Dunia Digital

Persaingan Bisnis Gadai Jadi Lebih Sehat

Terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) nomor 31 tahun 2016 memberi angin segar bagi pelaku bisnis pergadaian di Tanah Air. Pasalnya selama ini bisnis pergadaian dimonopoli.

bisnis gadaiDalam peraturan teranyar OJK tertuang aturan mengenai pergadaian, meliputi bentuk badan hukum, permodalan, persyaratan dan prosedur perizinan usaha, serta penyelenggaraan kegiatan usaha. Aturan ini akan mendorong pertumbuhan bisnis pergadaian karena memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha pergadaian dan menciptakan persaingan yang sehat.

Aturan ini pun memberi peluang bagi perusahaan gadai swasta untuk melayani kebutuhan nasabah yang membutuhkan solusi gadai. “Adanya aturan ini juga meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan produk dan jasa pergadaian. Konsumen akan lebih terlindungi,” kata Yosafat Saputro, Direktur Utama PT HBD Gadai Nusantara.

Sebelum regulasi pergadaian digulirkan OJK, perusahaan gadai resmi hanya Pegadaian (Persero) yang merupakan milik pemerintah. Padahal sejatinya telah marak bermunculan jasa gadai di pinggir jalan yang dianggap tidak resmi tapi cukup digemari masyarakat lantaran mudah dan cepat mendapatkan uang tunai.

“Selama ini usaha gadai banyak dilakukan perorangan dengan jumlah mencapai puluhan ribu yang tidak dapat terdata dengan baik. POJK mengatur usaha pergadaian di tingkat kabupaten dan provinsi sehingga pelaku usaha pergadaian bisa terus berkembang,” jelas Effendi Sinaga, Direktur Operasional PT HBD Gadai Nusantara.

HBD Gadai Nusantara masuk bisnis pergadaian mulai Juni 2016 dengan memposisikan diri sebagai penyedia jasa gadai emas dan permata, melayani gadai emas mulai dari Rp200 ribu hingga Rp200 juta per surat bukti gadai. Saat mendapatkan pembiayaan tunai dengan menggadai barang, nasabah dikenakan biaya yang besarannya tergantung golongan dan jumlah pinjaman.

“Untuk golongan A dikenakan sewa modal 0,75% per 15 hari, sedangkan golongan B dan C dikenakan sewa modal 1% per 15 hari. Penerapan biaya gadai tersebut diharapkan dapat terjangkau nasabah sesuai misi perusahaan membantu meningkatkan kesejahteraan dan mengatasi masalah keuangan masyarakat dengan bahagia,” tutur Effendi.

Ada dua produk yang ditawarkan, yakni Gadai Emas Mudah dan Aman (GEMA) dan Gadai Emas Sistem Angsuran (GESANG). GEMA membantu masyarakat yang membutuhkan uang tunai dengan menggadaikan emas yang dimiliki, sedangkan GESANG membantu masyarakat yang ingin memiliki emas tetapi tidak punya cukup uang untuk membelinya.

“Konsumen yang ingin membeli  perhiasan, logam dan batu mulia bisa mengajukan pembiayaan ke cabang, kemudian juru taksir akan menaksir harganya. Nasabah cukup membayar uang muka sebesar 20% ke toko, sisanya 80% dibayar oleh HBD Gadai. Nasabah bisa mengangsur sesuai dengan tenor yang dipilih dan barang digadai hingga lunas,” terang Effendi.

Dia menambahkan, bergerak di bidang gadai tidak seperti perbankan yang mendapatkan dana dari masyarakat yang dapat dikelola. Sebaliknya, pergadaian harus memiliki modal. Seperti diatur POJK, ada syarat permodalan yang harus diikuti; yaitu untuk lingkup usaha kabupaten sebesar Rp500 juta, sedangkan lingkup usaha provinsi membutuhkan modal hingga Rp2,5 miliar.

HBD Gadai Nusantara sendiri mengucurkan modal di atas Rp5 miliar untuk mengoperasikan 11 cabang yang berada di 2 provinsi. Terdapat 6 cabang di Jakarta dan 5 cabang di Jawa Barat, dengan target mencapai 35 cabang  di tahun pertama.

“Kami menargetkan jumlah nasabah sebanyak 700 ribu nasabah dan omzet pinjaman yang disalurkan Rp150 miliar─Rp200 miliar. Angka tersebut cukup realistis, sebab hanya dalam kurun waktu beberapa bulan saja kami sudah berhasil menyalurkan pembiayaan gadai dan cicil emas sekitar Rp4,5 miliar dengan sisa pinjaman (outstanding) sekitar Rp1,5 miliar,” beber Effendi.

