Portal Lengkap Dunia Marketing

Artikel Riset

Riset Global Penggunaan Produk Kecantikan Konsumen Spanyol Lebih Pesolek

Di zaman sekarang ini yang namanya penampilan terasa kian penting. Banyak orang yang terobsesi untuk bisa tampil menarik dan cantik layaknya seorang artis atau model—seperti yang sering mereka lihat di papan iklan atau cover majalah. Penampilan menarik memang sangat diperlukan. Selain bisa meningkatkan rasa percaya diri, orang lain pun akan lebih appreciate.

Sebuah riset menunjukkan, saat ini lebih dari dua per tiga konsumen global sangat menekankan pada upaya untuk tampil menarik dibandingkan konsumen zaman dahulu. Namun itu bukan berarti konsumen akan meningkatkan anggaran belanjanya untuk tampil dengan gaya yang menarik sepanjang waktu. Demikian hasil riset yang dirilis AC Nielsen tentang penggunaan produk perawatan kesehatan dan kecantikan.

Usaha mereka untuk tampil menarik dan cantik terlihat dari tingkat pembelian produk kesehatan dan kecantikan. Berdasarkan interview terhadap 25.408 pengguna internet global, hampir 80% dari mereka  mengklaim pernah membeli produk kesehatan dan kecantikan. Spanyol adalah negara yang memiliki tingkat pembelian tertinggi, yakni mencapai 93%. Disusul oleh konsumen Vietnam (88%), Perancis dan Portugal (85%). Pandangan ini lebih banyak dikemukakan oleh anak remaja yang menginjak dewasa dengan proporsi lebih dari 75%.

Kendati menekankan perlunya tampil menarik, namun banyak konsumen yang tidak serta merta meningkatkan anggaran belanjanya untuk keperluan itu. Hal ini terungkap dari pernyataan mayoritas responden yang mengatakan bahwasanya mereka tidak mengeluarkan uang lebih banyak untuk pembelian produk dan perawatan kecantikan.

Konsumen yang mengeluarkan lebih banyak uang untuk keperluan seperti itu didominasi oleh mereka yang tergolong remaja dan dewasa. Sebaliknya, responden yang semakin tua kurang tertarik untuk meningkatkan anggaran belanjanya untuk produk dan perawatan kecantikan, atau untuk menunda proses penuaan.

Pria Metroseksual Tambah Banyak

Banyak alasan mengapa orang mengeluarkan duit untuk keperluan perawatan pribadi. Namun hasil survei AC Nielsen menunjukkan 60% dari mereka beralasan agar bisa tampil percaya diri. Alasan ini terutama dikemukakan oleh 73% wanita serta konsumen yang berusia 21–29 tahun. Alasan lain yang dikemukakan oleh 50% responden adalah agar bisa terlihat menarik di mata pasangan atau kekasihnya, dan hanya 20% yang beralasan supaya bisa mendapat pasangan baru.

Dalam survei yang melibatkan responden di 46 negara tersebut, ditemukan juga bahwa lebih dari 80% konsumen setuju bahwa saat ini banyak kaum pria yang lebih tertarik dalam perawatan pribadi. Jumlah pria metroseksual yang menghabiskan waktu dan uang untuk berpenampilan menarik ternyata sangat banyak. Anggapan ini dikemukakan oleh konsumen yang berasal dari New Zealand (92%), Afrika Selatan (91%), China dan Perancis (90%).

Untuk merawat dan meningkatkan penampilan, umumnya mereka fokus pada perawatan rambut, bersamaan dengan perawatan kulit serta wajah. Dan bagi mereka, uang bukanlah masalah. Dan jika uang tidak masalah buat mereka, maka mereka akan membelanjakannya untuk body massages dan memutihkan gigi. Setelah body massages, wanita lebih banyak memilih perawatan wajah dan rambut. Sedang kaum laki-laki lebih banyak memilih untuk memutihkan gigi kemudian perawatan rambut.

Sementara itu, supermarket dan toko obat/farmasi adalah tempat yang paling banyak dikunjungi konsumen untuk mencari produk kesehatan dan kecantikan. Lebih dari separuh konsumen yang disurvei mengatakan bahwa mereka membeli produk kesehatan dan kecantikan di supermarket atau toko obat. Supermarket paling banyak dikunjungi oleh konsumen yang berumur di bawah 34 tahun. Tercatat lebih 60% dari mereka yang berusia 16-34 tahun membelinya melalui channel ini.

Kendati konsumen menganggap uang bukan masalah untuk keperluan perawatan pribadi, namun dalam soal memilih produk, mereka tetap concern pada harga. Lebih dari 60% konsumen menyebut harga merupakan faktor utama yang mempengaruhi pemilihan produk kesehatan dan kecantikan. Berikutnya adalah promosi produk dan merek dengan persentase kurang dari 50%.

Meski demikian, faktor harga ini banyak dikemukakan oleh responden yang lebih muda, khususnya yang berumur 15-17 tahun. Sementara faktor promosi produk lebih banyak dikemukakan oleh responden kelompok umur 21-24 tahun. Demikian pula halnya dengan faktor rekomendasi dari teman.

Click to comment

0 Comments

  1. Claudia

    March 14, 2012 at 12:22

    Baik Dajjal, Al Mahdi ataupun Nabi Isa As. yang akan turun klbmaei ke bumi, pada dasarnya tidak ada dalam Al Quran.Dajjal sudah ada sejak manusia ada, seperti kasus pembunuhan antaranak Adam As;Al Mahdi atau Imam Mahdi sudah datang sebagaimana diharapkan oleh Nabi Ibrahim As. dlm QS. 2:129 yakni nabi pamungkas, penutup para nabi, ajarannya berlaku sampai akhir zaman itulah Nabi kita Muhammad SAW (QS. 5:3 dan 33:40), inilah Al Mahdi yang sesungguhnya.Nabi Isa As. yang konon’ akan datang klbmaei ke dunia, ternyata dibantah oleh Al Quran sendiri, bahwa misi para rasul dan nabi terdahulu sudah selesai dan dia tak akan diminta pertanggung jawaban atas nabi/rasul sesudahnya yakni Nabi Muhammad SAW (QS. 2:134 dan 141).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top