Portal Lengkap Dunia Marketing

Artikel Riset

Demam Film Kartun Anak

Hampir setiap pagi, di sebuah rumah mungil di belahan timur Jakarta, terdengar suara merajuk anak kecil. Ia protes karena film kartun favorinya, Dora The Explorer, harus ditonton bergantian dengan siaran berita dari stasiun televisi lain. Tapi sang ayah, yang mau berangkat kerja, juga ingin tahu informasi terkini di Tanah Air. Akhirnya, mereka memutuskan untuk beli TV baru agar tidak berebut channel lagi. Pada keluarga muda lainnya, diambil keputusan untuk meniadakan saluran TV yang gencar menayangkan film kartun anak di pagi hari. Tujuannya sama: menghindari konflik. Oh, my God… begitu dahsyatkah efek film kartun?

Saat ini, demam tayangan film kartun tengah melanda dunia anak-anak kita. Lihat saja,  Sponge Bob, Dora, dan Blue’s Clues ditayangkan sehari 3 kali oleh Lativi. Boneka dan segala pernak-pernik yang berhubungan dengan Nickelodeon pun laris manis di pasaran. Sebenarnya, berapa banyak sih rasio penonton tayangan tersebut?

Dari data AGB Nielsen Media Research Telescope, selama bulan Maret 2005 film-film kartun tersebut memiliki rating yang cukup baik. Bila dilihat dari audiens yang berusia di atas 5 tahun, rating Sponge Bob Squarepants mencapai 2,8; Dora The Explorer 2,3; dan Blue’s Clues sebesar 1,7. Begitu pula film-film kartun andalan stasiun televisi lain, ratingnya tak jauh berbeda. Misalnya Doraemon 3,4; Detective Conan 2,7; dan Crayon Sinchan 2,5. Uniknya, Lativi menayangkan program-program tersebut tiap hari (sekitar 3 kali sehari atau lebih dari 20 kali seminggu), sedangkan stasiun-stasiun lain paling hanya menayangkan program tersebut sebanyak 2-4 kali seminggu. (Lisa Noviani)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

To Top