CEO dan Media Sosial

0
1416

Riset_01

Marketing.co.id – Apakah Anda adalah seorang CEO? Jika ya, Anda pasti paham bagaimana kesibukan seorang CEO. Bagi yang bukan CEO pun pasti paham soal kesibukan dan tanggung jawab seorang CEO.

Bagi kebanyakan industri, kehadiran seorang CEO jarang sekali terlihat oleh para konsumen. Padahal bagi semua pemilik merek, faktor kepemimpinan erat sekali kaitannya dengan seorang CEO. Maksudnya, jika seorang eksekutif bisa turun, turut terdengar, dan eksis di kalangan pelanggan, bisa jadi merek atau perusahaannya menjadi lebih dihormati.

Hal ini terbukti benar adanya jika kita melihat industri teknologi atau gadget. Pidato dan pengumuman yang diutarakan oleh para eksekutifnya selalu dinanti-nanti oleh para pelanggan setia mereka, terutama ketika merek tersebut hendak me-launch produk baru.

Reputasi sebuah merek bahkan erat kaitannya dengan reputasi sang CEO itu sendiri. Sebut saja kaitan Steve Jobs dengan merek Apple, Bill Gates dengan merek Microsoft, dan masih banyak lagi.

Tapi di lain pihak, bisa juga kehadiran CEO dianggap tidak penting bagi para pelanggan, karena pelanggan hanya mementingkan bagaimana kualitas produk dan layanan dari suatu merek.

Bagi produk-produk tertentu, terutama yang bersifat low-end atau mass product, pelanggan tidak peduli dengan bagaimana sepak terjang seorang CEO, melainkan lebih peduli dengan kualitas produk dan bagaimana layanan purnajualnya.

Bagaimana kasusnya pada masa sekarang, saat strategi media sosial tengah digalakkan oleh banyak pemilik merek? Apakah kehadiran CEO di media sosial dianggap penting? Bagaimana peran serta, keterlibatan, dan aktivitas CEO dalam media sosial? Dan bagaimana respons dari para pelanggan mengenai hal tersebut?

Hasil survei bisa memberikan input yang berharga bagi perusahaan yang ingin memantapkan kepemimpinan mereka dalam melancarkan branding lewat media sosial.

Para eksekutif top kini berada pada jajaran terdepan di media sosial. Para CEO kini bisa terlibat dan memanfaatkan media ini untuk menarik talenta baru, memperdalam loyalitas merek, meningkatkan minat membeli, dan menciptakan transparansi tentang semua hal yang berkaitan dengan merek.

Satu survei tahunan yang dilakukan Brandfog membuktikan bahwa media sosial sungguh bisa menjadi channel bagi para CEO supaya bisa terlibat langsung dengan para pelanggan dan investor.

Keterlibatan mereka di media sosial juga bisa meningkatkan loyalitas terhadap merek. Media sosial bisa menjadi gerbang agar perusahaan bisa memfasilitasi dan menciptakan hubungan yang lebih mendalam dengan para pelanggan, karyawan, sekaligus share holders.

Survei yang dilakukan Brandfog pada tahun 2013 ini dinamakan “Social Media Leadership Survey”. Kuesioner dibagikan kepada 800 karyawan AS dan UK di berbagai perusahaan secara acak. Perusahaan yang disurvei beragam dari segi ukuran, mulai dari startups sampai perusahaan kelas Fortune 1000, yang tersebar di berbagai industri.

Riset_02Para karyawan di perusahaan yang pernah terlibat mengembangkan strategi media sosial dan diberikan tanggung jawab dalam urusan pengelolaan biasanya lebih aware akan pentingnya keterlibatan jajaran eksekutif top dalam strategi media sosial perusahaan. Mereka akan lebih paham mengenai benefit yang bisa didapat.

Ketika campur tangan para eksekutif top di media sosial bisa dikelola dengan baik, sebanyak 70% dari karyawan percaya bahwa seorang CEO bisa mempunyai tingkat kepemimpinan yang lebih baik dan lebih efektif jika ia peduli dengan pemanfaatan media sosial.

Sebaliknya, jika perusahaan tidak mempunyai CEO atau eksekutif top yang mau terlibat dalam tim perusahaan yang khusus mengelola media sosial, karyawan mereka pun akan gagal melihat value atau pentingnya CEO dan CMOmenampilkan performa kepemimpinan dalam ranah media sosial yang bisa menciptakan keunggulan tersendiri pada level branding.

Hasil survei mengungkap juga bahwa para pemimpin senior perusahaan masih berada dalam tahap awal jika menyangkut adopsi strategi atau keterlibatan dalam media sosial. Walau meningkat, angka peningkatannya pun terkesan lambat.

Meski banyak perusahaan sudah mulai sadar bahwa ada opportunity cost yang terbuang jika para eksekutif top hanya berdiam diri dalam lingkungan media sosial yang sedang melejit dan semakin dinamis, tetap ada serangkaian alasan yang mencegah atau menahan eksekutif top tersebut.

Para responden survei mengatakan bahwa alasan menghindari risiko, tak cukupnya waktu, takut menerima kritik negatif, dan lain-lain inilah yang terutama menjadi penghalang bagi para CEO untuk terlibat langsung dalam strategi media sosial perusahaan.

Hal itu tentu menimbulkan pertanyaan di kalangan publik; jika suatu perusahaan menampilkan profil CEO atau jajaran eksekutif topnya, apakah itu semua asli dari mereka atau hanya dikelola oleh orang lain yang sama sekali tidak mewakili para eksekutif tersebut? Tentu sayang sekali jika image seperti ini sampai tercipta di kalangan publik.

Kebanyakan responden menyatakan mereka tidak tahu dan tidak paham siapa yang bertanggung jawab memoles citra merek perusahaan lewat media sosial. Mereka juga kurang paham tentang pengelolaan kepemimpinan sekaligus tim kampanye branding lewat media sosial.

Namun, tren ini diharap akan terus membaik satu atau dua tahun ke depan, seiring semakin banyak jajaran eksekutif top yang mulai sadar akan potensi dari media sosial untuk mengomunikasikan misi dan value perusahaan.

efektifZaman sekarang ini memang saat yang paling tepat untuk Anda mulai masuk ke era kepemimpinan yang baru, yaitu memoles kepemimpinan Anda sekaligus merek lewat ranah media sosial.

Tunjukkan bahwa jajaran eksekutif Anda turut peduli dan eksis di kalangan publik serta pelanggan lewat media sosial, karena tidak ada medium atau channel lain yang dianggap lebih efektif untuk hal ini selain media sosial itu sendiri.

Sumber: www.Brandfog.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.