Apa itu Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)?

11
5549
Anggota Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

Jika Anda belum tahu, pada tahun 2015 mendatang, Indonesia bersama dengan kesembilan negara ASEAN lainnya telah menyepakati perjanjian Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC).  Namun apa itu MEA atau AEC?

Menurut Staf Direktorat Kerja Sama ASEAN Kementerian Perdagangan, Astari Wirastuti, saat ini Indonesia tengah berada pada arus perdagangan global. Untuk itu, pihaknya mengimbau agar para pelaku UKM bersiap dan berani bersaing dengan produk dari negara lain. Menurutnya, menutup diri dari dunia yang dinamis bukanlah pilihan terbaik.

Sebelum itu, ada baiknya kita mengetahui apa yang bisa dilakukan para pelaku UKM dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN ini?

  1. Prosedur Bea Cukai Lebih Sederhana

Menurut Tari, Masyarakat Ekonomi ASEAN akan memiliki sistem yang dapat memantau pergerakan barang dalam perjalanannya ke negara-negara ASEAN. Tidak hanya itu, izin barang ekspor pun akan lebih cepat. Ini akan menghemat waktu dan biaya ekspor.

  1. Adanya Sistem Self-Certification

Ini adalah sistem yang memungkinkan pengekspor menyatakan keaslian produk mereka sendiri dan menikmati tarif preferensial di bawah skema ASEAN-FTA (Free Trade Area). Tanggung jawab utama dari sertifikasi asal dilakukan oleh perusahaan yang ikut berpartisipasi dengan menyertakan faktur komersial dokumen seperti tagihan, delivery order, atau packaging list.

Fungsinya adalah memudahkan pebisnis dalam melakukan ekspansi ke negara-negara anggota ASEAN lainnya.

  1. Harmonisasi Standar Produk

Meski masih belum ditetapkan seperti apa standar dari masing-masing jenis produk, namun ASEAN akan memberlakukan sistem yang meminta masing-masing industri agar sesuai dengan standar kualitas mereka.

Hingga saat ini, terdapat 7 jenis produk yang menjadi prioritas mereka.

–          Produk karet

–          Obat tradisional

–          Kosmetik

–          Pariwisata

–          Sayur dan buah segar

–          Udang dan budidaya perikanan

–          Ternak

Selain ketiga hal di atas, Tari juga menjelaskan bahwa ia dan pemerintah akan mendukung program globalisasi UKM, seperti:

–          Mencari pasar baru di luar negeri

–          Promosi ekspor

–          Delegasi promosi perdagangan

–          Mendorong spesialisasi dalam memperluas pasar luar negeri

–          Mendukung pencapaian standar internasional

–          Mendukung pengembangan global brand

–          Memberi bantuan kepada UKM yang memiliki prospek baik untuk mengekspor produknya

“PR kita sekarang adalah mengubah image bahwa barang luar lebih bagus dari barang lokal,” papar Tari.

Ya, masih banyaknya anggapan tentang merek luar lebih berkualitas ketimbang produk lokal akan mempersulit pelaku UKM, padahal tidak sepenuhnya begitu.

Untuk itu, tiap UKM harus memperbaiki kualitas produknya agar semua konsumen bisa bangga dengan kualitasnya. Pemerintah juga dirasa perlu untuk terus mengedukasi masyarakat agar cinta terhadap produk lokal, dan masyarakat juga perlu menghilangkan persepsi yang kerap menilai buruk merek lokal.

 

Foto: AEC Tourism Thai

11 COMMENTS

  1. Salam saya tentang MEA.

    Saya ingin lebih tahu banyak tentang apa sih itu MEA (seperti kata pengantar, pendahuluan, latar belakang, isi, pemecahan)? makasihhh…

  2. Mohon info lebih banyak tentang MEA. Kami Koperasi pelaku OVOP untuk produk UKM yang mengolah Olahan Rumput Laut. Terima kasih

    • Wow, terima kasih sudah mau mampir. 🙂

      Jika memang banyak yang masih belum tahu tentang MEA, mungkin kami akan membuat artikel mengenai MEA kembali nanti. Bisa dijelaskan, apa yang ingin diketahui? Biar pembahasannya lebih mengkerucut / tidak bersifat umum.

  3. terimah kasih atas info tentang MEA,
    tetapi saya melihat tidak ada regulasi pemerintah tentang pemerataan perekonomian dalam negeri kepada masyarakatnya sendiri, hanya pengusaha saja yang mendapat keuntungannya . dari investasi-investasi di daerah2..
    tong kosong nyaring bunyinya dari segala bentuk sistem dan tatanan mengenai ekonomi yang nantinya diterapkan di 2015 nanti, sudah cukup penjajahan lewat perdagangan internasional pada zamannya penjajahan VOC terutama.. jangan lupa atas kejadian penerapan kapitalisme di dataran perekonomian di Republik ini,,
    seraya mengucapkan atas pengingatan terhadap kasuistik seperti ini..

  4. Jangan galau menghadapi MEA, Indonesia punya banyak potensi, peluang dan produk unggul. Hanya kurang percaya diri saja, selalu mengunggul unggulkan produk luar. Misalnya Kuliner Indonesia itu Top Markotop, Corak Batik Indonesia Top Markotop, Kerajinan dari berbagai Kepulauan Indonesia Top Markotop, Alam Kita Top Markotop. Yang Tidak Top cari di diri kita masing-masing ya…..

  5. Saya senang mendapatkan informasi mengenai MEA yang sebentar lagi akan di canangkan…..
    Dalam kesempatan ini, saya minta izin untuk mengambil beberapa bagian dari artikel tentang MEA ini …

    terima kasih sebelumnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.