10 Perintah Media Sosial untuk Merek (Bagian 2)

0
671

Marketing.co.idTren media sosial telah menarik massa dari seluruh dunia, dan tidak ada tren yang memiliki pengaruh luar biasa seperti media sosial.

Berbeda dengan jaman dulu, kini banyak orang yang terhubung ke internet dengan tujuan untuk mengunjungi media sosial. Mereka ingin berhubungan dan chatting, berbagi peristiwa hidup, atau sekadar diskusi untuk bertukar pikiran dengan teman-teman.

Berikut lanjutan dari 10 aturan sederhana agar merek lebih terhubung dengan para penggemar dan memaksimalkan value dari kehadiran online mereka:

6. Jangan memonopoli percakapan.

Di media sosial Anda perlu mendengarkan sebelum berbicara, karena dinamika percakapan dan aturan perilaku online bisa berbeda tergantung pada konteks dan pihak yang hadir. Dedikasikan sebagian waktu Anda untuk secara proaktif melibatkan audiens, kemudian membagi sisa waktu antara konten dan mempromosikan merek Anda.

7. Berbuat baik lah.

Pikirkan media sosial sebagai megaphone atau pengeras suara terbesar di dunia. Mengapa demikian? Karena hal itu dapat membuat suara online Anda lebih nyaring, lebih jauh, dan lebih cepat daripada sebelumnya.

Media sosial selalu penuh atraksi dan ramai. Ambilah manfaat dari kesempatan yang ada untuk mendorong hal positif. Materi yang Anda terbitkan secara online tidak boleh terlalu bersifat promosi.

Buatlah konten yang bermanfaat. Hal ini akan membantu pemirsa menghemat waktu atau uang, meningkatkan pembelajaran dan kesadaran, atau menawarkan opini penting dan wawasan.

Misalnya, menawarkan tentang perkembangan tren untuk membantu para penggemar dan para pengikut membuat hubungan yang berharga. Anda perlu secara konsisten mencari cara untuk membantu, mendampingi dan meningkatkan kualitas audiens Anda.

8. Haruslah murni bisnis.

Meskipun kita bisa menampilkan kepribadian dalam komunikasi di media sosial, namun bisnis dan kesenangan jarang sekali bisa berjalan berdampingan dengan baik. Itu sebabnya akun pribadi dan korporat sebaiknya dibuat terpisah.

Ingat: pengguna mengikuti akun bisnis karena mereka ingin mengetahui merek tersebut, dan mengharapkan konten yang sesuai dengan citra inti dan tetap fokus. Postingan apapun di luar wilayah ini mungkin akan membuat bingung, dan berpotensi merusak citra merek Anda.

Komunikasi secara universal seharusnya bersikap sopan, profesional dan on-topic. Dengan demikian kita dapat meminimalkan risiko terjadi salah paham atau kontroversi.  Jaga nada dan suara dengan penuh hormat – menghindari munculnya keluhan, komentar negatif dan menusuk di kompetisi dengan segala cara.

9. Menghormati hashtag

Hashtag Twitter merupakan kendaraan yang bagus untuk menyoroti topik yang relevan, menyedot perhatian audiens, dan mendorong keterlibatan penggemar. Namun, mereka juga bisa berbahaya bila digunakan secara tidak benar, yaitu terlalu sering atau dalam konteks yang tidak pantas.

Sering kali, merek menggunakan hashtag secara berlebihan atau menempatkannya dalam posting yang tidak berhubungan demi mendorong visibilitas. Masalahnya hal ini dapat membuat pemirsa merasa tertipu, terutama jika mereka tidak menambahkan hashtag konteks yang relevan untuk percakapan atau berpotensi mengalienasi para pembaca.

Hal ini dapat menyebabkan reaksi negatif terhadap suara online Anda dan akhirnya bisnis Anda. Hasilnya, tidak saja akan menghambat perolehan penggemar, tetapi juga berpotensi mencoreng citra merek Anda.

10. Janganlah berbohong.

Dengan alasan untuk menggoda atau memperindah, melakukan penggelembungan kebenaran secara online bisa menjadi bumerang atau bahkan berpotensi menyebabkan tuntutan hukum.

Karenanya, bersikaplah jujur dengan audiens Anda. Jika para penggemar dan para pengikut memiliki pertanyaan mengenai skenario yang berkembang – misalnya, krisis PR potensial – kadang-kadang, jawaban terbaik adalah dengan mengatakan kita belum tahu. “Maaf, tapi kami tidak tahu. Namun, yakinlah kami sedang bekerja pada itu, dan akan membiarkan Anda tahu sesegera mungkin.”

Kepercayaan adalah dasar dari setiap hubungan, dan kehilangan kepercayaan dapat memiliki dampak nyata pada merek dan persepsi pelanggan Anda.

Seperti kata Benjamin Franklin, “once pointed out, it takes many exchanges to build a positive reputation, but only one mistake to undo it.”

Sumber: www.mashable.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.