Portal Lengkap Dunia Marketing

Artikel Riset

Pangsa TV Lokal Kian Menciut

Reformasi  di negeri kita telah memberikan kebebasan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat. Tak terkecuali media massa, baik cetak maupun elektronik. Media televisi misalnya. Stasiun TV yang dulu jumlahnya terbatas, kini sudah mencapai puluhan. Bukan cuma yang cakupannya nasional, televisi daerah atau lokal pun semakin menjamur. Berdasarkan data yang dihimpun Majalah MARKETING, stasiun televisi lokal beroperasi sekarang tidak kurang dari 28 buah. Jumlah ini ke depan bakal bertambah karena beberapa investor kini sedang mengajukan izin siaran.

Kendati jumlahnya lebih banyak daripada stasiun TV nasional (11 stasiun), ternyata market share TV lokal masih jauh tertinggal ketimbang TV nasional. Ini merujuk hasil riset yang dilakukan AGB Nielsen Media Research di 10 kota besar pada semester I 2007,  di mana market share televisi lokal hanya 2,5%. Sedangkan pangsa pasar televisi nasional mencapai 97,5%. Dibandingkan semester I 2006, perolehan market share televisi lokal ini mengalami penurunan. Penciutan tersebut, di samping ada TV lokal yang tenggelam karena beban operasional yang tinggi, juga disebabkan gencarnya ekspansi yang dilakukan TV nasional.

Nah, di antara deretan televisi lokal yang rata-rata hanya mampu mencuri pangsa kurang dari 1%, Bali TV tercatat meraih pangsa paling besar (6%). Bagusnya, meski secara keseluruhan mengalami penciutan market share, namun dari jumlah iklan yang ditayangkan televisi lokal—terutama di Jakarta (O Channel, Jak TV, dan Space Toon), Bandung (BTV), Semarang (Cakra), dan Yogya (Jogja TV)—umumnya memperlihatkan kenaikan antara 11-33%. Sementara itu, Bali TV justru mengalami penurunan jumlah spot sebanyak 10% dibandingkan Semester I 2006.

Selain kenaikan jumlah spot iklan, hasil riset mencatat pula adanya peningkatan dari durasi audiens. Waktu yang dihabiskan pemirsa untuk menonton televisi lokal ternyata meningkat di hampir semua kota. Kenaikan terbesar terjadi di Denpasar, dari rata-rata 19 jam/pemirsa pada Semester I 2006 menjadi 33 jam/pemirsa pada Semester 2007. Sebaliknya, di Surabaya justru menurun dari rata-rata 11 jam/pemirsa menjadi rata-rata hampir 8 jam/pemirsa.

Televisi-televisi lokal juga lebih banyak menayangkan program lokal daripada program asing, perbandingannya 80:20. Dengan komposisi tersebut, program lokal yang paling banyak ditayangkan adalah hiburan—terutama musik. Sementara program asing yang paling banyak disiarkan adalah program animasi untuk anak-anak.

Menurut Helen, … AC Nielsen, sampai saat ini televisi lokal masih mampu bertahan di tengah persaingan dunia pertelevisian yang semakin ketat. “Namun untuk membukukan prestasi yang lebih sehat di masa mendatang, televisi lokal perlu mengenal siapa pemirsanya dan program seperti apa yang bisa memikat mereka untuk menonton, dengan tidak meninggalkan kekuatan daerah,” imbuh dia. (Anang Ghozali)

1 Comment

1 Comment

  1. Gina

    March 13, 2012 at 20:17

    “Tahukah kau, kita diatur oleh TV?” dari puisi Seorang Pendo’a Amerika Jim oleh Jim Morisson
    “Televisi membawa pembunuh ke rumah di mana televisi berada.” Alfred Hitchcock, sutradara film kelahiran Inggris
    “Televisi adalah wahana hiburan yang memungkinkan jutaan orang mendengarkan lelucon pada saat yang sama, dan tetap kesepian.” T.S. Eliot
    “Televisi membawa kebrutalan perang ke dalam ruang keluarga yang nyaman. Vietnam takluk dalam ruang-ruang keluarga Amerika bukan di medan perang Vietnam.” Marshall McLuhan
    “Ketika aku mendapat televisi pertamaku, aku tak lagi begitu peduli pada hubungan dekat.” Andy Warhol
    “Jika tiap orang meminta kedamaian bukannya televisi, maka kedamaian akan terwujud.” John Lennon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

To Top