Portal Lengkap Dunia Marketing

Dunia Digital

Taiwan Incar Pasar IOT Indonesia

Taiwan, negara yang terkenal dengan produk ICT (Information, Communication, Technology) dan komputer ekspansif memperkenalkan solusi IOT (Internet of Things) ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Dalam Taiwan Expo 2017 yang digelar di Jakarta Convention Center 12 – 14 Mei, Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) ikut memperkenalkan teknologi IOT dari Taiwan. Tidak tanggung-tanggung TAITRA memboyong 58 merek terkait solusi IOT dari berbagai industri seperti perawatan kesehatan, olahraga dan rekreasi, air serta solusi intelejen.

Tony L K Lin, Deputy Executive Director TAITRA mengatakan, Indonesia yang luas wilayahnya 53 kali lebih luas dari Taiwan dan jumlah penduduknya 10 kali besar dari Taiwan sangat membutuhkan solusi IOT. Dia menambahkan adopsi IOT di berbagai negara berbeda-beda. “Di AS IOT banyak digunakan untuk sarana publik seperti transportasi. Sementara di Taiwan IOT banyak digunakan untuk kesehatan dan transportasi,” tuturnya Tony.

Para pembicara berbincang-bincang di sela-sela Seminar Solusi IOT Taiwan untuk Smart Living, di Jakarta Convention Center, Jumat (12/5/17)

Para pembicara berbincang-bincang di sela-sela Seminar Solusi IOT Taiwan untuk Smart Living, di Jakarta Convention Center, Jumat (12/5/17)

Tony mengatakan, manfaat IOT antara lain untuk menciptakan efisiensi, baik di layanan publik maupun industri. Tingginya minat untuk menerapkan IOT di berbagai negara membuat nilai bisnis IOT akan meningkat cukup pesat di masa depan. Dia memprediksi nilai bisnis IOT global akan mencapai 1700 juta dolar AS di tahun 2020. Pasar IOT Asia pasifik sendiri akan berkontribusi sekitar 678 juta dolar AS di tahun itu.

Salah solusi yang menggunakan IOT adalah smart city. Beberapa kota di Indonesia dalam beberapa tahun giat membangun smart city, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Perihal adopsi smart city di Indonesia, Soegiharto  Santoso, Chairman Aptiknas (Asosiasi Pengusaha TIK Nasional) mengatakan, Indonesia belum memiliki acuan (blue print) mengenai smart city.

Guna memberi masukan kepada pemerintah mengenai smart city, pihaknya mendirikan Asisindo (Asosiasi Sistem Integrator dan Sekuriti Indonesia). Selain itu, Asisindo akan meresmikan smart city center di Mangga Dua Square dalam waktu dekat. “Di situ akan ditampilkan produknya, pelatihan, dan teknologi yang berkaitan dengan smart city,”  tuturnya.

Dia mengingatkan, sukses adopsi smart city membutuhkan dukungan masyarakat. “Seperti di Jakarta Smart City Center di Balai Kota dibantu dengan aplikasi Qlue. Misalnya ada kejadian pohon tumbang atau tumpukan sampah, masyarakat harus melapor,” tutur Dewan Pembina Asisindo tersebut.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top