Beraksi dengan Visual Content Marketing

0
1258

??????

Konten visual saat ini sedang nge-tren. Lihat saja bagaimana infografik dan keterlibatan sosial dengan gambar meningkat begitu cepat bak meteor.

Namun, konten yang menarik pada tingkat visual dan menyajikan informasi dalam format yang lebih menarik selain teks jauh lebih dibutuhkan dibanding hanya tampilan lucu dan keren saja.

Kita dapat belajar dari seorang guru yang membuat kurikulum dan materi bagi anak-anak didiknya. Kita bisa belajar betapa pentingnya visual dalam memenuhi berbagai kebutuhan peserta didiknya yang berbeda-beda.

Inilah yang sering hilang dalam mindset marketing. Kita lebih fokus pada apa kita ingin orang lakukan. Padahal seharusnya kita fokus pada bagaimana cara orang menyerap informasi.

Inilah yang harus menjadi perhatian utama para marketer. Tujuannya tidak lain adalah untuk mengungkapkan bagaimana orang bisa menerima informasi yang disampaikan dengan baik.

Melalui konten, kita mungkin akan memberikan insiprasi, menarik, atau menghibur. Apa pun yang kita lakukan, pada dasarnya kita sedang mengajar. Tentunya, kita ingin audiens memahami setiap informasi yang dibagikan. Kita ingin memengaruhi keputusan mereka.

Sekarang adalah saatnya memasangkan customer insight dengan apa yang kita ketahui tentang bagaimana orang belajar. Mayoritas orang merupakan visual learners. Beberapa statistik menunjukkan bahwa 30% dari peserta didik merupakan visual learners, 25% auditory learners, 15% dan 30% merupakan kinesthetic learners.

Itu adalah tiga gaya pembelajaran utama. Namun, gaya pembelajaran campuran  dari ketiganya merupakan hal yang paling diterima secara umum.

Pemahaman tentang bagaimana orang belajar, mengkonsumsi informasi dan bagaimana itu memengaruhi mereka merupakan “jantung” dari segala sesuatu yang kita lakukan sebagai marketer online. Mulai dari user experience, kreasi konten, desain web, social media marketing, hingga SEO.

Kita tahu visual merupakan hal yang penting dalam keterlibatan dan social sharing, tetapi memahami mengapa hal itu penting akan membantu kita membuat dan mengoptimalkan konten yang benar-benar selaras dengan preferensi audiens.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.