Portal Lengkap Dunia Marketing

                                                                                                               
Marketing

Pionir di Kategori Teh Putih

Merek ini berhasil menciptakan kategori baru di pasar teh kemasan siap minum. Teh putih atau white tea menggunakan bahan baku daun teh pilihan dan proses produksi yang berbeda dibandingkan jenis teh kemasan lainnya.

Mengonsumsi teh dalam kemasan sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia. Bahkan, dalam perkembangan selanjutnya, minum teh kemasan menjadi gaya hidup, terutama bagi kaum urban. Tidaklah mengherankan jika volume penjualan teh dalam kemasan tumbuh positif. Menurut Euromonitor, volume penjualan teh kemasan di Indonesia tumbuh 10%, atau setara 1,2 miliar liter tahun 2014 lalu.

white tea

Euromonitor mencatat dua alasan pasar teh kemasan sangat potensial di Indonesia. Pertama, teh dalam kemasan menawarkan kepraktisan. Kedua, teh dalam kemasan diuntungkan dengan iklim tropis Indonesia. Banyak konsumen yang membeli teh kemasan dingin untuk mengusir dahaga saat cuaca panas. Teh dalam kemasan populer di kalangan anak-anak muda. Sementara teh panas yang disajikan secara tradisional populer di segmen orang tua.

Potensi pasar yang menggiurkan mendorong beberapa produsen terjun ke pasar teh kemasan, salah satunya PT Singa Mas Indonesia (SMI). Anak perusahaan Charoen Pokphand Group, yang bergerak di industri beverage RTD (ready to drink) ini turun ke pasar dengan beberapa merek, yakni Fiesta White Tea, Fiesta Black Tea, Frozen Mineral Water, Teh Serrr, dan Fruitamax.

Melalui merek Fiesta White Tea, SMI menjadi market driving teh kemasan di kategori white tea. Menurut Santo, terdapat empat jenis teh di dunia; white tea, green tea, oolong tea, dan black tea. Keempat jenis teh ini berasal dari tanaman teh yang sama, Camellia sinensis. Yang membedakan adalah bagian daun yang dipetik dan proses pembuatan menjadi teh.

Fiesta White Tea sendiri adalah teh dalam kemasan pertama di Indonesia yang menggunakan white tea sebagai bahan baku utama. Dari setiap batang pohon teh, hanya dipetik satu helai daun yang paling muda untuk bahan baku Fiesta White Tea. Karena dibuat dari daun teh termuda dan tidak melalui proses oksidasi, Fiesta White Tea pun memiliki antioksidan sangat tinggi.

“Antioksidannya paling tinggi dibandingkan tiga kategori yang lain, tapi aromanya paling soft dibandingkan jenis teh lainnya,” tutur Santo, PR & Marketing Event Manager PT Singa Mas Indonesia, dalam kesempatan penjurian Marketing Award 2016, beberapa waktu lalu, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta.

Susanto Kadarusman (PR & Marketing Event Manager) dan Yohan Arsianto (Brand Manager)

Susanto Kadarusman (PR & Marketing Event Manager) dan Yohan Arsianto (Brand Manager)

Fiesta White Tea bukan saja memiliki keunggulan dilihat dari bahan baku yang digunakan. Dari segi proses produksi, Fiesta White Tea menggunakan teknologi Aseptic Cold-Filling, yang membuat Fiesta White Tea tahan untuk jangka waktu lama tanpa pengawet. Selain itu, Fiesta White Tea hanya menggunakan gula rafinasi asli tanpa pemanis buatan.

Fiesta White Tea membidik target pasar pria dan wanita berusia 28─45 tahun. Secara psikografis, segmen pasar tersebut terdiri atas konsumen yang aktif dan peduli pada kesehatan, namun tetap menginginkan kesegaran dan kepraktisan teh dalam kemasan.

Segmen Premium

Elemen gaya hidup tentu tidak dipisahkan ketika menggarap segmen berusia muda dan produktif. Bisa dimengerti ketika yang keluar di pasaran White Tea adalah rasa Peach, Jasmine, dan Lychee. Varian rasa ini tentu sudah akrab di lidah kaum urban.

PT Singa Mas Indonesia ingin memposisikan Fiesta White Tea sebagai teh kemasan premium.  Produk ini dibanderol Rp5.500 per botol. Santo mengklaim, harga tersebut setara dengan minuman siap minum lain ukuran 450 ml, namun dengan nilai tambah yang lebih besar. “Sesuai dengan target market yang cenderung memiliki SES A, B+, penjualan Fiesta White Tea dititikberatkan di modern market,” imbuh Santo.

Santo mengungkapkan, Fiesta White Tea yang diluncurkan tiga tahun lalu mampu mencetak pertumbuhan 30% per tahun. Inilah buah kerja keras SMI dalam mengedukasi pasar. Padahal sebelum kategori ini hadir di pasar, kebanyakan konsumen Indonesia belum terbiasa mengonsumsi white tea.

“Masyarakat Indonesia umumnya tidak menyukai white tea karena soft, tidak manis, warnanya terang seperti air putih, dan tidak sepet,” jelas Santo. Untuk membangun awareness dan meraih market share, SMI gencar melakukan serangkaian strategi marketing.

Di ranah media sosial, Fiesta White Tea memborbardir posting tentang white tea dan Fiesta White Tea. Di media sosial, Fiesta White Tea menggunakan artis beken Agnez Mo, Sarah Sechan, Wulan Guritno, dan Arina Ephipania sebagai endorser. Di ranah above the line, Fiesta White Tea antara lain memanfaatkan TVC dan memasang billboard di beberapa kota. Untuk lebih meyakinkan konsumen, SMI bekerja sama dengan PPTK (Pusat Penelitian Teh dan Kina) Gambung mempublikasikan hasil penelitian tentang white tea di salah satu surat kabar nasional.

Tony Burhanudin

MM092016/W

Strategi Marketing Fiesta White Tea

Positioning: Fiesta White Tea diperuntukkan bagi pria dan wanita dengan usia 28─45 tahun yang aktif dan peduli tentang kesehatan namun masih menginginkan kesegaran dan kepraktisan teh dalam kemasan.

Pricing: Rp5.500 per botol, sekelas dengan RTD ukuran 450 ml lainnya.

Outlet: Sesuai dengan target market yang cenderung memiliki SES A, B+, penjualan Fiesta White Tea dititikberatkan di modern market.

Promosi:

  • TVC untuk memperkenalkan keunggulan Fiesta White Tea.
  • Advertorial mengedukasi tentang kategori white tea di media cetak maupun digital.
  • Meng-endorse para key opinion leader seperti Agnez Mo, Sarah Sechan, Wulan Guritno, Arina Ephipania, dan lain-lain untuk mem-posting tentang white tea dan Fiesta White Tea di akun media sosial mereka.
  • Bekerja sama dengan PPTK Gambung untuk mempublikasikan hasil penelitian mereka tentang white tea di harian nasional.
  • CSR dan event-event untuk lebih mengenalkan Fiesta White Tea ke masyarakat.
  • Billboard di berbagai kota untuk meningkatkan awareness.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

To Top