Portal Lengkap Dunia Marketing

Dunia Digital

Marketplace Kolaborasi Telkom dan Ebay

Sebagai marketplace pelat merah, Blanja.com memiliki tiga unique value preposition. Salah satu misinya membawa produk UKM binaan BUMN diterima di pasar nasional dan global. Untuk konsumen, benefit yang ditawarkan yaitu bisa membeli online produk global.

marketplace blanja.com

Sejak diluncurkan pada 8 Desember 2014, Blanja.com seperti tiarap dan sepak terjangnya kurang terdengar di pasar. Banyak yang bertanya-tanya mengapa Blanja.com tidak langsung menggempur pasar, mengingat marketplace ini merupakan usaha patungan dua korporasi besar, yakni PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) dan Ebay.

Setelah ditelisik, ternyata ini merupakan pilihan strategi yang diambil Blanja.com. Pertimbangannya, pada periode tahun 2014-2015 beberapa marketplace sedang agresif-agresifnya di pasar. Menurut Aulia Ersyah Marinto, CEO Blanja.com, selama dua tahun (2015-2016) Blanja.com fokus membangun fondasi. Ada lima fondasi dibangun Blanja.com yang mencakup menyiapkan SDM (talent), menyiapkan operasional, memperbaiki platform, meningkatkan jumlah seller (penjual), dan menyiapkan strategi marketing.

Hasilnya, sejak 29 Maret 2017 lalu, Blanja.com tampil dengan wajah baru, strategi baru, dan tim yang juga baru. Aulia mengatakan, Blanja.com sangat percaya diri bermain di pasar e-commerce karena didukung dua perusahaan besar. “Dukungan Telkom dan Ebay membuat kami confidence, karena keduanya perusahaan yang likuid, bukan perusahaan kemarin sore,” tutur Aulia yang dijumpai di kantornya, beberapa waktu lalu.

Pada Maret 2017 lalu, Telkom dan Ebay telah menyuntikkan dana segar sebesar Rp500 miliar untuk menyokong langkah ekspansif Blanja.com. Perinciannya, Telkom menggelontorkan investasi Rp300 miliar dan Rp200 miliar sisanya oleh Ebay. Seperti diberitakan beberapa media, porsi terbesar dari belanja modal tersebut dialokasikan untuk marketing. Agresivitas Blanja.com antara lain terlihat dari gencarnya beriklan di stasiun TV swasta akhir-akhir ini. Sementara di sisi lain, marketplace mengurangi iklan di TV.

Aulia menambahkan, saat ini Blanja.com memiliki tiga unique value preposition. Pertama, sebagai marketplace yang didukung Telkom, Blanja.com memiliki akses pasar ke subscriber Telkom Group. “Dengan jumlah subscriber Telkomsel 150 juta, total subscriber yang potensial untuk digarap Blanja.com mencapai lebih dari 250 juta,” tuturnya.

Kedua, sebagai marketplace yang didukung Ebay—yang merupakan pionir e-commerce global. Ebay memiliki pengalaman, teknologi, dan akses ke pasar global. Dengan dukungan Ebay, konsumen di Indonesia bisa membeli produk-produk global secara daring. Fitur produk global diluncurkan Blanja.com pada Desember 2016.

Produk Global

Aulia menjelaskan, membeli produk global melalui Blanja.com memiliki beberapa keuntungan, antara lain bisa membayar melalui payment lokal seperti ATM terbitan bank daerah atau e-wallet lokal. Keuntungan lain yaitu produk bisa dikirim ke rumah dan terbebas dari biaya tambahan seperti pajak impor tanpa melanggar aturan pemerintah tentang perpajakan. “Sekarang membeli produk global tidak harus ke luar negeri, beli saja di Blanja.com,” imbuh dia. Saat ini, produk-produk global yang diminati konsumen antara lain server, drone, dan produk-produk hobi.marketplace blanja.com

Ketiga, unique value preposition sebagai marketplace BUMN. Pada tahun 2016 lalu, Kementerian BUMN mendapuk Blanja.com sebagai marketplace pelat merah. Sebagai marketplace pelat merah, Blanja.com punya misi khusus membantu pemasaran produk dari 118 BUMN berikut mitra binaannya. Bukan saja membantu pemasaran ke dalam negeri, bahkan sampai ke luar negeri. “Kami secara spesifik fokus membawa produk asli Indonesia, karena UKM binaan BUMN 99% merupakan produk asli Indonesia, mulai dari barang rumah tangga, fashion, hingga kuliner,” katanya.

Aulia berpandangan, secara prinsip orang berbelanja karena ingin memenuhi kebutuhan, bukan karena dorongan diskon. Untuk menyikapi hal tersebut, Blanja.com berupaya memperbanyak pilihan jenis produk. Saat ini tersedia lebih dari 500 juta item produk di Blanja.com. Dengan jumlah sebanyak itu, Blanja.com mengklaim sebagai marketplace dengan jumlah produk terbanyak di Indonesia. “Kami percaya semakin banyak dan semakin komplet pilihan produk, konsumen akan datang,” jelas dia.

Sebagai marketplace, Blanja.com ingin menciptakan ekosistem yang sehat kepada penjual dan pembeli. Untuk menjadi penjual, baik itu individu maupun perusahaan, tidak dikenakan biaya. Namun, bukan berarti Blanja.com memberlakukan kebijakan yang longgar kepada penjual. Blanja.com memberlakukan sistem approval kepada calon penjual. Ini yang menjadi faktor pembeda Blanja.com dibandingkan kompetitor. ”Kalau Anda menjual barang yang tidak sesuai dengan ketentuan kami, tidak akan kami loloskan sebagai seller,” katanya.

Saat ini, jumlah pengunjung Blanja.com rata-rata di atas 12 juta dalam sebulan, dengan transaksi harian mencapai 5.000-6.000 transaksi. Untuk monetisasi, Blanja.com baru mengutip fee transaction kepada beberapa produk gadget. Di masa depan, sedang dipikirkan untuk mencari sumber penghasilan dari iklan.

Tahun ini Blanja.com punya target mencetak transaksi US$150 juta gross market value (GMV), lebih tinggi 50% dibandingkan realisasi transaksi tahun lalu yang hanya US$100 juta GMV. Aulia tidak secara spesifik menyebut target yang diberikan pemegang saham kepada Blanja.com. Dengan diplomatis dia mengatakan, Telkom dan Ebay sebagai pemegang saham sangat memahami sifat jangka panjang bisnis e-commerce. Bukan setahun dua tahun langsung memperoleh profit.

“Secara umum tantangan besar kita masalah logistik dan pengiriman. Masalah ini bukan dijawab oleh Blanja.com, tapi pemerintah. Kita ingin transaksi yang aman melalui kartu kredit dan ATM, ini juga bukan dijawab oleh kita, tapi berhubungan dengan BI dan OJK,” jelas dia.

Tony Burhanudin

MM.06.2017/W

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top