Apa Yang Dapat Dilakukan Influencer Marketing Untuk Membantu Industri Pariwisata?

0
52
Ilustrasi wisatawan
Ilustrasi wisatawan
Lidyawati Aurelia country manager PT AdAsia Technology Indonesia (AnyMind Group)

Marketing.co.id – Berita Lifestyle | Masa pandemi telah mengubah tidak hanya kebiasaan konsumen tetapi juga keadaan ekonomi secara global. Hal ini berdampak luas pada sebagian besar sektor dan bisnis, yang pada akhirnya berdampak juga pada cara bisnis menjangkau pelanggan mereka dengan pemasaran, termasuk salah satu cara paling populer dan efektif – influencer marketing.

Berdasarkan laporan dari AnyMind Group, State of Influence in Asia 2021, dan dengan pembatasan perjalanan lintas batas untuk sebagian besar wilayah selama dua tahun terakhir, para influencer banyak membuat konten seputar perjalanan domestik.

Dampak terhadap industri pariwisata

Laporan yang sama juga menyoroti dua vertikal influencer paling populer di Asia adalah influencer fashion dan kecantikan serta influencer seni dan hiburan. Terlepas dari kedua kelompok influencer yang sering membuat konten seputar pakaian dan makanan, perjalanan domestik juga muncul di lima jenis konten teratas. Sehingga, masih ada permintaan orang untuk mengonsumsi konten seputar pengalaman selama perjalan.

Dengan dilonggarkannya pembatasan perjalanan di seluruh dunia, konsumen melanjutkan kembali rencana perjalanan mereka, perjalanan domestik dan internasional. Hal ini tak terhindarkan sehingga menyebabkan peningkatan permintaan untuk pembelian tiket penerbangan dan akomodasi, yang membantu mendorong industri perjalanan dan pemainnya.

Ada banyak cara bagi bisnis travel untuk berakselerasi keluar dari hambatan, mulai dari mendorong promosi ke pengguna dan berkolaborasi dengan merek konsumen untuk menarik lebih banyak pengguna, hingga memanfaatkan influencer marketing untuk menyebarkan berita dengan cepat.

Apa yang dapat dilakukan bisnis travel dengan influencer marketing? 

Influencer marketing telah berjalan jauh sejak sebelum pandemi. Salah satu tantangan bagi pemasar di masa lalu merupakan atribusi untuk kampanye influencer ke hasil bisnis – dan kini tidak lagi menjadi tantangan bagi platform influencer marketing yang lebih maju.

Melihat lebih dalam, perilaku konsumen untuk mencapai keputusan pembelian juga telah bergeser dan sekarang lebih didorong oleh ulasan online dan pengalaman konsumen terhadap suatu produk. Ini memberikan peluang sempurna bagi merek di industri perjalanan untuk bekerja dengan influencer guna menciptakan konten berbasis pengalaman yang memicu aspirasi, memungkinkan merek ini menjangkau penggemar dan audiens baru.

Misalnya, merek destinasi dan maskapai penerbangan dapat bermitra dan bekerja dengan influencer untuk membuat konten seputar pengalaman aspiratif – mulai dari saat influencer keluar dari rumah dan selama penerbangan mereka, hingga konten seputar destinasi dan aktivitas yang mereka ikuti di sekitar tujuan.

Selain itu, beberapa bentuk konten lain yang dibuat oleh influencer dapat mencakup kampanye promosi, atau konten yang membagikan kiat perjalanan. Salah satu contohnya adalah cara perusahaan perjalanan online di Indonesia bekerja untuk menghidupkan kembali pasar perjalanan domestik dengan memanfaatkan kekuatan influencer marketing. Merek memasuki musim mudik dengan dua kampanye yang sangat berbeda untuk mendorong lebih banyak penggunaan platform mereka melalui nano dan mikro influencer di TikTok.

Kampanye influencer marketing tersebut berhasil diikuti 100 influencer dan menarik audiens dengan tingkat keterlibatan rata-rata 4,84%, dengan  312.000 views dari pengguna TikTok di Indonesia.

Selain itu, merek travel juga dapat bekerja pada kampanye influencer marketing lintas batas yang memanfaatkan influencer luar negeri untuk mendorong lebih banyak minat dan kegembiraan terhadap merek. Dengan bekerja sama dengan influencer luar negeri, merek perjalanan akan dapat menjangkau basis pelanggan yang lebih luas dibandingkan dengan audiens domestik saja.

Masa depan industri travel dan influencer marketing

Menurut Statista, jumlah kunjungan wisman melalui udara ke Bali pada April 2022, melonjak 647,844% menjadi 58.320, dan yang mencapai Jakarta naik 133,09% menjadi 36.000 dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, jumlah kedatangan kapal laut ke Batam melonjak 4,159% menjadi 8.140 pelancong asing.

Sektor pariwisata sedang dihidupkan kembali.

Sudah lebih dari dua tahun sejak merek travel harus melihat dan menangkap pangsa di luar negeri, dan banyak yang telah berubah untuk influencer marketing sejak awal pandemi. Merek travel saat ini harus semakin bersaing untuk mendapatkan bagian dari dolar pariwisata, influencer marketing memberi merek peluang sempurna untuk menangkap “kue” yang berkembang, dengan melampaui batas geografis dan juga memberi pemasar pendekatan yang lebih manusiawi untuk mempengaruhi tujuan dan keputusan pembelian oleh konsumen.

Apakah merek Anda sudah siap?

Artikel ini ditulis dan dikirim oleh Lidyawati Aurelia, Indonesia Country Manager, AnyMind Group

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.