Bagaimana Cara Brand Lokal Mengalahkan Brand Luar Negeri?

0
66
persaingan merek

Bagaimana Cara Brand Lokal Mengalahkan Brand Luar Negeri?Apa yang harus dilakukan brand lokal agar bisa bersaing dengan brand luar negeri?

Marketing.co.id – Berita UMKM | Di luar sana banyak sekali brand-brand local atau asli Indonesia yang telah sukses menjadi top brand di pasar Indonesia. Namun, lebih banyak lagi yang berada di bawah bayang-bayang brand luar negeri. Bila kita Analisa, sebenarnya kualitas brand lokal dengan brand luar negeri itu tidak jauh berbeda, bahkan terkadang kualitas produk lokal lebih baik. Baca Juga: Mengapa konsumen lebih memilih brand luar negeri?

Namun, persepsi konsumen yang telah dibuat sebaliknya membuat kita mendengar atau melihat orang-orang Indonesia lebih bangga menggunakan produk-produk luar negeri dibanding produk lokal. Sebetulnya, apa kendala saat brand lokal ingin masuk ke dalam benak konsumen dan menjadi top of mind atau apapun itu?

Tentunya akan ada banyak sekali faktor yang turut berperan, bukan faktor fungsional namun lebih ke faktor emosional atau persepsi. Kita dapat menganalisa dan mengembangkannya melalui 3 bagian utama, yaitu the quality of product, the added value given, dan the way the brand communicates it self. Ketiga hal tersebut merupakan bagian dari value branding.

Apa itu value branding?

Value branding adalah sebuah pendekatan analisis dan praktis mengenai strategi marketing yang bukan berpusat pada sisi fungsional sebuah produk namun lebih kepada emotional values. Bagaimana menemukan, mengombinasikan dan mengomunikasikan value tersebut adalah hal yang akan berkembang dari ketiga bagian dasar yang telah disebutkan di atas. Mari kita bahas!

The quality of product atau kualitas adalah pangkal dari terciptanya suatu brand image. Kualitas mencerminkan nilai brand di tengah pasar. Berkat perkembangan teknologi informasi yang semakin dinamis, konsumen saat ini lebih pintar atau teliti dalam mengonsumsi sebuah produk. Konsumen tidak akan mudah terpengaruh dengan brand tertentu namun mereka akan melakukan pencarian singkat mengenai kualitas dari produk tersebut sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan pembelian, entah itu melalui internet, offline testing hingga rekomendasi dari rekan-rekannya.

Sementara the added value given, ada dua hal utama sebuah brand memberikan value, yaitu tangible dan intangible. Tangible akan berhubungan dengan fungsi, kemasan, dan harga. Intangible akan lebih erat berhubungan dengan sisi emosional dan service.

Sedangkan, the way brand communicates it self berkaitan dengan strategi promosi, message, dan pilihan channel komunikasi yang sesuai dengan target market. Message yang unik bila disampaikan dengan tidak tepat akan mengakibatkan misunderstanding menganai brand image yang hendak dibuat. Dalam hal ini, harus diakui bahwa brand luar negeri mengungguli brand lokal.

Lalu, bagaimana cara mengubah brand lokal menjadi top brand di benak konsumen?

Setidaknya ada 3 cara yang bisa dilakukan untuk mengubah brand lokal menjadi top brand. Pertama, ciptakan produk dengan kualitas terbaik. Minimal, memiliki kualitas yang sama dengan brand luar negeri. Hal ini penting dilakukan karena itu adalah dasar dari terciptanya suatu strong brand image. Kedua, temukan nilai-nilai lokal yang dapat dipadankan dengan nilai brand. Hal ini dilakukan untuk menciptakan passion local terhadap brand image yang hendak dibentuk. Nilai-nilai tersebut dapat dimasukkan ke dalam desain, komunikasi atau lainnya.

Ketiga, rekomendasi adalah cara promosi terbaik. Penting untuk Anda ingat bahwa word of mouth adalah metode pemasaran termurah, terbesar dan terbaik. Jika Anda berhasil mengejutkan konsumen dengan kedasyatan produk Anda, mereka dengan sukarela akan menyebarkan apapun informasi tentang Anda.

Ya, rekomendasi adalah cara promosi terbaik karena konsumen akan lebih percaya temannya dibandingkan iklan-iklan yang dibuat brand itu sendiri. Nah, untuk menciptakan word-of mouth Anda bisa melakukannya dengan meningkatkan kegiatan komunikasi dua arah yang efektif, atau membuat kegiatan offline yang memberikan experience of the product kepada konsumen. Setelah itu, lakukan engagement dengan komunitas-komunitas yang sesuai dengan profile target pasar. Baca Juga: 10 Cara Terbaik Menciptakan Word of Mouth

Terakhir, terlibat dengan kampanye sosial. Terlibatlah dengan kampanye atau gerakan yang dilakukan oleh masyarakat mengenai kepedulian social atau lingkunagn. Ini adalah salah satu strategi pencitraan sekaligus perwujudan kepedulian sebuah brand terhadap lingkungan di mana target market Anda berada. Baca Juga: Rahasia 10 Brand Paling Terpercaya

CEO Frontier Group sekaligus Founder Top Brand Handi Irawan di banyak kesempatan selalu menekankan pentingnya perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas produk dan mengomunikasikan kekuatan brand yang dimilikinya kepada khalayak. Tujuannya agar brand memiliki ekuitas yang tinggi di mata pelanggan. Baca Juga: 3 Cara Membangun dan Mengelola Brand Equity

Menurut Handi Irawan, brand-brand peraih Top Brand Award memiliki ekuitas yang tinggi karena penghargaan bergengsi bagi brand-brand di Indonesia ini merefleksikan 3 elemen penting untuk mengukur kinerja brand, yakni seberapa banyak pelanggan yang mengenal suatu produk, seberapa banyak pelanggan yang menggunakan suatu produk dan seberapa banyak pelanggan yang berkomitmen menggunakan Kembali suatu produk di masa mendatang.

Membangun Top Brand, kata Handi Irawan, konsepnya sangat sederhana. Yang sulit adalah bagaimana mewujudkan atau memformulasikannya ke dalam bentuk strategi, yang lebih menantang lagi adalah mengimplementasikannya.

“Menjadi brand yang kuat itu konsepnya sederhana, yakni memiliki mind share tinggi, pengukurannya adalah top of mind share. Yang kedua adalah market share, dan yang ketiga adalah commitment share,” katanya.

Secara konsep, lanjut handi irawan, brand yang kuat memiliki tiga hal tersebut. Brand-brand yang menancap pertama kali di benak konsumen, banyak dibeli dan diingat. Perjalanan menuju Top Brand adalah perjalanan dari bawah ke atas. Harapannya, akan ada loyalitas pelanggan yang terus-menerus merekomendasikan, memviralkan, kemudian aktif melakukan pembelian secara berulang.

Anda juga bisa membaca artikel tentang 10 ide mengubah merek lokal menjadi top brand di benak konsumen di sini!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.