Gali Customer Insight dengan Kejelian

0
9333

MARKETING.CO.ID – Seperti diketahui, pengertian market driving adalah kemampuan perusahaan untuk menciptakan, menggerakkan, dan mengedukasi pasar melalui sebuah produk yang dihasilkan. Namun, dalam pengertian produk tersebut, bukanlah berarti harus menghasilkan kategori baru. Memunculkan gairah baru dalam pasar—meskipun dalam satu kategori yang sudah ada—pun bisa dikatakan sebagai market driving.

Hal senada juga diutarakan pengamat marketing Ignas G. Sidik. Para marketer yang ingin menjadikan produknya sebagai market driving haruslah memiliki syarat-syarat khusus. Salah satunya adalah dengan mendengarkan dan mengamati konsumen. Namun, yang perlu diperhatikan adalah tidak memaksakan produk tersebut ke pasar.

“Uniknya, terkadang konsumen justru tidak mengetahui kebutuhan yang diperlukannya. Termasuk juga kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang. Nah, di sinilah peranan para marketer untuk menemukan produk atau jasa apa saja yang dibutuhkan oleh konsumen,” ucap Ignas.

Dia menambahkan, proses mendengar dan mengamati tersebut merupakan modal awal untuk mendapatkan customer insight. Tentunya, yang perlu dilakukan adalah mengumpulkan data-data yang memungkinkan untuk menciptakan, mengembangkan, dan mempertahankan konsumen yang ada.

Untuk itu, kejelian menjadi faktor paling krusial bagi para marketer. Maklum saja, hasil customer insight yang mendalam akan menentukan peluang-peluang bisnis yang ada. Namun, Ignas mengungkapkan, menjadi market driving tidaklah harus dimulai dengan sesuatu yang luar biasa dan baru. Sesuatu yang sederhana dan modifikasi yang sudah ada pun tidaklah menjadi masalah. Hanya saja, yang perlu diperhatikan adalah kualitas dari produk tersebut.

“Terkadang, unsur imajinasi dalam membuat produk dirasakan perlu. Sebut saja kemampuan Steve Jobs ketika menciptakan Apple. Tetapi ini bukanlah faktor wajib. Semua kembali lagi kepada marketer dalam kejelian melihat kondisi pasar dan kebutuhan konsumen. Jadi, mendapatkan customer insight yang akurat adalah sesuatu yang mutlak,” ujar dia.

Di Indonesia sendiri, sudah banyak perusahaan yang mampu menjadi market driving. Bahkan, hampir merata di semua kategori industri, termasuk pendidikan dan makanan. Sebut saja hadirnya sekolah-sekolah internasional. Kehadiran sekolah tersebut merupakan hasil pengamatan atas kebutuhan konsumen, sehingga secara otomatis membentuk pasar baru.

Tentunya, menurut Ignas, tidak mudah untuk membentuk pasar baru. Apalagi menggerakkan pasar tersebut. Ini dilihat dengan adanya kendala-kendala yang dihadapi oleh para marketer, yakni keterbatasan dalam melihat customer insight dari sudut pandang konsumen dan pasar itu sendiri. Sejatinya, konsumen tidak mengetahui kebutuhannya tanpa observasi dan riset yang dilakukan oleh marketer itu sendiri.

“Ada baiknya, perusahaan memiliki sumber daya manusia (SDM) yang khusus menggali customer insight. Rasanya, tak cukup bila hanya mengikuti langkah-langkah yang dilakukan kompetitor. Perlu diingat, kondisi pasar selalu berubah setiap waktu. Jika hanya mengikuti saja tanpa ada teori dan ilmu, perusahaan tidak akan mampu mengejar persaingan. Kalau sudah seperti itu, tak mungkin menjadi market driving,” ujar dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.