Beli 50% Saham Gabungannya, Nokia Singkirkan Siemens

0
925

NSNSiapa yang tak kenal dengan Nokia dan Siemens? Kedua perusahaan ini memang jawaranya dalam dunia telekomunikasi. Tapi itu sudah berlalu, dan sejak Android serta iOS mendominasi perdagangan ponsel (sekitar tahun 2008-an), pamor mereka pun kian memudar. Padahal setahun sebelumnya, mereka berdua telah mendirikan perusahaan joint venture.

Kini, perusahaan gabungan bernama ‘Nokia Siemens Networks’ itu tampaknya ingin dimonopoli sendiri oleh Nokia, yaitu produsen alat komunikasi yang berbasis di kota Espoo, Finlandia. Seperti yang diwartakan Digital Spy, kabar berita itu tersebar setelah Nokia berencana membeli 50% saham milik rekannya itu.

Meski belum dapat dipastikan hal itu berjalan sesuai rencana, namun Nokia tetap berharap agar pembeliannya dapat berjalan mulus, paling tidak semua transaksi diharapkan selesai pada kuartal ketiga tahun 2013 ini (berkisar antara bulan Oktober – Desember).

Jika diperhatikan, Nokia memang tidak setenar dulu dalam penjualan ponsel. Ia kalah bersaing oleh produsen asal Korea, Samsung, serta iPhone yang dikembangkan oleh Apple Inc. Tapi keuangannya masih tak bisa dianggap remeh. Hal ini terbukti dengan keberaniannya mengeluarkan anggaran belanja hingga € 1,7 miliar (setara dengan Rp 22 triliun) untuk diberikan kepada Siemens demi memperoleh seluruh saham.

“Dengan fokus strategi yang jelas dan tim kepemimpinan yang kuat, Nokia Siemens Networks telah terstruktur dalam peningkatan kinerja operasional dan keuangan,” ungkap Presiden Nokia, Stephen Elop.

“Nokia Siemens Networks telah membentuk posisi kepemimpinan yang jelas di LTE, yang memberikan kesempatan pertumbuhan yang menarik. Nokia senang dengan perkembangan ini dan berharap untuk terus mendukung upaya tersebut untuk menciptakan nilai pemegang saham lebih bagi kelompok Nokia,” tambahnya lagi.

Nokia dan Siemens sendiri telah mendirikan perusahaan joint venture itu sejak tahun 2007. Setelah membeli saham tersebut, rencananya Nokia akan menyingkirkan nama Siemens di tengahnya, sehingga hanya akan tinggal Nokia Networks. Tidak hanya itu, Nokia juga akan memegang kendali penuh atas perusahaan yang mereka dirikan bersama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.