Portal Lengkap Dunia Marketing

Marketing

“Kita Tak Menjual Barang, Kita Menjual Solusi”

Industri sistem keamanan di Indonesia kian berkembang dengan rerata pertumbuhan Rp 2 triliun rupiah per tahun. Angka rerata tersebut terbilang menggiurkan bagi mereka yang ingin berkecimpung di dalamnya. Salah satu pemain terdepan dan patut diperhitungkan dalam industri ini adalah Gunnebo, perusahaan multinasional berbasis di Swedia.

Melalui PT. Indolok Bakti Utama dan PT. Chubb Safes Indonesia, Gunnebo Indonesia telah berperan aktif mengembangkan industri keamanan di Indonesia dalam kurun waktu lebih dari 45 tahun dengan menyediakan berbagai produk, solusi keamanan, dan layanan purna jual.

 Hindara Kurniawan, Country Manager & President Director Gunnebo Indonesia

Hindra Kurniawan, Country Manager & President Director Gunnebo Indonesia

Tahun 1972, Gunnebo Indonesia pada awalnya adalah importir produk-produk keamanan yang berasal dari head office di Swedia. Sejak saat itu bisnisnya terus berkembang hingga memiliki pabrik pada tahun 1973. Di pabrik itulah Gunnebo Indonesia membuat berbagai produk keamanan, seperti brankas, lemari besi, fire extinguisher dan produk keamanan lainnya. 

“Kita punya filosofi ‘dimana kita bisa berkembang di situ kita buat bisnis terpadu atau secara komprehensif’ supaya kita bisa mengembangkan kapabilitas yang bisa kita berikan kepada bangsa kita,” ujar Hindra Kurniawan, Country Manager & President Director Gunnebo Indonesia. “Jadi semua, mulai dari knowledge pembuatan barang , itu kita lakukan dari awal (di Indonesia),” jelasnya.

Jual kepercayaan konsumen, bukan janji

Bidang bisnis apapun, termasuk bisnis produk dan jasa sistem keamanan, kepercayaan konsumen adalah kunci sukses penjualan. “Membangun kepercayaan tidak bisa dilakukan dengan mengatakan kita yang terbaik atau kita adalah nomor satu,” ujar Hindra.

Dalam hal ini Gunnebo Indonesia selalu berupaya menjaga kepercayaan konsumennya dengan memberikan jaminan sertifikasi produk-produknya. Ada sekitar 12 sertifikat/lisensi yang diberikan oleh lembaga independen internasional pada Gunnebo. Dengan adanya sertifikasi produk, konsumen bisa mengetahui kategori grade produk yang dibeli dan kualitas yang diharapkan.

“Banyak orang kecewa, apa yang dijanjikan tidak terjadi. Kami tidak ingin itu terjadi. Oleh karena itu, kami meminta  profesional yang mengetes produk kami,” jelasnya.

Sertifikasi bukan hanya metode untuk mendongkrak penjualan, tapi juga menjadi elemen branding. Menurut Hindara, dengan model B2B, bisnisnya bukan perusahaan yang mengejar penjualan secara jorjoran. Menjaga kepercayaan konsumen adalah yang paling penting.

Mendidik tim untuk bisa mencari tahu, memberikan masukan, dan memberikan solusi kepada konsumen juga menjadi salah satu caranya. Menurut Hindra, produk yang dijual perusahaannya bukanlah produk yang bisa dibeli atau dipilih oleh konsumen. Oleh karena itu, yang dilakukan perusahaannya adalah memberikan edukasi kepada konsumen, mencari tahu kebutuhan mereka dan memberikan produk yang sesuai.

“Makanya kita katakan, kita tak menjual barang kita menjual solusi, seberapa banyak atau seberapa tinggi keinginan security-nya oleh pemakai,” katanya. “Kita harus berbicara dengan pemakai, pembeli. supaya kita bisa tahu perlunya mereka apa, kebutuhan apa, dari situ kita bisa gali,” lanjutnya.

Bangun awareness di benak pasar

Membangun awareness tentang perusahaannya juga dirasa penting dalam memberikan kontribusi kepercayaan konsumen. Gunnebo berupaya untuk membangun awareness tentang perusahaannya di benak pasar sebagai perusahaan yang tak hanya menjual produk dan jasa keamanan, tetapi juga perusahaan yang berkontribusi membangun Indonesia.

Untuk itu, Gunnebo mengadakan program gathering dan menggalakkan CSR (Corporate Social Responsibility). Jika umumnya perusahaan melakukan CSR dengan menyelipkan tujuan ‘jualan’ atau branding, berbeda dengan Gunnebo. “Memang tujuan dari CSR ini bukan untuk jualan, tapi kita ingin memperkenalkan pada masyarakat bahwa perusahaan kita ini bukan  hanya mencari uang di Indonesia. Tapi kami membangun bangsa Indonesia juga,” jelas Hindra.

CSR yang dilakukan oleh Gunnebo umumnya berupa kesehatan. Diakui memang program CSR perusahaannya tak ada hubungannya sama sekali dengan sektor bisnis yang digeluti. Namun, ia yakin pada akhirnya kualitas produk dan layananlah yang akan membantu membesarkan brand-nya.

Inovasi produk

Inovasi produk juga penting dalam meraih kepercayaan konsumen. Cepatnya gerak zaman membuat perusahaan harus terus berinovasi menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan zaman, begitu pula dengan Gunnebo. Jika dulu orang mengatakan bahwa brankas yang paling tebal dan berat adalah yang kualitasnya terbaik, namun sekarang produk brankas terbaik tak lagi yang tebal dan berat.

“Sekarang produk kita bukan yang terberat, malah makin lama makin ringan dan tipis, karena teknologi kita makin lama makin bagus,” jelas Hindra.

Meskipun produk brankas Gunnebo ringan, namun Hindra mengklaim bahwa brankasnya tak bisa diangkat dan dibobol. “Yang membedakan produk kita adalah isi dari brangkas itu, antara plat dan plat. Itulah yang membedakan dengan yang lain. Walau ringan produk kami tak bisa diangkat dan dibobol karena grade kita makin tinggi. jadi teknologinya yang kita jual,” paparnya.

Untuk bertahan secara finansial di industri ini, Gunnebo Indonesia minimal harus bertumbuh sebesar 15% setiap tahun. Kini kapasitas produksi Gunnebo sekitar 30 ribu brankas, 60 ribu extinguisher dengan porsi 35% untuk di jual di Indonesia, sisanya ekspor.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top