Portal Lengkap Dunia Marketing

Marketing

Teh Kelas Dunia dengan Sentuhan Cita Rasa Lokal

Savis sukses memikat para penikmat teh premium. Merek asli Indonesia ini mampu menghasilkan teh yang sangat unik dan memberikan cita rasa yang sangat spesial.

 

teh savis

Lily Gunawan, CEO PT Ara Savis Sejahtera (Foto: Lia Lilyanti)

Selama ini kebanyakan teh premium yang beredar dan dikonsumsi masyarakat Indonesia merupakan produk impor. Ironisnya, produk tersebut menggunakan bahan baku asal Indonesia. Daun teh berkualitas hasil perkebunan di Nusantara dikirim ke luar negeri, diolah di sana, kemudian dikemas menjadi teh premium, diberi merek, dan dipasarkan kembali di sini dengan harga selangit.

Di tengah serbuan produk impor yang kian masif, Savis mencoba meramaikan pasar teh premium. Merek lokal di bawah PT Ara Savis Sejahtera, produsen teh asal Sukoharjo, Jawa Tengah ini menawarkan sensasi teh kelas atas.

Lily Gunawan, CEO PT Ara Savis Sejahtera, menuturkan Savis berkiprah di pasar teh premium sejak tahun 2014. Didorong oleh antusiasme untuk mengangkat keanekaragaman teh yang ada di Indonesia serta menjunjung kearifan lokal. “Savis mempersembahkan beraneka ragam teh kelas dunia dengan sentuhan cita rasa lokal,” katanya.

Menjadi pendatang baru di industri teh premium tentu bukanlah perkara mudah. Namun, berbekal pengalaman dan pengetahuan seluk-beluk industri teh nasional—khususnya teh tradisional, Lily meyakini Savis akan mendapat tempat di hati penikmat teh di Tanah Air dan mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

teh savis

“Meski tergolong pemain baru, Savis memiliki benang merah dengan merek legendaris ‘Teh Kepala Djenggot’ yang sudah menancapkan kukunya di pasar teh nasional sejak tahun 1951. Pengalaman inilah yang menjadi salah satu modal kami untuk mampu bersaing dengan merek premium lainnya,” ungkap dia.

Lily menambahkan, sejatinya sebagai produk yang dihasilkan di negara sendiri, pastinya kualitas teh Savis lebih terjaga dan tak kalah dari teh impor karena menggunakan bahan-bahan mutu terbaik yang langsung diambil dari alam Indonesia. Savis adalah satu-satunya produk yang dihasilkan produsen teh premium di Indonesia yang mempunyai latar belakang pabrikan lebih dari 65 tahun, sedangkan merek lain pada umumnya hanya dikemas ulang (repacking).

“Savis didesain menawarkan keistimewaan yang lebih dari produk premium lainnya. Bagi kami premium adalah satu kesatuan rangkaian mulai dari pemilihan bahan, proses, kemasan, rasa, dan penyajiannya yang lebih baik. Savis merupakan produk yang menggabungkan tradisi, seni, dan teknologi untuk mendukung gaya hidup sehat dan alami,” ucap Lily.

Selain ingin mengangkat pamor teh produksi dalam negeri, pertimbangan Savis merambah ke bisnis teh premium karena melihat peningkatan kesadaran (awareness) dan kebutuhan konsumen terhadap produk berkualitas, termasuk teh sebagai minuman yang banyak dikonsumsi masyarakat.

“Masuk ke bisnis teh premium juga menjaga kesinambungan industri teh sebagai industri yang berakar dari warisan turun-temurun dan menjadi budaya masyarakat. Harapannya, tradisi minum teh di generasi mendatang tidak hilang dan mereka bangga mengonsumsi produk dan merek asli Indonesia, yang selama ini diasumsikan sebagai teh berkualitas rendah dan murah,” jelas Lily.

