Big Data Telkomsel Dukung Pariwisata Indonesia

0
1399
Wisatawan menikmati pemandangan Kawasan Gunung Bromo di Penanjakan 2, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (3/4). Pengelolah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada 2017 akan menerapkan pembatasan jumlah pengunjung dikawasan tersebut guna menjaga kelestarian dan keseimbangan ekosistem kawasan TNBTS. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/16

Telkomsel mendukung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk memperbarui data wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia melalui MSIGHT. MSIGHT merupakan layanan big data yang memberikan informasi dan analisa data perilaku sehari-hari konsumen secara kolektif. Melalui sistem analisis pergerakan wisatawan bisa diakses secara online ini, sehingga Kemenpar bisa memperoleh data kunjungan wisatawan secara otomatis dalam waktu yang lebih cepat.

Selama ini proses delivery data kunjungan wisatawan di Indonesia yang diperoleh Kemenpar dinilai relatif kurang cepat. Padahal dengan penyajian data yang cepat, Kemenpar dapat lebih mudah mengambil kebijakan strategis untuk meningkatkan promosi pariwisata Indonesia.

Vice President Digital Advertising Telkomsel Harris Wijaya mengatakan, “Melalui MSIGHT, Telkomsel menyediakan perspektif baru yang memberikan insight bagi Kemenpar dalam mengambil kebijakan berupa online dashboard yang mampu meng-update data kunjungan wisatawan secara lebih cepat dan spesifik. Inilah bentuk dukungan kami bagi dunia pariwisata Indonesia untuk mewujudkan ‘Wonderful Indonesia’ yang diusung Kemenpar.”

Sistem analisis pergerakan wisatawan yang dilakukan MSIGHT ditentukan dari kota asal pelanggan (hometown) yang diukur berdasarkan lokasi spesifik di mana pelanggan paling sering melakukan transaksi seluler, lokasi pelanggan setiap bulan, dan pergerakan pelanggan dari kota asal ke lokasi lain pada setiap awal bulan. Dari data yang diperoleh, selanjutnya dianalisis berdasarkan kalkulasi length of stay (jumlah hari secara berturut-turut pelanggan melakukan transaksi seluler di luar kota asalnya) dan profil pelanggan.

Wisatawan menikmati pemandangan Kawasan Gunung Bromo di Penanjakan 2, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (3/4). Pengelolah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada 2017 akan menerapkan pembatasan jumlah pengunjung dikawasan tersebut guna menjaga kelestarian dan keseimbangan ekosistem kawasan TNBTS. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/16
Wisatawan menikmati pemandangan Kawasan Gunung Bromo di Penanjakan 2, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (3/4). Pengelolah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada 2017 akan menerapkan pembatasan jumlah pengunjung dikawasan tersebut guna menjaga kelestarian dan keseimbangan ekosistem kawasan TNBTS. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/16

Dengan sistem analisis tersebut, Telkomsel menyediakan solusi big data bagi Kemenpar yang menyajikan data yang bersumber dari perilaku pelanggan seluler (sebelumnya dari survey dan sampling), periode penerimaan data secara harian (sebelumnya kuartalan), periode perbaruan data secara mingguan (sebelumnya tahunan), skala distribusi data mulai dari kota hingga ke titik destinasi spesifik (sebelumnya provinsi), serta output berupa interactive dashboard (sebelumnya dokumen).

“Kini Kemenpar dapat dengan mudah mengakses data kunjungan wisatawan langsung dari ponselnya hanya satu hari setelah proses analisa data. Kami berharap MSIGHT dapat mempermudah Kemenpar dalam merancang agenda pariwisata yang membuat wisatawan semakin tertarik untuk datang langsung menikmati keindahan Indonesia,” jelas Harris.

Pada tahun 2019 diperkirakan pariwisata Indonesia mampu menarik 275 juta wisatawan dalam negeri dan 20 juta wisatawan mancanegara dengan potensi pendapatan secara nasional sebesar Rp 240 triliun.

Telkomsel MSIGHT

MSIGHT merupakan layanan informasi dan analisa data perilaku sehari-hari konsumen secara kolektif. Layanan big data ini akan sangat berguna bagi pemasar untuk mengetahui perilaku konsumen yang berkaitan dengan produknya sehingga dapat merancang strategi bisnis yang lebih terarah kepada kelompok konsumen yang tepat, di saat yang tepat, lokasi yang tepat, dan dengan komunikasi yang tepat pula.

Beberapa aplikasi bisnis dari informasi big data di antaranya digunakan untuk melakukan monitoring perubahan jumlah trafik pengunjung pusat; segmentasi konsumen berdasarkan profil tertentu; mengetahui perilaku digital konsumen, pola pergerakan konsumen antar lokasi, dan perilaku konsumen terhadap produk dan layanan.

Beberapa perusahaan yang telah memanfaatkan layanan Digital Advertising Telkomsel antara lain Coca-Cola, Nestle, Samsung, Sony, Panasonic, Apple, Unilever, Nike, Facebook, dan Google

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.