Portal Lengkap Dunia Marketing

                                                                                                               
Lifestyle

Wisatawan Tiongkok Kian Terpikat Pesona Indonesia

Jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia meningkat 27,3%, khusus ke Bali meningkat 43,4%. Indonesia menargetkan terima kunjungan 2 juta wisatawan Tiongkok di tahun 2017 dan 10 juta di tahun 2019.

wisatawan tiongkok akan ekspansi besar-besaran ke wilayah asia pasifikJakarta, Marketingcoid – Pada 2016, jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia sebesar 1.141.330, meningkat  27,3% dari tahun sebelumnya.

Minat dan impresi wisatawan Negeri Tirai Bambu dalam mencari informasi terkait dengan keelokan pariwisata Indonesia tampak semakin meningkat.

Hal ini mendorong Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI untuk melanjutkan kerja sama strategis yang telah terbangun sejak 2016 dengan Baidu, perusahaan berbasis teknologi dan media terkemuka dari Tiongkok.

Tahun 2017 ini, Kementerian Pariwisata memanfaatkan dua platform tambahan yaitu Baidu Map dan OTP Qunar yang akan melengkapi produk Baidu lainnya, seperti Baidu Search Engine, Display Ads dan Baidu Travel.

Produk tersebut selama setahun kemarin dinilai sangat efektif dalam mengedukasi masyarakat Tiongkok tentang pesona pariwisata Indonesia, khususnya destinasi wisata unggulan, seperti Bali, Lombok, Banyuwangi, Jogja-Solo-Semarang, Manado dan Labuan Bajo.

Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya menuturkan kemitraan tahun lalu telah membuahkan hasil impresif. Jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia berhasil meningkat, bahkan Bali mengalami peningkatan 43,4%.

Akses terhadap informasi terkait pariwisata Indonesia yang terpublikasi di berbagai perjalanan wisata maupun di Baidu Travel, dalam waktu singkat mampu menarik minat lebih dari 320.000 pembaca dengan impresi di atas 1 juta.

Pencarian kata kunci ‘Bali Island’ meningkat sebesar 45%, dan pencarian kata kunci ‘Indo Travel’ juga meningkat sebesar 11%.

“Dengan pemanfaatan Baidu Maps dan Qunar, kami optimistis wisatawan Tiongkok akan semakin teredukasi tentang Indonesia dan semakin mudah menjangkau Indonesia,” ujar Arief Yahya.

Baidu Maps adalah peta digital yang menawarkan tampilan citra satelit, peta jalan dan peta dalam ruang yang canggih. Aplikasi ini juga menyediakan rekomendasi akan beragam jenis transportasi terbaik yang dapat dipertimbangkan wisatawan dalam mencapai destinasi tujuan. Baidu Maps tersedia di smartphone dengan sistem operasi Android maupun iOS.

Dengan pengguna aktif lebih dari 300 juta orang setiap bulannya, memiliki cakupan point of interest global sebanyak 140 juta dan mengelola permintaan lokasi sebanyak 72 miliar per harinya, Baidu Maps menjadi andalan lebih dari 25% wisatawan Tiongkok yang tengah melakukan lawatan ke luar negeri.

“Setelah peluncuran di Indonesia, Baidu akan meluncurkan Baidu Maps di negara-negara Asia Pasifik lainnya. Pada peluncuran pertama di Indonesia, akan tersedia 1000 point of interests mencakup Jakarta dan Bali. Jumlah tersebut akan terus dikembangkan, termasuk 10 destinasi utama lainnya yang menjadi prioritas Kemenpar RI,” terang Ken Tao, Business Director Baidu Indonesia.

Sementara itu, Qunar merupakan aplikasi perjalanan wisata nomor satu di Tiongkok dengan 4,5 juta pengunjung aktif harian. Melalui Qunar, wisatawan Tiongkok yang ingin berwisata ke Indonesia dapat mempoleh informasi akurat tentang penerbangan domestik dan internasional, paket liburan, hingga informasi wisata lainnya secara detil. Qunar sendiri adalah perusahaan mobile dan online travel platform yang mayoritas sahamnya dimiliki Baidu.

“Baidu sangat bangga dan mengapresiasi dimanfaatkannya produk-produk kami oleh Pemerintah Republik Indonesia. Hal ini semakin mendorong kami untuk semakin mengoptimalkan kontribusi Baidu dalam meningkatkan popularitas serta daya tarik pariwisata Indonesia di kalangan wisatawan Tiongkok,” kata Ken Tao.

“Pendekatan OTP yang menjadi fokus kerja sama ini juga sangat strategis untuk diterapkan karena mayoritas wisatawan Tiongkok berusia di bawah 45 tahun dan 68% menjadikan informasi berbasis internet atau online sebagai salah satu referensi utama dalam menentukan destinasi wisata.”

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

To Top