Cara Heartline FM Mendekati Komunitas

0
1505
Jimriance Efraim, Director Heartline Fm1
Jimriance Efraim, Director Heartline Fm
Jimriance Efraim, Director Heartline Fm1
Jimriance Efraim, Director Heartline Fm

Community marketing (mendekati komunitas untuk strategi marketing) memang sedang ramai belakangan ini. Selain bisa langsung mendapatkan banyak masa, community marketing juga dinilai lebih rendah dalam soal pengeluaran.

Wajar saja, dengan mendekati komunitas, para pemasar bisa langsung terhubung dengan para anggotanya. Ikatan yang kuat antara komunitas dan para anggotanya juga memudahkan merek dalam melakukan penetrasi ke komunitas.

Coba perhatikan bagaimana merek Polygon mendekati komunitas sepeda Bike to Work, lalu The Body Shop yang mendekati berbagai komunitas yang peduli lingkungan. Keduanya memiliki kesamaan, yakni mendekati komunitas yang memiliki kesamaan visi.

Hal yang sama ternyata dilakukan oleh Heartline, radio keluarga ini juga mendekati komunitas untuk meraup sejumlah pendengar.

“Kami mencoba untuk meng-engage komunitas dengan kolaborasi,” jelas Jimriance Efraim, Director Heartline.

“Misalnya komunitas suka makan, kami meletakkan radio streaming kami pada situs komunitas mereka, jadi member-nya bisa mendengar radio kami. Mereka juga suka kami minta untuk bicara di salah satu program Heartline,” katanya lagi.

Kolaborasi tersebut diaku Jimriance cukup efektif, karena member mereka yang berjumlah sekitar 60 ribuan orang bisa mendengarkan radio Heartline. Tak sampai di situ, rekomendasi tempat kuliner juga bisa menarik para keluarga yang ingin menghabiskan waktu libur bersama, apalagi yang merekomendasikan adalah mereka yang memang berkompeten dibidang tersebut, yakni para anggota komunitas pecinta makan.

Resources kami terbatas, jadi kami menggunakan strategi itu untuk masuk ke komunitas. Selain bisa membantu kami dalam membuat program, melakukan kolaborasi juga jauh lebih cepat ketimbang membentuk komunitas baru,” jelas Jimriance.

Selain itu, Heartline juga bekerja sama dengan paket tur untuk mengambil gambar video destinasi wisata terbaik. TVC ini nantinya akan dimasukkan ke dalam website mereka, heartline.co.id.

“Kami lihat, untuk radio keluarga seperti kami, konten berupa bisnis, parenting, dan hobi yang paling diminati. Tempat makan serta wisata favorit masuk dalam kategori hobi,” ucap Jimri.

Untuk kelengkapan mengenai tips menerapkan community marketing sendiri, Anda bisa membacanya di majalah Youth Marketers edisi 4 tahun 2014 yang sudah terbit pada 17 Februari lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.