur ponsel yang digunakan secara rutin,” ujarnya.

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

To Top