Diferensiasi Jadi Keunggulan

Lily mengakui kompetisi di bisnis teh premium sangat tinggi. Alhasil, dibutuhkan diferensiasi yang kuat untuk memenangkan persaingan. Strategi ini pula yang diterapkan Savis dengan menciptakan banyak varian teh yang unik dan khas. Disesuaikan dengan karakter Indonesia, namun dapat dinikmati semua pencinta teh di seluruh dunia.

Hampir semua jenis teh diproduksi Savis, mulai dari teh tradisional, teh putih (white tea), teh hitam (black tea), teh hijau (green tea), hingga teh oolong (oolong tea). Setiap jenis teh memiliki ragam varian, baik single origin tea untuk penikmat teh murni atau blend tea, teh racikan berbahan campuran khusus berupa buah-buahan maupun aromatik yang kaya rasa.

Keunikan yang ditawarkan, Savis menggunakan aromatik khas Indonesia, seperti daun pandan dan sereh, rempah-rempah seperti kayu manis, jahe, kapulaga, dan cengkeh. Savis satu-satunya teh yang memiliki racikan otentik dan unik yang tidak ada di pasaran, seperti Teh Krampoel—teh dengan sensasi irisan jeruk terapung yang hanya bisa dijumpai dalam wedangan di Kota Solo dan Yogyakarta—yang sekarang dapat dinikmati kapan pun dan di mana pun.

Kemudian ada varian Teh Mangga Kweni yang harum khas Indonesia, dan Royal Princess, satu-satunya teh melati tradisional yang menggunakan resep kuno dan alami. Teh dicampur dengan kuncup melati murni yang diproses lebih dari satu bulan sehingga menghasilkan wangi lembut seperti parfum mahal. Berbeda dengan teh melati yang ada di pasaran, diproses dengan flavor tambahan yang menghasilkan aroma terlalu tajam dan cepat hilang.

Savis juga memiliki White Tea Pomegranate dengan bahan teh putih yang memiliki antioksidan tinggi dan baik untuk kecerdasan otak anak. Selain itu ada Sekar Kedhaton, racikan eksotik ala keraton Solo dengan campuran teh putih premium, teh hijau yang berasal dari pohon teh yang berusia ratusan tahun, rempah-rempah eksotik Indonesia, dan kuncup bunga mawar yang aroma seduhannya membawa kita pada kecantikan putri keraton Jawa di masa lalu. Ada pula blue tea, teh berwarna biru eksotis yang dapat dicampur sebagai cocktail dan mocktail yang sangat cocok untuk kawula muda.

Tak hanya produk yang unik, Savis juga berkomitmen menciptakan produk berkualitas yang memiliki nilai lebih bagi kesehatan. Saat ini konsumen makin cerdas, mereka tidak hanya melihat kemasan tetapi juga rasa dan manfaat untuk menunjang gaya hidup modern, sehat, dan alami. Dalam memproduksi, Savis memiliki tenaga-tenaga ahli yang didukung oleh mesin produksi berteknologi dan standar mutu yang tinggi.

Menurut Lily, umumnya teh celup yang beredar di pasaran menggunakan bahan tidak bebas klorin dan stapples (logam), yang berbahaya bagi kesehatan, apalagi jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Berbeda dengan Savis yang bebas dari keduanya. “Konsumen dapat menikmati teh Savis tanpa gula karena rasanya tidak pekat. Kami ingin mengedukasi konsumen untuk hidup sehat mengurangi konsumsi gula sebagai salah satu faktor tertinggi penyebab penyakit mematikan menurut penelitian terkini dari para ahli,” jelas Lily.

Selain kemasan standar, Savis memiliki kemasan ekonomis untuk segmen food service dengan menghilangkan bagian-bagian yang tidak perlu, tetapi tetap mempertahankan kualitas premiumnya. “Savis menyediakan tester gratis untuk hotel, restauran, kafe kelas premium. Bagi konsumen yang ingin mencoba kenikmatan teh premium Indonesia, tersedia paket seharga Rp500.000 hanya dengan membayar Rp150.000,” pungkasnya.

Moh. Agus Mahribi

MM.02.2017/W

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

To Top