Portal Lengkap Dunia Marketing

Artikel Riset

Efektivitas Email Promosi Makin Turun

Sering kali kita mendapat e-mail yang berisi penawaran sebuah produk atau jasa. Email promosi semacam ini hampir setiap hari masuk ke alamat email kita, terutama jenis free e-mail seperti yahoo atau gmail. Isinya pun macam-macam, mulai dari hanya sekadar menawarkan produk sampai tawaran gratis—meskipun pemberian gratis ini sangat diragukan kebenarannya. Hebatnya, perusahaan yang mengirimnya bisa tahu alamat e-mail kita. Padahal, sebelumnya kita tidak pernah berhubungan dengan si pengirim e-mail itu.

Konsumen memang merasa jengkel bila sering mendapatkan email promo. Namun konsumen sendiri seolah tidak berdaya untuk menghindar dari email “spam” ini. Bahkan, makin hari makin banyak saja e-mail semacam ini nyelonong ke alamat e-mail mereka. Gejala ini juga terungkap dari hasil riset dari Forrester Research yang dirilis di Marketing News edisi April 2007 mengenai sikap konsumen terhadap adanya e-mail marketing.

Riset tersebut menunjukkan adanya kenaikan persentase jumlah responden yang menerima begitu banyak email penawaran dan promosi, yaitu dari 60% pada tahun 2001 menjadi 77% pada tahun 2006. Meski begitu, banyak dari mereka yang sering terkejut bagaimana perusahaan yang mengirim e-mail marketing bisa mendapatkan nama dan alamat e-mailnya. Hal ini diungkapkan oleh 65% responden. Sebelumnya pada tahun 2001 jumlahnya cuma 48%.

Kabar buruk bagi para pengirim e-mail marketing, sekarang ini makin banyak orang yang ketika menerima e-mail marketing langsung menghapusnya tanpa terlebih dahulu dibaca. Hasil riset menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan jumlah responden yang bersikap seperti ini, yaitu dari 44% (tahun 2001) menjadi 72% (tahun 2006).

Sebaliknya, konsumen yang  mau membaca saat menerima e-mail promosi atau meneruskannya ke teman juga makin turun. Responden yang membaca e-mail promosi, jumlahnya menurun dari 41% menjadi 13%. Sedang responden yang mau meneruskan e-mail promosi ke temannya, turun dari 23% menjadi 9%.

Kendati demikian, masih ada juga konsumen yang mau membeli produk yang dipromosikan kepadanya melalui e-mail, meskipun jumlahnya cuma 5%. (Anang Ghozali)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

To Top