Portal Lengkap Dunia Marketing

                                                                                                               
PR Hype

Ketika Kompetitor Mencaci di Depan Publik

Twit-war’ atau perang cuit, istilah yang tak asing lagi bagi para pengguna microbloging Twitter. Siapapun bisa terlibat dalam perang cuit, termasuk Dennis Crowley, CEO Foursquare dan kompetitornya Keith Rabois, mantan COO Square, akhir minggu lalu.

Perang cuit dua pemimpin perusahaan digital ini berawal dari ‘kicauan’ Rabois yang menyindir Foursquare tidak memiliki banyak pengguna, “Wow, who knew 40,000 developers use the @foursquare API…”

Crowley kemudian membalas, “Keep hating… and while you’re doing so Foursquare will keep becoming the location layer for the internet.” Perang memanas ketika salah seorang follower membalas ‘kicauan’ Rabois dengan nada kesal, “you just lost me as a fan”.

Ketika produk atau perusahaan seseorang dicaci di depan publik atau media seperti yang terjadi pada Foursquare, naluri untuk membalas memang tak bisa dihindari. Tapi, kapan, bagaimana, dan di mana membalasnya bisa menjadi kunci untuk mempertahankan informasi dan integritas mereknya dengan baik di pasar.

Bersabarlah selama mungkin untuk merespon

McAdory Lipscomb, CEO coach dan pemilik McAdory Management Strategies, mengatakan,” Saran saya apabila seorang CEO sedang marah dan ingin membalas cacian kompetitornya (di jejaring sosial), tulislah sesuatu di mana ia dapat melihatnya kembali dalam 30 menit, satu jam, kemudian satu hari. Kemudian putuskan jika ia memang ingin atau tidak mengirim balasan tersebut”.

“Jika memang ia merasa harus membalas, silakan lakukan,” imbuhnya.

Ada kalanya ketepatan waktu dalam memberikan respon menjadi sebuah faktor, tapi hasilnya bisa saja bernilai negatif jika seseorang terlalu cepat merespon.

Luruskan dengan fakta

Apabila kompetitor menyebutkan suatu hal yang tidak akurat tentang produk Anda yang mungkin saja membuat konsumen bisa mempercayainya, segera luruskan dengan fakta. Menurut Lipscomb, respon seperti “Saya ingin  menunjukkan beberapa fakta terkait…”, mungkin dapat menjadi trik yang berguna.

Jangan pernah merespon sendiri

“Sangat berbahaya apabila Anda merespon (cacian kompetitor) sendiri,” Lipscomb memperingatkan. Komunikasi yang tepat di dalam pasar tak hanya mempengaruhi si pengusaha saja, tetapi juga investor, stockholders, dan pelanggan. “Menggunakan penasihat terpercaya untuk communication advice adalah suatu langkah menuju kedewasaan manajemen,” ucap Lipscomb.

Gunakan kartu truf

Pada akhirnya, pelanggan akan menentukan apakah cacian itu benar. Daripada merespon dengan kemarahan yang hanya dapat menambah ‘kobaran api’, cobalah respon dengan kata-kata seperti ini: “Kami menghargai kompetitor, namun pasar yang akan menentukan siapa yang terbaik”.

(sumber: businessinsider.com)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

To Top