Portal Lengkap Dunia Marketing

Lifestyle

PicMix: Jadikan Foto Lebih Baik dan Menarik

Dengan fitur frame dan sticker kreatif, PicMix membuat pengalaman berbagi foto hasil jepretan swafoto di media sosial menjadi lebih menyenangkan. 

Picmix

Calvin Kizana – Founder & CEO Picmix (Foto: Lilyanti)

Selfie sudah menjadi kebiasaan umum dan tren di Indonesia. Tak hanya didominasi kalangan remaja, anak-anak dan orang tua pun turut melakukan swafoto. Bahkan kegiatan berfoto ria tersebut banyak dilakukan selebriti papan atas hingga para pejabat negara.

Menurut Calvin Kizana, Founder & CEO PicMix, budaya selfie berkembang pesat di Tanah Air dikarenakan perilaku orang Asia, khususnya orang Indonesia, yang canggung dan malu bergaya di depan fotografer ataupun difoto orang lain. Alhasil, mengambil foto selfie adalah cara yang menyenangkan untuk menunjukkan kepercayaan diri, kepribadian, dan gaya.

Fenomena foto narsis yang diambil oleh diri sendiri semakin tren seiring dengan berkembangnya alat komunikasi modern, baik smartphone maupun tablet. Tren ini betul-betul dimanfaatkan produsen smartphone untuk berlomba merilis produk yang dilengkapi dua kamera—depan dan belakang—serta beresolusi canggih yang mampu menyaingi keberadaan kamera digital.

picmix

 

“Sebelum tren selfie menjamur, sejatinya kamera depan pada smartphone lebih dipergunakan untuk mendukung video call semata. Namun, lambat laun berubah menjadi kamera untuk selfie. Bahkan sebagian produsen smartphone terang-terangan memposisikan keunggulannya di ranah kamera,” jelas Calvin.

Faktor lain yang mendorong budaya selfie adalah bermunculannya situs-situs media sosial untuk berbagi foto. Tak ketinggalan pengembang konten digital pun berlomba-lomba memahami keinginan konsumen dengan menghadirkan beragam aplikasi fotografi dan edit foto untuk mendukung hasil foto selfie supaya lebih bagus dan menarik.

Salah satunya PicMix, aplikasi media sosial berbasis foto buatan anak bangsa yang telah sukses digunakan banyak orang di dunia. Aplikasi ini memungkinkan penggunanya menerapkan filter digital, dan membagikan foto atau video ke berbagai layanan jejaring sosial, termasuk milik PicMix sendiri.

“Kelebihan PicMix adalah kemampuannya menggabungkan foto atau kolase foto dengan menggunakan frame (bingkai) berbagai tema dan stiker untuk menghias foto serta penambahan teks dalam foto agar lebih keren,” ujar Calvin.

Pengguna dapat membuat kolase menggunakan bingkai atau stiker yang tersedia secara gratis atau membeli frame premium. Sementara pemilik merek dapat memanfaatkan PicMix untuk komunikasi pemasaran berupa kontes foto kreatif. Peserta yang ingin mengikuti kontes ini diharuskan menggunakan bingkai dan stiker yang disediakan oleh merek penyelenggara kontes.

Selanjutnya kontestan diharuskan berbagi foto hasil editannya melalui jejaring sosial sehingga branding-nya terbawa secara viral. Jadi, bukan hanya aktivitas pemasaran saja yang didapatkan pemilik merek. Di balik itu diperoleh data pengguna dan media sosial yang digunakan. “Sampai saat ini sudah lebih dari 60 merek dari berbagai industri yang bergabung dengan PicMix,” beber Calvin.

Garap Komunitas

Yang menarik, PicMix memiliki sejumlah fitur andalan yang tidak bisa ditemui di berbagai aplikasi sejenis, salah satunya Fitur Group untuk mewadahi komunitas atau orang-orang yang memiliki minat sama. Fitur tersebut memungkinkan seluruh pengguna untuk berbagi foto dan video serta berinteraksi di dalam satu aplikasi.

Saat ini telah terbentuk lebih dari 1.000 grup di dalam PicMix, mulai dari grup foodies, travel, sepeda, lari, sepakbola, pencinta hewan, dan lainnya. Selain bisa membentuk dan memulai grup baru sendiri, mereka juga bisa dengan bebas memamerkan hasil karya ke teman-teman di dalam grup yang sama.

“Termasuk berbagi foto-foto selfie mereka, karena yang namanya komunitas dan media sosial tidak terlepas dari foto dan video,” kata Calvin.

Sejak tahun lalu, PicMix gencar menggelar kegiatan temu komunitas (community meet up). Aktivitasnya beragam, di antaranya PicMix Gathering yang dihadiri ratusan orang dari komunitas PicMix, dan Pokemix yang diikuti ribuan komunitas Pokemon Go Indonesia. Pengunjung yang datang dapat mengikuti kontes foto, menangkap Pokemon, dan acara seru lainnya.

Menjaring komunitas dinilai Calvin merupakan langkah strategis dalam mengembangkan bisnis PicMix ke depannya. Saat ini pengguna PicMix tercatat sudah mencapai angka yang cukup fantastis, lebih dari 30 juta pengguna di seluruh dunia. Lebih dari 35% pengguna berasal dari Indonesia, Afrika Selatan 22%, India 11%, dan sisanya terbagi di sejumlah negara di Asia dan Afrika.

“Kampanye pemasaran berbasis komunitas sangat efektif meningkatkan loyalitas pengguna dan menunjang target penambahan pengguna. Kami menargetkan penambahan 10 juta pengguna, atau menjadi 40 juta pengguna di tahun 2017 ini,” sebut Calvin.

Dia mengemukakan selfie memang memiliki jalan yang masih panjang sebagai bagian dari gaya hidup. Pasalnya, tren ini dipercaya akan terus berjalan seiring dengan perkembangan inovasi teknologi fotografi. PicMix pun mencoba memaksimalkan ceruk ini dengan merambah hardware untuk foto selfie.

“Kami telah meluncurkan PicMix YoYo untuk membuat foto selfie makin kece. Fitur ini dituangkan dalam bentuk photo booth dengan didukung semua mesin yang ada di PicMix, sehingga pengguna bisa menambahkan bingkai, stiker, teks, termasuk cetak foto dalam bentuk animasi,” pungkas dia. 

Moh. Agus Mahribi

MM.07.2017/W

Selfie memang memiliki jalan yang masih panjang sebagai bagian dari gaya hidup. Pasalnya, tren ini dipercaya akan terus berjalan seiring dengan perkembangan inovasi teknologi fotografi.”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top