Portal Lengkap Dunia Marketing

Artikel Riset

Omzet Ritel Modern Tumbuh 23,8%!

Kini tren pasar ritel global mengarah pada pasar modern. Gejala ini merebak di semua kawasan regional, termasuk di Indonesia. Di negeri kita, perkembangan pasar ritel modern begitu pesat dalam satu dekade terakhir. Mereka bukan cuma agresif membuka gerai-gerai baru, tapi juga pandai memilih lokasi-lokasi strategis. Bahkan, mereka bisa membuka gerainya di jantung perkotaan atau berdekatan dengan pasar tradisional.

Perkembangan ritel dalam format pasar modern memang memberikan alternatif belanja yang menarik bagi konsumen. Selain menawarkan kenyamanan dan kualitas produk, harga yang mereka berikan pun cukup bersaing dibandingkan dengan pasar tradisional, hal ini dimungkinkan mengingat besarnya kemampuan modal para peritel modern. Dengan skala ekonomi yang lebih besar, pasar modern dapat mempersempit jalur distribusi sehingga mampu menawarkan harga yang jauh lebih kompetitif kepada konsumen.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis AC Nielsen, saat ini jumlah pasar tradisional di Indonesia sebanyak 1,79 juta buah, sedang jumlah pasar ritel modern tercatat 7.606 gerai.  Namun menurut Yongky Surya Susilo, Retailer Service Director AC Nielsen Indonesia, laju pertumbuhan pasar modern jauh lebih tinggi dibandingkan pasar tradisional. Dari sisi jumlah ritel, selama tahun 2004-2007 pasar tradisional hanya tumbuh 2%; sementara pasar modern tumbuh hingga 15%. Pertumbuhan pasar modern lebih tinggi lagi jika dilihat dari sisi nilainya, di mana pertumbuhannya mencapai 23,8%. Bandingkan dengan pertumbuhan pasar tradisional yang hanya 9,6%.

Akibatnya, kontribusi pasar tradisional terhadap total nilai pasar ritel nasional semakin mengecil. Lima tahun lalu, kontribusi pasar tradisional tercatat 75%, kini kontribusinya turun menjadi 65,6% dari total pasar ritel nasional. Sebaliknya, kontribusi pasar modern meningkat dari 25% menjadi 34,4%. Saat ini, berdasarkan perhitungan AC Nielsen, nilai penjualan produk ritel secara nasional mencapai Rp 63,6 triliun—tumbuh 14,3% dibandingkan  tahun sebelumnya, yang mencapai Rp 57,2 triliun.

Kendati mengalami pertumbuhan yang pesat, namun di antara sesama pemain ritel modern terjadi persaingan ketat. Kompetisi tersebut tampak dari gencarnya promosi yang mereka lakukan. Selain sering menawarkan diskon, mereka juga gencar beriklan di berbagai media. Menurut data AC Nielsen, belanja iklan mereka di tiga media utama (televisi, koran, dan majalah) pada tahun 2006 mencapai Rp 165,6 miliar. Angka ini meningkat 43,1% dibandingkan tahun 2005 yang tercatat sebesar Rp 115,7 miliar.

Selama ini, koran dianggap lebih efektif sebagai media untuk iklan mereka. Itu tampak jelas dari besarnya kontribusi koran yang mencapai 90,6% total belanja iklan kategori retailer. Selebihnya adalah majalah (5,2%) dan televisi (4,2%). Dan dari para pemain  yang beriklan ini, Hypermart dan Carrefour tercatat sebagai pembelanja iklan terbesar. Hypermart menghabiskan Rp 39 miliar, sedangkan Carrefour sebesar Rp 33 miliar. (Anang Ghozali)

Click to comment

0 Comments

  1. Anicelia

    March 13, 2012 at 21:35

    Wak pak download video gteiras nya ko bohong yah Video tutorial ini seharga Rp 99.000, namun Anda dapat memperolehnya secara gratis dan legal di sini. padahal saya pengen nyoba berpromosi lewat fb apalagi setelah baca sekilas tentang hebatnya fb bukan tida mungkin bisnis madu saya bisa lebih melesat ke depan[]paulus Reply:January 13th, 2011 at 13:15Minta maaf, Pak. Saat tulisan ini dibuat videonya masih bisa didonlot. Sekarang ternyata sudah ditiadakan sama pengelolanya. Kalo Bapak tertarik dengan video tersebut, nanti saya kirimkan link downloadnya ke email Bapak. Video tersebut dulunya memang dikasih gratis, dan bisa diberikan kepada siapa saja secara gratis.Terima kasih Bapak sudah mampir di sini.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

To Top