Portal Lengkap Dunia Marketing

                                                                                                               
Dunia Digital

Si Penentu ‘Hidup’ Data Center Masa Depan

Kita mengenal banyak disruptor di zaman yang segalanya serba terdigitalisasi ini. Sekarang bukan lagi persoalan ‘jika, tapi lebih ke ‘kapan’ sebuah perusahaan akan terdisrupsi oleh arus teknologi dan digitalisasi.

Ambil contoh cloud yang sudah mengubah tatanan kerja bisnis dan juga para karyawannya, akan datang juga banjir data, dengan miliaran data dan jumlah manusia yang saling terhubung via Internet of Things (IoT).

Lenovo Converged HX SeriesSelain itu, ada komputasi kognitif serta analytics, yang bisa menggali wawasan untuk para pimpinan bisnis. Perusahanan-perusahaan yang melakukan perubahan ini antara lain Uber, AirBnB, dan banyak lagi, yang karena sifatnya yang disruptif, telah mengubah tatanan berbagai industri.

Apa yang harus disiapkan perusahaan masa kini? Tentu saja mereka harus berpikir untuk mengubah strategi IT agar mampu mengikuti perkembangan zaman ini. Hanya dengan cara itu mereka bisa bertahan di tengah arus disrupsi yang kencang. Perusahaan harus menjadi lebih cerdas, lincah dan handal.

Hyperconverged, Teknologi ‘Solusi semua dalam satu Kotak’

Kecerdasan sebuah sistem sejak dulu ditentukan oleh perangkat lunak yang berjalan di atasnya, yang biasanya terdiri dari tiga arsitektur utama (penyimpanan, komputasi dan hypervisor). Sistem ini juga statis karena masing-masing perangkatnya sulit (dan juga terkadang mahal) untuk diupgrade dan dikelola.

Teknologi Hyperconverged datang membawa perubahan besar, dengan menggabungkan tiga arsitektur tadi  ke dalam sistem tunggal. Seluruh sub-sistem bisa dikelola dengan satu perangkat lunak saja, yang bisa memberikan semua hal yang diperlukan dari sebuah sistem IT.

Selain integrasi yang mudah, sistem hyperconverged memberikan fleksibilitas lebih yang membaurkan bisnis dengan IT secara lebih luwes. Hal ini meningkatkan kelincahan perusahaaan dan mengurangi biaya yang dibutuhkan untuk IT.

Menurut Gartner, pasar ini akan berkembang hingga 13 kali lipat di tahun 2019. Untuk meraup peluang dari teknologi tersebut, Lenovo menyiapkan Lenovo Hyperconverged Infrastructure (HCI), sebuah solusi Hyperconverged (HX Series) yang menggabungkan penyimpanan, komputasi dan jaringan.

Apakah kini saatnya berpindah ke Hyperconverged?

Digitalisasi industri secara cepat mengubah dunia dan juga tatanan bisnis. Dampaknya bisa dirasakan di manapun kita berada – lihat saja perangkat seperti mobil cerdas, dan robot kolaboratif di pabrik pintar (smart factory).

Perusahaan tidak boleh lagi terlena dan lambat, karena kompetitor-kompetitor mereka sudah mulai merangkul teknologi baru seperti hyperconverged.

Sistem IT hyperconverged akan mendorong bisnis dan menjadi mesin utama bagi data center (DC) di masa depan.

 “Kami selalu berusaha agar pelanggan kami mampu mengakselerasi perjalanan mereka menuju digitalisasi. Waktu adalah kuncinya, karena semakin cepat sebuah perusahaan mengadopsi sistem ini, lebih baik,” ungkap Cin Cin Go, Commercial Director, Lenovo Indonesia.

Menurutnya, perangkat hyperconverged seperti Lenovo Converged HX Series saat ini sedang naik daun di kalangan bisnis karena memiliki nilai diferensiasi yang tinggi.

Sistem ini memiliki integrasi perangkat lunak yang lebih mulus, dan kinerja yang lebih tinggi dibandingkan pesaingnya. (***)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

To Top