5 Kesalahan Penjual Saat Berdagang di Situs Jual-Beli Online

4
1420

a3

 Situs jual-beli online alias e-commerce adalah media terpopuler yang sering digunakan penjual dalam bisnis online. Siapa saja bisa berjualan di situs tersebut, relatif tanpa biaya. Banyak penjual yang dapat menjalankan bisnisnya melalui situs jual-beli online.

 Sayangnya, tidak semua penjual mampu menggunakan fasilitas yang diberikan situs dengan maksimal. Mereka tidak mengetahui kunci sukses berjualan di situs jual-beli online.

Meskipun relatif mudah menjalankan bisnis di situs jual-beli online, faktanya masih banyak penjual yang melakukan kesalahan-kesalahan umum sehingga berdampak pada angka penjualan produknya. Mengapa penjual tidak bisa meraup profit yang signifikan saat berdagang di situs jual-beli online?

Foto produk tidak jelas dan tidak menarik

Banyak penjual yang mengambil gambar produk dari kejauhan sehingga subjek gambar menjadi tidak fokus. Inti dari gambar itu sendiri menjadi tidak jelas. Hal ini penting untuk diperhatikan penjual agar pemasaran produk menjadi efektif.

Jika gambar tidak jelas atau bahkan diambil dari kejauhan, produk tidak akan ditonjolkan secara fokus. Akibatnya, calon pembeli tidak mendapatkan keterangan gambar dengan jelas, bahkan menjadi malas meng-klik untuk mendapatkan info produk lebih lanjut.

Tidak menjelaskan deskripsi produk dengan lengkap

Penjual cenderung lupa tentang hal-hal kecil mengenai toko online-nya, salah satunya penulisan deskripsi produk. Padahal, semakin detil penjual menjelaskan produk, semakin besar kemungkinan konsumen melakukan pembelian.

Deskripsi produk harus dijelaskan sedetail mungkin sampai ke hal-hal kecil mengenai produk. Jika konsumen paham fungsi dan penggunaan produk, ia akan lebih tertarik untuk membeli. Penulisan deskripsi produk mungkin terlihat sepele, namun ini sangat mempengaruhi konsumen saat memutuskan untuk membeli atau tidak.

Barang yang diterima pembeli tidak sesuai dengan foto produk

Penjual memang dituntut untuk menonjolkan sisi menarik dalam foto produk. Namun, bukan berarti penjual boleh “menipu” pembeli melalui foto yang menarik. Banyak pembeli mengeluhkan ketidaksesuaian pesanannya dengan foto produk yang dipajang di situs jual-beli online.

Pada banyak kasus, penjual menampilkan foto produk yang kesannya berkualitas super. Sayangnya, pembeli menerima produk yang kualitasnya jauh berbeda dari kualitas yang ditampilkan foto produk.

Tidak memperbarui status ketersediaan barang

Beberapa penjual tidak memperbarui status ketersediaan barang.Dampaknya, konsumen lain yang ingin membeli produk yang sama menjadi “terjebak”. Ia mengira bahwa stok barang tersebut masih tersedia karena penjual tidak mengubah status ketersediaan produk tersebut. Ini jelas akan menjatuhkan reputasi penjual karena telah membuat pembeli kecewa.

Lama menanggapi pertanyaan pembeli

Penjual perlu proaktif dalam menjawab pertanyaan atau tanggapan dari konsumen yang hendak melakukan pembelian. Jika penjual tidak aktif dan responsif dalam mengelola bisnisnya, calon pembeli akan mencari penjual lain yang lebih cepat menanggapi pertanyaan pelanggan. ***(ar)

 a2

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.