Bank OCBC NISP Gelar Charity Webinar BALA BANTUAN

0
647
Human hand holding pen writing note and counting calculator on desk,savings, finances, economy and home concept

Marketing.co.id – Berita Financial I Data Badan Pusat Statistik per Mei 2021 mencatat ada sekitar 19,10 juta pekerja terkena dampak berupa PHK, dirumahkan, maupun dikurangi jam kerja. Selain itu, ada sekitar 40% UMKM gulung tikar karena terdampak pandemi dan 5 Juta pedagang pasar tradisional terpaksa tutup. Untuk itu, Bank OCBC NISP mengadakan charity webinar BALA BANTUAN dengan topik “#FinanciallyFit 2022: #SiapJalaniHidup dengan Ubah Rencana Keuangan Gak Sekedar Wacana”, berkolaborasi dengan Great Eastern Life Indonesia.

Disebut Charity Webinar karena mereka yang bisa mengikuti webinar eksklusif ini adalah mereka yang telah berdonasi untuk gerakan BALA BANTUAN atau “Bersama Langsung Bantu Anak Negeri”. Program BALA BANTUAN ini fokus untuk mendukung kelompok warga masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19, khususnya pekerja informal yang mengandalkan pendapatan harian, seperti pedagang kaki lima, pedagang asongan, pemulung dan lain sebagainya. Gerakan ini telah berhasil merangkul lebih dari 720 donatur dengan jumlah donasi mencapai lebih dari Rp110.000.000 atau 10% diatas target yang telah ditentukan pada awal peluncuran.
Charity Webinar BALA BANTUAN menghadirkan pembicara Mahendra Koesumawardhana, Kepala Unit Usaha Syariah Bank OCBC NISP dan Fauzi Arfan, Direktur Keuangan Great Eastern Life Indonesia. Mahendra menjelaskan dampak pandemi COVID-19 terhadap keuangan sangat besar, mulai dari membengkaknya biaya kesehatan, meningkatnya risiko kehilangan pekerjaan, hingga risiko kehilangan anggota keluarga.
“Situasi pandemi memberikan banyak pelajaran soal perencanaan keuangan. Masyarakat perlu semakin menyadari pentingnya dana darurat dan proteksi asuransi di tengah keadaan yang tidak dapat diprediksi ini. Hal ini senada dengan semangat dari keuangan Syariah yang bertujuan untuk menjaga 5 aspek esensial manusia yakni menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan dan menjaga harta,” papar Mahendra Koesumawardhana.
Mahendra menjelaskan, bahwa melalui perencanaan keuangan Syariah masyarakat dapat membangun komunitas keuangan yang tangguh, yakni melalui konsep HEART yang terdiri dari Help each other, melalui Zakat, Sadaqah ataupun donasi; Establish healthy cash flow & debt, melalui manajemen keuangan yang baik; Asset growth, dengan perencanaan investasi, baik untuk edukasi, biaya Haji maupun pensiun; Risk management & planning, dengan proteksi asuransi; dan The hereafter, melalui perencanaan waris, termasuk Wakaf.
Senada dengan Mahendra, Fauzi Arfan mengatakan, “Untuk membangun manajemen keuangan yang kokoh diperlukan proteksi terhadap berbagai risiko yang dapat terjadi, mulai dari risiko kesehatan sampai risiko keuangan. Melalui prinsip asuransi Syariah, masyarakat dapat menjalankan akad tolong-menolong di antara para peserta secara transparan dan tidak mengandung maysir, gharar, riba dan hal-hal lain yang bertentangan dengan Syariah.”
Fauzi menambahkan, bahwa dalam waktu dekat Bank OCBC NISP bersama dengan Great Eastern Life Indonesia akan meluncurkan solusi proteksi Syariah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat menyambut era new normal tahun 2022. Pada awal tahun 2022, bersama Bank OCBC NISP akan meluncurkan solusi asuransi Syariah yang simpel cukup 1x pembayaran Kontribusi untuk mendapatkan perlindungan jiwa sampai usia 99 tahun, memiliki fitur Wakaf sampai dengan 45% dari Manfaat Asuransi guna menunaikan Amal Jariyah, serta Manfaat Asuransi sampai dengan 48x dari Kontribusi Tunggal yang dibayarkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.