Portal Lengkap Dunia Marketing

Artikel Riset

Tren Belanja Furnitur dan Perabot Lewat Internet

Seiring dengan kemajuan teknologi, dewasa ini aplikasi internet juga berkembang pesat. Banyak hal yang bisa dilakukan melalui media maya ini. Selain untuk berkirim surat atau mencari informasi, internet juga bisa digunakan untuk keperluan belanja, pesan tiket,  dan berbagai transaksi perbankan. Kini, kebanyakan orang sudah tidak bisa terlepas dengan media tersebut.

Tren belanja lewat internet atau lebih dikenal belanja online juga makin berkembang. Hal ini terlihat dari meningkatnya industri e-commerce secara global. Di Indonesia sendiri, meski belum besar, jumlah transaksi e-commerce pun menunjukkan peningkatan signifikan dalam lima tahun terakhir. Sedang di negara maju, seperti di Amerika Serikat (AS), perkembangan e-commerce-nya sudah demikian pesat.

Umumnya, buku adalah salah satu produk yang paling banyak dibeli lewat internet. Kendati demikian, bukan berarti produk lain seperti mebel atau perabot rumah tangga tidak memiliki peluang. Menurut riset yang dirilis oleh PriceGrabber.com, walaupun banyak konsumen yang masih enggan berbelanja produk furnitur dan perabot rumah tangga secara online, namun survei yang melibatkan 1.417 pembelanja online di AS ini memperlihatkan ada 74% responden yang akan survei terlebih dahulu lewat internet sebelum membeli produk furnitur. Dan sebanyak 84% responden mengatakan bahwa mereka akan melakukan survei di internet sebelum membeli perabot rumah tangga.

Di samping itu, responden juga menyebut kenyamanan dan kemudahan untuk mendapatkan harga murah sebagai alasan utama mereka akan membeli secara online. Kemudian 23% dari mereka berharap dapat meningkatkan belanja online dalam satu tahun mendatang untuk produk furnitur dan perabot rumah tangga.

Tren yang ditunjukkan dalam survei tersebut menandakan bahwa konsumen sekarang lebih nyaman mengunjungi website yang berisikan tawaran produk furnitur atau perabot rumah tangga, baik sekadar mencari info ataupun membelinya. Hal ini terlihat juga dari sumber informasi yang didapat, di mana internet merupakan sumber yang paling banyak dipilih (70%) ketika responden menentukan produk apa yang akan dibeli dan di mana membelinya. Sumber berikutnya yang diakses adalah toko furnitur, ritel umum, katalog, dan kawan atau keluarga.

Lebih jauh lagi, survei yang dilakukan pada pertengahan 2006 ini menunjukkan,  sebenarnya jika ingin membeli produk furnitur atau perabotan rumah tangga mayoritas responden akan mencari informasinya melalui internet—meski pada akhirnya mereka lebih suka membeli produk tersebut secara langsung di toko. Mereka lebih nyaman membeli secara online untuk produk elektronik.

Saat ini memang sebagian besar dari mereka membeli produk furnitur dan perabot rumah tangga tidak melalui internet. Namun survei juga mencatat bahwa 23% responden di masa mendatang akan melakukan belanja secara online. Sebanyak 34% dari mereka beralasan karena kemudahan untuk mendapatkan harga yang lebih baik. Ini merupakan alasan yang paling banyak dikemukakan. Alasan lainnya adalah kenyamanan, sebagaimana yang dikemukakan oleh 21% responden. Kemudian 18% responden beralasan karena bebas biaya pengiriman.

Sementara itu, responden yang tidak memilih belanja secara online lebih dikarenakan mereka perlu melihat produknya secara nyata. Hal ini dikemukakan oleh mayoritas responden (70%). Hanya 11% yang merasa kurang percaya terhadap customer service dari sebuah online retailer.

Membeli produk furnitur atau perabot rumah tangga secara online memang belum menjadi tren di Indonesia karena berbagai sebab. Namun demikian, melihat tren konsumen yang menjadikan internet sebagai media untuk mencari informasi produk sebelum mereka membeli, internet akan semakin efektif sebagai etalase dan sarana promosi bagi produk furnitur dan perlengkapan rumah tangga di masa mendatang. (Anang Ghozali)

1 Comment

1 Comment

  1. Melani

    March 13, 2012 at 23:52

    Kalau yang namanya nolepakan dalam dunia salles sudah merupakan bagian dari resiko pekerjaannya.Pengalaman saya sebagai salles dalam mendongkrak penjualan sehingga konsumen tertarik untuk membeli adalah :1. Lakukan berulang-ulang dalam mempromosikan produk, bisanya seorang konsumen tidak cukup 1 kali akan menerima begitu saja penawaran kita.2. Miliki kemampuan membaca karakter konsumen, dan dapatkan kesamaan kepentingan dalam memilih…berikan dia sebuah pilihan bukan paksaan.Intinya..konsumen melihat sikap salles dalam membawakan dan mempromosikannya dan hanya 20% saja yang melihat produknya.Yah…ini hanya sebatas pengalaman saya mas Anthony…bukan berarti cara saya juga paling benar.Blog barunya oke banget mas Anthony…Selamat dan semoga sukses…Oh..ya..kapan-kapan boleh juga saya jadi guest writter disini…tapi ijinkan saya memilih waktu yang tepat…maklum kadang-kadang masih sibuk offline neh..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top