Portal Lengkap Dunia Marketing

Dunia UKM

Pionir Soal Inovasi Thermal Bag

Tas keluaran GabaG bukan hanya artistik, namun juga mempunyai fungsi yang dibutuhkan konsumen. Salah satu produk unggulannya adalah kantung ASI.

gabag

Masyarakat urban, terutama kaum hawa, memiliki daftar yang spesifik untuk memenuhi segala kebutuhannya. Jika bicara tas saja, ada banyak jenis yang dibutuhkan, seperti tas untuk kerja, tas untuk piknik, atau tas untuk menghadiri acara resepsi pernikahan.

Dilihat dari fungsi yang ditawarkan tas, ada satu lagi jenis tas yang dibutuhkan masyarakat urban, yakni tas yang mampu untuk menjaga kehangatan dan kesegaran bahan-bahan yang disimpan di dalamnya. Jika kita menyimpan makanan atau minuman, maka tas tersebut mampu mempertahankan kondisi makanan atau minuman sesuai keinginan.

Jenis tas tersebut adalah thermal bag. GabaG merupakan pelopor thermal bag bergaya modern dan dinamis pertama di Indonesia. GabaG yang diproduksi oleh PT GabaG Indonesia, pertama kali meluncur tahun 2011 lalu. Merek ini dibesut oleh pasangan suami-istri Gabriella Rayana Lengkong dan Fandy Sundoro. Merek GabaG sendiri terinspirasi dari nama panggilan sang istri, “Gaby”.

Sejak berdiri tahun 2011 hingga saat ini, GabaG melakukan berbagai terobosan. Tahun 2012 GabaG mengeluarkan garansi tahan dingin 16 jam. Setahun kemudian, untuk menjaga mereknya, GabaG mempatenkan merek GabaG. Tahun 2014, GabaG memperkenalkan identitas baru, yakni “GabaG Uniqly” sekaligus meluncurkan dua produk baru; Breastmilk Storage Bag dan Hypoallergenic Breastpad.

Tahun 2015 merupakan momen penting bagi perjalanan merek GabaG. Di tahun ini GabaG berhasil menembus pasar Malaysia dan Australia. Di tahun keempatnya, GabaG pun berhasil meraih penghargaan bergengsi Top Brand dan Rekor Bisnis. Kualitas produk GabaG juga makin diakui setelah berhasil mendapatkan sertifikat dari Sucofindo untuk garansi dingin 16 jam.

gabag thermal bag

GabaG bukan cuma agresif dalam merilis produk, namun juga melengkapi produknya dengan fitur dan layanan inovatif. Sebagaimana dituturkan Fandy Sundoro, Direktur Utama PT GabaG Indonesia, dalam 2–3 tahun terakhir GabaG sudah meluncurkan beberapa produk inovatif. Produk-produk tersebut antara lain Cooler Bag antibocor, tahan dingin 20 jam, dan garansi jahitan 6 bulan.

Masih di produk yang sama, GabaG juga meluncurkan Cooler Bag yang dilengkapi dengan fungsi penyimpanan laptop dan perlengkapan lainnya. Untuk segmen anak prasekolah, GabaG meluncurkan GabaG Kids yang memadukan tas dan cooler. Dengan tas ini anak-anak bisa membawa perlengkapan sekolah dan bekal makanan.

Produk inovatif lainnya yakni Kantung ASI (air susu ibu) berukuran 100 ml. Ukuran 100 ml dinilai efisien, karena  dapat mengurangi ASI yang terbuang, mengingat daya minum anak usia 0─6 bulan masih di bawah 100 ml sekali minum. Selain tiga produk inovatif tersebut, GabaG juga masih punya produk unggulan lain, yaitu Ice Gel GabaG.

Fandy mengungkapkan, strategi inovasi GabaG berhasil meningkatkan kinerja merek dan mendongkrak kinerja finansial GabaG. “Pertumbuhan penjualan kami dalam tiga tahun terakhir rata-rata mencapai 10%–29%,” tutur Fandy saat penjurian Marketing Award di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan, GabaG berhasil mengembangkan pasarnya karena menciptakan inovasi berkelanjutan yang sesuai keinginan pasar. Selain itu, GabaG juga piawai menciptakan viral di media sosial, sehingga produknya banyak diperbincangkan netizen dan menjadi lifestyle. Kunci keberhasilan lainnya; GabaG sukses menciptakan pasarnya sendiri, sehingga produk kompetitor menjadi tidak relevan ketika dihadapkan pada GabaG.

Bisnis Meningkat

Keberhasilan GabaG dalam menciptakan inovasi dan menjadi market driving berdampak pada peningkatan skala bisnis. Awalnya GabaG hanyalah industri rumahan dan produksinya diserahkan kepada pihak lain. Namun, dua atau tiga tahun berikutnya bisnis GabaG meroket. Saat ini GabaG memiliki fasilitas produksi di Balaraja, Tangerang. Di luar karyawan back office, GabaG mempekerjakan 100 karyawan bagian produksi dan 7 karyawan divisi sales dan marketing. “Sebulan bisa menjual sekitar 8 ribu piece tas, untuk kantung ASI kami bisa menjual 40 ribu─50 ribu per bulan,” ungkap Fandy. gabag thermal bag

Sebagai perusahaan yang bergantung pada inovasi, tantangan ke depan GabaG adalah menjaga spirit inovasi. Jika ingin tumbuh berkesinambungan, GabaG tidak boleh terlalu bergantung pada ide inovasi dari pemilik. Sebagaimana dituturkan Fandy, selama ini ide inovasi memang datang dari dia dan istrinya. Untuk menghindari hal ini, dia berupaya mendorong karyawan agar punya jiwa inovasi. “Sejak awal mendirikan perusahaan saya ingin mengembangkan talent-talent dari internal perusahaan,” tuturnya.

Inovasi juga yang akan menjaga GabaG dari pesaingnya. GabaG mengakui saat awal memulai usaha (2011─2012), tekanan persaingan belum terlalu kencang sehingga dia bisa nyaman bermain di pasar. Sejak tahun 2014, kondisinya sudah berbeda, karena banyak produk baru yang masuk pasar. Fandy mengatakan, untuk menghadapi kompetitor pihaknya melakukan dua hal, yakni melakukan inovasi dan diversifikasi produk.

“Diversifikasi produk dengan meluncurkan produk untuk anak-anak. Ini strategi kami untuk mengikat anak-anak. Sekarang banyak merek terkenal masuk pasar thermal bag. Banyak konsumen yang mencari thermal bag di toko, bilangnya ingin membeli GabaG,” katanya seraya menambahkan harga tas GabaG bervariasi dari Rp200.000–Rp500.000.

Tony Burhanudin

MM.09.2017/W

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top