Portal Lengkap Dunia Marketing

Rahmat Susanta

Brand Cameo Alias Product Placement dalam Film

www.marketing.co.id – Selain mendapat puja-puji dari berbagai kritikus media, film Janji Joni menampilkan cara baru menarik perhatian orang untuk nonton film. Dalam film ini terdapat banyak sekali peran Cameo. Sejumlah artis kondang hadir di film tersebut, mulai dari Barry Prima, Tora Sudiro, Wulan Guritno, Aming, Tantowi Yahya, Winky Wiryawan, Sudjiwo Tedjo, Chaterine Wilson, Ananda Mikola dan sederet orang ngetop lainnya. Semuanya hanya sesaat melintas dalam cerita. Bahkan ada yang tampil tidak lebih dari 5 detik.

Beberapa film Hollywood acap menampilkan peran Cameo. Pemerannya bisa merupakan bintang tenar lain, tokoh masyarakat, tokoh politis dan bahkan olahragawan. Ingat Erin Brockovich yang diperankan Julia Roberts? Film yang diangkat dari kisah nyata ini menceritakan tentang seorang aktivis lingkungan hidup bernama Erin Brockovich, yang berjuang untuk mendapatkan ganti rugi akibat pencemaran lingkungan. Si Erin asli ternyata muncul sekilas di film sebagai seorang pelayan. John McEnroe, mantan petenis nomor satu dunia, muncul sekilas di film Anger Management yang diperankan oleh Adam Sandler sebagai dirinya sendiri (punya sifat pemarah).

Peran Cameo bukanlah peran figuran sembarang. Mereka adalah orang terkenal yang sekadar numpang lewat, namun memberi gairah kepada penonton untuk lebih serius dan teliti melihat alur film—agar orang yang kita kenal tersebut tidak hilang dari pandangan. Cara ini juga bisa membuat film jadi laris, karena membuat omongan dari mulut ke mulut—bercerita bahwa mereka melihat seseorang yang mereka kenal pada sebuah adegan tertentu di film.

Sekalipun banyak peran Cameo, film Janji Joni tidak banyak menampilkan brand cameo. Saya bisa menyebutkan: Taxi Cab, Honda, Mandala Airlines, dan merek Converse yang sesekali muncul dari balik baju Joni. Meminjam istilah brandchannel.com, beberapa film Hollywood tidak jarang menampilkan brand cameo di dalamnya. Brand Cameo adalah merek terkenal yang muncul sekilas pada sebuah film, entah disengaja atau tidak. Coca-Cola, yang sesekali “nongol” dalam adegan minum sang aktor/aktris, termasuk yang paling laris memerankan brand cameo. Saking sudah melekat dalam kehidupan masyarakat di negeri Paman Sam, maka tindakan menghilangkan merek ini dalam keseharian kaum muda modern seolah membuat adegan menjadi tidak alami.

Merek katanya juga sudah menjadi “holistic way of life”, di mana kehadirannya tidak bisa lepas dari siklus kehidupan kita. Film tanpa brand cameo tentu saja akan membuat para pemasar gundah gulana: apakah benar bahwa dunia ini begitu sepi dari hingar-bingar merek? Padahal, kenyataannya, dunia ini begitu sesak dengan berbagai merek.

Sayangnya, kaum sineas tidak sependapat dengan hal ini. Terlebih pemilik media televisi. Mereka bisa-bisa memotong satu adegan gara-gara ada merek di latar belakang adegan tersebut. “Trik murahan pemasar yang cari promosi gratis!” Barangkali demikian anggapan mereka.

Bagi para sineas, film adalah sebuah karya seni, yang harus bebas dari unsur komersial di dalamnya. Padahal, mungkin tidak banyak penonton yang menyadari kehadiran sang merek di dalam film tersebut sebagai iklan. Sebuah brand cameo tidak seperti aktor Cameo. Tidak ada penonton yang menonton kembali sebuah film lantaran temannya cerita ada sebotol Aqua di film tersebut! Ini berbeda dengan si Erin yang membuat sejumlah orang kembali menonton film Erin Brockovich karena penasaran melihat wajahnya.

Tapi bayangkan jika pada sebuah adegan film, muncul varian merek mobil yang baru bakal launching tahun depan? Atau, seperti film The Saint, muncul ponsel keluaran baru yang akan segera beredar? Atau, minuman jenis baru yang terlihat unik ketika dipegang oleh si aktor/aktris?

Tentu saja, Anda mungkin harus membayar untuk adegan yang hanya berlangsung beberapa detik. Tetapi itulah brand cameo terbaik. Bahkan, seperti halnya aktor Cameo, merek Anda bisa menjadi bahan omongan yang lebih kencang ketimbang aktor utamanya.

Omong-omong, Cameo dalam kamus Inggris berarti sejenis batu berharga yang jika digosok terus-menerus akan memuncukanl kilauan warna indah. Sebagai penonton, Anda harus menggosok mata untuk menyadarkan diri bahwa Anda melihat seseorang yang terkenal melintas beberapa detik dalam film tersebut. Seperti halnya batu permata, peran Cameo pun dianggap peran yang sangat berharga. Buktinya, artis sekaliber Britney Spears sangat kecewa karena ditolak menjadi peran Cameo dalam film Buffy the Vampire Slayer. Karena itu, bolehlah sekali-kali merek Anda menjadi brand cameo, merek yang tampak berkilau di tengah-tengah adegan film dan membuat penonton berteriak, “Lihat, saya menemukannya!” (Rahmat Susanta)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top