Elemen Kunci dalam Pemasaran Viral

0
1960

Marketing.co.id- Pemasar dari banyak perusahaan terbesar menggunakan internet secara ekstensif untuk pemasaran viral. Ketika Procter & Gamble, GM, Pepsi, dan sebagian merek terbesar di dunia menggunakan internet, maka hal ini membuka pintu dan mengurangi anggapan tentang resiko.

Awalnya, istilah “pemasaran viral” diciptakan untuk menggambarkan praktik yang dilakukan oleh hotmail.com yang memasukan iklan ke dalam setiap pengiriman e-mail yang dikakukan penggunanya. Idenya adalah jika sebuah iklan diterima oleh pengguna yang mudah terpengaruh, maka pengguna itu akan “terinfekesi” (jadi pelanggan atau penganjur) dan kemudian dapat berlanjut untuk mengenfeksi pengguna lain yang mudah dipengaruhi. Selama setiap pengguna yang terinfeksi rata-rata mengirimkan e-mail kepada lebih dari satu pengguna lain yang juga mudah dipengaruhi, maka jumlah pengguna yang terinfeksi akan cepat berkembang.

Hotmail.com dikembangkan oleh Microsoft, dan merupakan salah satu layanan e-mail gratis pertama yang berbasis Web. Strateginya sederhana. Hotmail memberikan alamat e-mail dan layanan gratis yang diberi tag sederhana di bagian bawah setiap pesan gratis. “Get your private, free e-mail at http://www.hotmail.com.”  Orang kemudian, meneruskan e-mail ini kejaringan teman dan kenalan mereka, yang melihat pesan tersebut dan mendaftar layanan e-mail gratis untuk mereka sendiri. Hal ini membuat siklusnya tetap berjalan dan membuat terus bertambahnya lingkaran relasi, seperti batu krikil yang dengan cepat membuat riak di kolam.

Pemasaran viral memiliki beberapa elemen kunci:

1. Berikan produk atau layanan yang bernilai

Sebagian besar program pemasaran viral memberikan produk atau layanan yang bernilai untuk menarik perhatian. Pemasaran viral tidak langsung mendapatkan keuntungan, tetapi mereka mengetahui bahwa jika mereka dapat membangkitkan minat dari  sesuatu yang  “gratis” maka mereka akan mendapatkan keuntungan.

2. Pastkan kemudahan untuk melakukan transfer atau pengiriman untuk orang lain

Virus hanya menyebar ketika mudah ditularkan. Media yang membawa pesan pemasaran harus mudah ditransfer atau dikopi: misalnya e-mail, situs Web, atau software. Pemasaran viral akan berhasil jika dilakukan secara online, karene komunikasi instan itu mudah dan tidak mahal.

3. Berikan kesederhanaan

Pesan pemasaran selalu berhasil ketika pesan tersebut sederhana dan menarik. Pesan pemasaran viral haruslah cukup sederhana untuk dapat dikirimkan dengan mudah dan tidak menimbulkan kebingungan.

4. Manfaatkan motivasi orang lain

Kampanye pemasaran viral yang cerdas menyadari bahwa orang ingin terhubung, terlihat keren, popular, atau dimengerti. Hasilnya orang yang membuat weblogs dan meneruskan e-mail dan alamat Web. Maka, rancanglah sebuah strategi pemasaran yang membangun motivasi dan prilaku yang umum dalam prose pengiriman.

5. Gunakan jaringan yang sudah ada

Manusia adalah makhluk social, dan para pemasar jaringan telah sejak lama memahami kekuatan jaringan manusia, baik jaringan yang kuat dan akrab maupun hubungan dalam jaringan yang lebih lemah. Gunakan jaringan ini untuk mengkomunikasikan pesan.

6. Memanfaatkan sumber daya orang lain

Rencana pemaran viral yang kreatif menggunakan sumber daya orang lain untuk berkomunikasi. Misalnya, program-program afiliasi yang meletakan link teks atau grafis pada situs Web, sementara para penulis memberikan artikel gratis atau membuat weblink. (HN)

Dari buku 100 Bisnis Terhebat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.