Selain memperbanyak cabang, HBD Gadai Nusantara terus meningkatkan kualitas pelayanan, di antaranya menyediakan layanan jemput aset bagi nasabah yang tidak bisa datang ke cabang. Nantinya juru taksir akan mengunjungi langsung nasabah dan dapat melakukan transaksi di tempat. Namun demi keamanan dan kenyamanan nasabah, pembayaran ditransfer melalui akun bank.

Direktur SDM PT HBD Gadai Nusantara Sandjoko Tanojo, menyebutkan juru taksir di HBD Gadai memiliki standar kompetensi. Ini sesuai aturan OJK; memiliki ahli taksir, ahli gadai, dan tempat penyimpanan—barang konsumen—yang aman. Semua itu agar produk yang digadai jangan sampai di bawah nilai taksir semestinya dan merugikan konsumen.

“Saat ini HBD Gadai memiliki 10 juru taksir yang andal, kredibel dan kompeten, serta punya pengalaman atau jam terbang yang cukup memadai di bisnis pergadaian. Di setiap cabang, juru taksir dibantu kepala cabang yang memiliki keahlian menaksir. HBD Gadai memiliki kombinasi SDM mantan dari Pegadaian dan perbankan,” ungkap Sandjoko.

Gadai Berbasis Daring

Semarak perkembangan pergadaian memberi semangat perusahaan financial technology (fintech) di Indonesia, salah satunya Pinjam.co.id. Perusahaan rintisan (startup) ini berinovasi mengembangkan jasa gadai berbasis teknologi digital yang menempatkan diri sebagai penyedia jasa gadai online pertama di Tanah Air.

mm_gadai2

Direktur Utama Pinjam.co.id Teguh Basuki Ariwibowo, mengungkap alasan masuk ke bisnis pergadaian karena sedang berkembang pesat, pangsa pasarnya diperkirakan sudah lebih dari Rp100 triliun. “Masih minimnya jumlah orang Indonesia yang memiliki akun atau akses ke bank menjadikan jasa gadai sebagai alternatif utama masyarakat mendapatkan uang tunai secara cepat dan murah,” jelasnya.

Pinjam.co.id menerima aset gadai berbentuk barang elektronik, kendaraan bermotor, dan emas untuk melayani masyarakat Jakarta, dengan nilai pinjaman mulai Rp250 ribu hingga Rp100 juta per surat bukti gadai. Tenornya 12 minggu atau 3 bulan, dan hanya bisa diperpanjang 1 bulan.

“Jumlah anggota Pinjam.co.id sudah mencapai 20 ribu, dengan jumlah nasabah sekitar 1.500 nasabah dan pembiayaan yang disalurkan sebesar Rp2 miliar per bulan,” ungkap Teguh.

Setiap pinjaman dikenakan biaya yang besarannya tergantung jumlah pinjaman, dan diminta membayar biaya mingguan sebesar 0,7% dari jumlah pinjaman. Nasabah tidak dikenakan biaya administrasi dan provisi, tetapi ada biaya tambahan asuransi 0,1% sampai 0,5% disesuaikan dengan periode pinjaman.

Aplikasi Pinjam.co.id menyediakan fitur taksiran online suku bunga yang kompetitif berupa taksir online 24 jam dan layanan antar jemput barang dengan mengunggah foto barang jaminan untuk mendapatkan estimasi. Jika calon nasabah setuju, mereka bisa mengajukan pinjamannya kapan pun dan di mana pun.

Caranya datang ke kantor cabang atau mitra pinjaman, layanan antar jemput barang yang digadaikan melalui kurir, atau calon nasabah mengirim menggunakan jasa pengiriman. Meski sudah ditaksir secara online, nilai pinjaman di akad ditentukan setelah serah terima barang gadai. Kebanyakan taksiran oleh juru taksir tidak jauh berbeda dari estimasi online.

“Rata-rata kisaran harga di antaranya. Bisa lebih tinggi atau rendah, tergantung kondisi fisik barang,” sebut Teguh.

Pinjam.co.id memiliki tim penaksir sendiri sebanyak 8 juru taksir yang berada di 3 kantor cabang di wilayah Jakarta. Selain kantor cabang, melayani konsumen dilakukan melalui kerja sama dengan mitra pinjam, seperti perusahaan dagang atau jasa, toko emas, koperasi simpan pinjam, toko ponsel, toko kamera, toko laptop dan dealer kendaraan bekas, juga minimarket dengan customer base dan memiliki existing business yang berjalan.

“Kami sudah memiliki 20 mitra pinjam dengan target hingga tahun 2017 mendatang sudah menggandeng 200 mitra pinjam. Untuk ekspansi cabang sendiri tidak akan terlalu agresif, harapannya bisa menambah 5─7 cabang dengan fokus di Jabodetabek,” tutup Teguh.

Moh. Agus Magrhibi

MM.11.2016/W

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

To Top