Artikel Riset

Promag melenggang sendirian

Pola makan kurang teratur serta tuntutan hidup yang cukup besar memicu tingginya tingkat serangan maag pada penduduk perkotaan. Hasil survei terbaru dari SurveyOne memperlihatkan pola konsumsi obat maag serta tingginya penetrasi obat ini pada responden di 6 kota utama di Indonesia (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar). Survei yang melibatkan 2.000 responden tersebut, memperlihatkan kecenderungan mengkonsumsi obat maag yang semakin besar pada penduduk dengan status sosial yang makin tinggi. Yang cukup merisaukan adalah informasi bahwa 34% responden yang diwawancarai mengaku pernah mengkonsumsi obat maag dalam 3 bulan terakhir.

Dari puluhan obat maag (OTC) yang beredar di pasaran, ada 3 merek yang sangat dikenali oleh target konsumennya: Promag keluaran Kalbe, Waisan produksi Bintang Toedjoeh, dan Mylanta dari ParkDavis. Hal ini tampak jelas ketika ditanyakan merek obat maag apa yang paling mereka ingat. Yang  terbanyak disebutkan spontan adalah Promag, dengan persentase Top of Mind (TOM) brand awareness mencapai 78,4%; diikuti Waisan 8%; dan Mylanta 7,2%. Merek-merek lain hanya di-recall kurang dari 0,4% responden. Jika TOM brand awareness Promag unggul dan stabil di setiap status sosial responden, maka Waisan  cenderung menurun seiring meningkatnya status sosial. Sebaliknya, Mylanta cenderung meningkat (Tabel 1).

Kondisi yang berbeda terlihat pada merek yang paling sering mereka beli. Setelah sang juara Promag, Mylanta (7,7%) naik ke peringkat kedua menggantikan Waisan (6,6%). Promag merajai di semua kelompok sosial, Mylanta merata dikonsumsi konsumen dengan status sosial C hingga A+, sedangkan Waisan tetap jago di kalangan menengah bawah (Tabel 2).

Alasan memilih obat maag yang terbanyak adalah kecocokan, lalu kehebatan khasiatnya, dapat mengatasi gejala maag, dan obat yang ampuh (Tabel 3). Menariknya, pada status sosial menengah bawah (C dan D), ampuh (kuratif) lebih banyak menjadi alasan pemilihan merek, sedangkan pada status sosial menengah ke atas (B hingga A+) lebih karena kemampuan obat tersebut mengatasi gejala maag (preventif).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

To Top