Portal Lengkap Dunia Marketing

Salesmanship

Empat Tahap Bangun Kerja Sama Tim Solid (3)

Dalam artikel sebelumnya kita sudah membahas tahap kedua—yaitu Storming—dari empat tahapan dalam membangun kerja sama tim yang solid. Pada tahapan tersebut konflik di antara para anggota tim mulai terjadi. Kini kita akan masuk dan membahas tahap ketiga dalam membangun kerja sama tim yang solid, yaitu tahapan “Adaptasi—Norming”.

kerjasama tim james gwee marketing.co.id

Tahap 3: Norming

Jika manajer sudah cukup efektif, tahapan Storming harusnya bisa dikesampingkan dan akan mereda. Selanjutnya tim akan masuk ke dalam tahapan Norming. Seperti namanya, dalam tahapan ini para anggota tim sudah memahami dan beradaptasi pada norma-norma tim, aturan mainnya, serta prioritas dari si manajer.

Anggota tim yang berasal dari perusahaan lain pada tahap ini seharusnya sudah meninggalkan ingatan dan kebiasaan kantor lamanya dan sudah mulai masuk ke dalam lingkungan kantor baru. Mereka sudah menjadi anggota dari tim di perusahaan baru tersebut. Mereka sudah merasa menjadi bagian dari tim baru. Mereka pun sudah bisa mengikuti ritme tim baru.

Semua orang telah memahami pekerjaan mereka, telah paham hal-hal yang harus dilakukan; apa yang tidak boleh dilakukan, apa yang harus dibicarakan, dan apa yang tidak, serta semuanya sudah paham tentang aktivitas rutin pekerjaan. Segala sesuatu berjalan dengan sendirinya dan terlihat baik. Di sini tidak ditemukan konflik besar dan kebingungan. Kini tim sudah berfungsi dan berjalan dengan baik. Badai sudah berlalu, dan bekerja terasa lebih damai.

Kebanyakan manajer sudah puas dengan situasi ini. Hidup sudah terasa nyaman.

Tetapi tunggu dulu. Ini belumlah berakhir. Tugas dari manajer belumlah selesai. Tahapan Norming hanyalah tahapan ketiga. Di sini ada empat tahapan. Jadi kita masuk dalam tahap keempat, Performing.

Tahap 4: Performing

Dalam tahap ini tim akan bersinergi dan akan menantang diri mereka untuk mencapai hasil yang lebih spektakuler. Para anggota tim akan memberikan kontribusi maksimal mereka masing-masing.

Catat bahwa ada perbedaan antara tahap 3 (Norming) dan tahap 4 (Performing). Dalam tahap 3, orang-orang akan bekerja dengan nyaman (di dalam area nyamannya masing-masing). Pada tahap 4, orang-orang akan mulai keluar dari zona nyaman, memberikan tantangan untuk keluar dari zona aman. Ini adalah alasan begitu banyak tim dan begitu banyak perusahaan tidak bisa mencapai tahap 4, yaitu karena mereka sudah merasa “nyaman” di tahap 3. Lebih buruk lagi, para manajer dan bahkan pemilik bisnis pun sudah merasa nyaman di tahap 3.

Dengan demikian untuk dapat masuk ke tahap 4 dari tahap 3, Anda memerlukan jenis orang yang berbeda. Anda memerlukan seorang pemimpin untuk memimpin tim. Seorang manajer akan mengelola tim sampai tim tersebut bisa berjalan baik dan efisien (sampai tahap 3). Seorang pemimpin akan mencoba memaksimalkan tim dan memimpinnya hingga tahap 4.

Jika manajer tim Anda hanyalah seorang manajer biasa, kebanyakan dari anggota tim hanya akan puas, merasa nyaman, lalu “nyangkut” di tahap 3. Tetapi jika tim mempunyai seorang pemimpin, maka tim Anda akan naik ke tahap 4. Di sinilah pihak manajemen harus memutuskan apakah perusahaan harus mempertahankan manajer yang sama, atau menggantinya dengan manajer tim yang baru, yaitu seorang pemimpin.

Tentu saja di sini ada risikonya. Dengan mengganti seorang manajer, Anda mengubah kombinasi yang sudah dalam kondisi menang. Anda akan menggoyang perahu yang sudah berlayar tenang. Dengan demikian Anda harus memutuskan, apakah puas akan tim yang berada di tahap Norming? (Untuk kebanyakan orang sudah cukup bagus). Atau Anda mau mengambil risiko untuk memaksimalkan tim masuk ke tahap 4—benar-benar Performing, dan kemungkinan besar bisa mencapai hasil yang spektakuler.

Jadi, tahap 3—Norming, berarti “sudah bagus”.

Tahap 4—Performing, berarti “Hebat”.

Mungkin ini adalah saat yang tepat untuk menjajal kata-kata dari Jim Collins dari buku bestseller nya, Good to Great.

Jadi, ingatlah bahwa “good” adalah musuh dari “great”.

Happy introspecting!

James Gwee

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top