Portal Lengkap Dunia Marketing

Artikel Riset

Uang Plastik Bermasalah?

Uang plastik adalah istilah yang populer melekat pada kartu-kartu yang dapat digunakan untuk bertransaksi, yang katanya dapat mengeliminasi semua kekurangan yang terdapat pada alat pembayaran konvensional. Kelebihannya di antaranya adalah bisa dibawa dengan mudah, aman, memudahkan pencatatan, fleksibel dalam penggunaan, bisa  digunakan untuk belanja melalui internet, dan lainnya. Tetapi, cukup sering terlihat ketidakpuasan konsumen dibeberkan di media massa, baik tentang kartu kredit, kartu debet ataupun ATM. Tentu saja sebenarnya hal ini sangat berpeluang terjadi karena  sedemikian banyaknya jumlah pemakai kartu-kartu tersebut di Indonesia (menurut AKKI—Asosiasi Kartu Kredit Indonesia—jumlahnya sudah mencapai 7,5 juta orang di tahun 2005).

Menyikapi hal tersebut, sejak Maret lalu Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) bekerjasama dengan Bank Indonesia, menyelenggarakan bulan pengaduan konsumen kartu kredit dan ATM. Hasil kegiatan yang dilaporkan pada 21 Mei 2005 berhasil mengumpulkan 901 pengaduan konsumen tentang kartu kredit dan ATM. Sejatinya, di YLKI sendiri pengaduan tentang kartu kredit dan ATM selalu menempati urutan pertama dalam 3 tahun terakhir. Pada 2002 ada 80 pengaduan, pada 2003 jumlahnya menurun menjadi 49 buah, sedangkan hingga Agustus 2004, jumlahnya mencapai 30 buah.

Masalah-masalah yang dikemukakan konsumen sangat beragam, dimulai dari cara penagihan yang tidak menyenangkan hingga terjadinya pembobolan ATM. Beragam permasalahan yang diadukan konsumen di antaranya adalah:

  1. Perilaku buruk debt collector.
  2. Tagihan salah alamat.
  3. Penyalahgunaan kartu kredit.
  4. Sudah tidak punya tagihan, tetapi masih ditagih.
  5. Kartu tetap diperpanjang, meskipun sudah mengajukan pengunduran diri.
  6. Seringnya perubahan nomor kartu oleh bank yang menghambat transaksi.
  7. Uang yang ditarik tidak keluar dari ATM.
  8. Dikenakan tagihan yang sudah dilunasi.
  9. Tidak mengirimkan tagihan, tetapi mengenakan late payment charge dan interest.

10.  Perpanjangan kartu tidak pernah diterima, malah dikenakan tagihan atas transaksi yang tidak pernah dilakkukan.

11.  Diskriminasi dengan alasan tunanetra.

12.  Standar waktu pemindah bukuan/transfer.

13.  Hadiah.

14.  Pembobolan ATM.

Ada 20 institusi keuangan yang dilaporkan nasabahnya dalam masa tersebut. Terbanyak diraih oleh Citibank (17,5%), berikutnya GE Finance (12,7%), Bank Mandiri (11,7%) dan HSBC (11,3%). Jenis permasalahan yang terbanyak diadukan adalah bunga berbunga (36%) dan debt collector (30,2%), sedangkan permasalahan lainnya diadukan oleh sekitar 34% pelanggan lainnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top