BATAN Membangun Reaktor Daya

0
1074

Badan Tenaga Nuklir Indonesia (BATAN) membangun reaktor daya multifungsi di kawasan Serpong, Banten. Pada Pertengahan April 2015.

BATAN mengumumkan bahwa Konsorsium Rusia-Indonesia menjadi pemenang lelang untuk tahap pre-desain dalam proyek ini.

Konsorsium itu terdiri dari beberapa perusahaan Indonesia yaitu PT. Rekayasa Engineering dan PT. Kogas Driyap Konsultan, dan perusahaan Rusia NUKEM Technologies GmbH, anak perusahaan Rosatom.

Rosatom sendiri adalah BUMN nuklir asal Rusia. NUKEM dan beberapa perusahaan Rosatom lainnya akan mengerjakan desain reaktor dan jasa konsultasi.

Konsorsium Rusia-Indonesia ini akan mengerjakan pembangunan reaktor gas-cooled multifungsi bersuhu tinggi dengan kapasitas 10 megawatt.

Selama 8 bulan, konsorsium ini akan bertanggungjawab pada ruang lingkup pengerjaan yang telah ditentukan, termasuk persiapan studi kelayakan untuk desain konseptual dan paket desain dasar. Penandatanganan kontrak pengerjaan ini diharapkan dilakukan pada akhir April ini.

Perihal interaksi bea cukai, persiapan dokumen tender dan koordinasi partisipasi Rosatom dalam proyek ini akan dikerjakan oleh Private Institution RAIN, perusahaan pengelola Rosatom Asia yang berkedudukan di Singapura.
“Kami berhasil menyusun sebuah tim profesional berskala internasioanl dengan pengalaman yang kaya dalam teknologi nuklir. Kami siap untuk mengembangkan desain yang efisien dan aman yang akan menjadi pemimpin dalam program nuklir masa depan di Indonesia,” kata Alexander Marten Presiden Private Institution RAIN.
BATAN juga telah menyampaikan perihal kemenangan Rusia dalam tender proyek pembangunan reaktor daya multifungsi ini.

BATAN beberapa waktu lalu mengatakan Rusia dipilih karena komitmen mereka yang lebih terbuka pada transfer teknologi. Selain itu, teknologi reaktor yang dipakai berbasis teknologi reaktor Jerman yang telah teruji.
Pemasok Kobalt-60

Selain menang tender pre-desain reaktor daya, Rusia juga menjadi pemasok pertama Kobalt-60 (Co-60) sebagai sumber pengion untuk perusahaan Indonesia, Rel-Ion. Kobalt-60 ini akan dipasok oleh JSC Isotope, anak perusahaan Rosatom.

Rel-Ion sendiri adalah perusahaan yang menyediakan layanan sterilisasi gamma. Cakupan layanan meliputi sterilisasi alat-alat medis desinfeksi wadah medis dan makanan, dan juga bahan baku untuk industri kosmetik. Dalam proses sterilisasi dengan unit sinar gamma, bakteri dan mikroorganisme berbahaya lainnya dieliminasi, sehingga produk olahan lebih aman dikonsumsi.

Kobalt-60 dikirim melalui jalur laut selama 50 hari dari St. Petersburg menuju Indonesia. Dalam waktu dekat, perwakilan Rel-Ion akan datang ke Moskow untuk membahas rincian kerjasama tersebut. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.