Dunia Digital

Panji Pragiwaksono: Branding Lewat Konten Positif

Meski terlihat rajin wara-wiri di layar kaca, bukan berarti Pandji mengesampingkan aspek media sosial dalam berkarya. Seperti apa upaya personal branding via media sosial yang dilakukannya?

media sosial

Foto: Lia Lilyanti

Personal branding adalah hal wajib bagi sebuah merek. Layaknya produk atau jasa, public figure pun harus memiliki personal branding sebagai citra diri atau reputasinya. Tentu citra yang diharapkan adalah citra positif. Di era informasi seperti sekarang ini, akun media sosial pun tidak luput digunakan untuk membangun personal branding yang diinginkan. Buktinya, tidak sedikit artis atau public figure yang memanfaatkannya.

Media sosial saat ini juga hampir tidak bisa lepas dari segala sisi kehidupan masyarakat urban, sehingga sangat efektif membangun konsep citra diri sesuai yang diharapkan sang artis. Demikianlah juga yang dirasakan oleh Pandji Pragiwaksono Wongsoyudho, atau lebih dikenal dengan Pandji.

Seniman multitalenta ini memang terkenal cukup aktif dalam berkomunikasi di dunia maya melalui beberapa akun sosial medianya. Maklum saja, kiprah Pandji di panggung hiburan Tanah Air sudah cukup lama. Dia mengawali kariernya sebagai penyiar radio, lantas berlanjut sebagai presenter, rapper, penulis, aktor, sekaligus sebagai stand up comedian. Dari semua profesi yang dijalani tersebut, tentu saja peran komunikasi dan personal branding yang baik dalam dirinya sangat dibutuhkan.

Pria kelahiran Singapura, 18 Juni 1979 silam ini mengaku menaruh perhatian penting pada bentuk komunikasi dengan fans dan audiensnya melalui akun media sosialnya. Tidak heran, dirinya menjadi salah satu peraih Social Media Award untuk kategori Stand Up Comedy. Berdasarkan penilaian MediaWave, Pandji juga dianggap sebagai public figure dengan sentimen positif di media sosial.

“Membentuk personal branding itu penting, apalagi di social media. Social media buat saya adalah alat yang efektif. Bukan hanya karena gratis, tapi melalui socmed ini orang bisa bebas mengomunikasikan dirinya seperti apa. Daripada orang lain yang terlanjur mendefinisikan seperti apa diri kita, akan lebih baik bila kita merumuskan konsep diri kita sendiri untuk disampaikan kepada orang lain,” papar Pandji di sela Awarding Night Social Media Award.

Dia bertutur, media sosial yang saat ini ia gunakan yakni Twitter (918 ribu follower), Instagram (105 ribu follower), Youtube (22 ribu subscriber), serta Google Plus dan Stellar. Semua akun media sosial tersebut, menurut Pandji, terhubung langsung oleh dirinya. Sejauh ini dia mengaku tidak mengalami kesulitan berarti dalam berkomunikasi ataupun melakukan personal branding melalui media sosial. Hanya saja, kendala terberat yang dirasakan adalah konsistensi.

“Membuat konten di socmed bisa dilakukan semua orang dan relatif cepat, tapi perkara konsistensi dalam me-maintain konten tersebut belum tentu. Nah, di sini tingkat kedisiplinan diperlukan untuk komitmen berkarya dan mengomunikasikannya melalui socmed,” paparnya.

Menyoal konten, Sarjana Jurusan Desain, Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB) ini lebih memilih bentuk komunikasi yang inspiring, selain tentu saja karya dan aktivitas pribadinya terkait pekerjaan. Konten inspiring tersebut misalnya berbentuk cerita, opini, ataupun kritik sosial tentang pendidikan, pemerintahan, ataupun isu-isu kemasyarakatan terkini.

“Konten positif di internet kalah banyak dengan yang negatif. Bagaimana cara menyeimbangkannya? Dengan menciptakan konten positif di internet, di social media, dan dilakukan secara lebih rajin, lebih rutin, lebih disiplin, daripada mereka yang menyediakan konten buruk tadi. Kalau kita peduli, kita bisa melakukan perubahan, dimulai dengan sharing hal yang positif di social media,” pungkas Pandji optimistis.

Angelina Merlyana Ladjar

MM.11.2016/W

Konten positif di internet kalah banyak dengan yang negatif. Bagaimana cara menyeimbangkannya? Dengan menciptakan konten positif di internet, di social media, dan dilakukan secara lebih rajin, lebih rutin, lebih disiplin, daripada mereka yang menyediakan konten buruk tadi.” 

1 Comment

1 Comment

  1. slamet riyadi

    March 16, 2017 at 14:40

    Sy suka dgn gaya penulisan Panji Pragiwaksono di blog pribadinya pandjidotcom. Caranya menulis sangat logis dan argumentatif, tapi cukup mudah dicerna.

    Dia tdk suka menjelek-jelekan orang lain personally. Jika orang salah, maka akan ia tunjukkan kesalahannya itu dengan cara yang masuk diakal ….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

To Top