Dari Rumah Sakit ke Kuliner Padang Peranakan

0
1979
cikang Resto

Dokter Ivan R. Sini, dokter ahli kandungan, pemilik Rumah Sakit Bunda melakukan terobosan bisnis dengan membuka “Cikang Resto”. Cikang Resto pertama di buka di Jalan Cik Dik Tiro, Menteng. Sukses dengan Cikong Resto perdana, Ivan membuka gerai kedua Cikang Resto di Puri Indah Mall.

Cikang Resto
Dokter Ivan R. Sini, Pendiri dan Pemilik Cikang Resto

Seperti ditutukan Ivan, Cikang Resto mengusung konsep kuliner Padang Peranakan. Ide mendirikan Cikang Resto, karena kecintaannya kepada kuliner Padang Peranakan. Sejak kecil ia memang sering diajak ayahnya untuk menyantap masakan Padang Peranakan.  Saat pulang kampung, sang ayah sering mengajaknya menikmati kuliner di Pondok, sebuah kawasan Pecinan di Padang. Nama Cikang diadaptasi dari kedap kopi “Lee Chi Kwang”, milik warga keturunan Tionghoa.

Ivan mengatakan, konsep kuliner Padang Peranakan dihadirkan untuk membedakan dengan konsep restoran Padang pada umumnya.  Di sini pengunjung bisa menikmati kuliner khas Padang seperti Gulai Paku, Asam Padeh, Lamang Tapai, Rendang Kering Azizi, dan Katupek Sayur. ”Menu Padang Peranakan diwakiliki kwetiau dan dan Mie Alang Laweh,” tutur Ivan dalam jumpa pers pembukaan Cikang Resto, di Mall Puri Indah.cikang Resto

Ivan menjelaskan, Cikang Resto membidik konsumen segmen memengah atas berusia muda dan masyarakat Padang di Jakarta yang rindu akan suasana dan kuliner ranah Minang. Sebagai resto ala kafe rasanya kurang afdol tanpa sajian kopi.  Di sini pengunjung bisa menyeruput kopi Padang asli dengan jenis biji kopi yang persis sama dengan biji kopi yang digunakan Kedai Lee Ci Kwang asli di kawasan pecinan Pondok pada masa kolonial.

Untuk memperkuat sajian kopi, Cikang menggandeng  Tanamera Coffee.  Tanamera Coffee menyajikan 100% biji kopi Indonesia cita rasa khas Tanamera.  Tanamera Coffee pernah menyabet “Champion International Roaster”pada kompetisi internasional “Melbourne International Coffee Expo” (MICE) di tahun 2015 dan 2016.

“Cikang Resto hadir bukan hanya membawa keunikan kuliner Padang peranakan yang selama ini belum diketahui banyak orang, tapi juga berbagi kisah pembauran budaya dan makna toleransi yang layak kita jaga,” pungkas Dr. Ivan.

Tony Burhanudin

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.