Groupon Indonesia: Biarkan Ide Melanglang Jauh

0
967

 

Indrasto Budisantoso_admediaSelain ingin mendekatkan diri dengan konsumen melalui kampanye offline, nyatanya Groupon Indonesia berupaya untuk meningkatkan awareness dan penjualan melalui ajang yang digagasnya.

Maraknya digital campaign ternyata tak menjadikan kampanye offline terabaikan begitu saja. Justru dengan adanya kampanye ini pemilik merek dan konsumen bisa saling mengenal lebih baik.

Konsumen pun dapat berinteraksi langsung dan mendapatkan pengalaman yang diberikan oleh pemilik merek. Terlebih jika kampanye offline tersebut melibatkan pihak lain untuk turut menyukseskan acara, misal sejumlah restoran berskala internasional.

Konsep inilah yang dilakukan oleh Groupon Indonesia dalam menjaring perhatian konsumen dengan menggelar kegiatan offline. Beberapa waktu lalu, sejumlah restoran di lima pusat perbelanjaan besar di Jakarta dihebohkan oleh ajang Groupon Boga Food Race 2013 yang digelar oleh Groupon Indonesia dan Boga Group.

Ini merupakan sebuah acara permainan realitas dengan peserta yang terdiri dari tim beranggotakan dua orang. Peserta berkompetisi menjelajahi pit stop dan melakukan tantangan berdasarkan petunjuk di tiap-tiap pit stop.

Selama hampir 12 jam, peserta tim ditantang untuk menyelesaikan beragam aktivitas seperti membuat macaroons tower di Bakerzin Central Park, membuat sushi di Sushi Tei Central Park, membuat xiao bao serta memakan dan menebak rasa di Paradise Dinasty Restaurant.

Selanjutnya, para peserta yang lolos dapat berpindah lokasi menuju Sushi Kiosk di Citraland untuk mewarnai ikon Sushi Kiosk, dan banyak tantangan serta lokasi yang harus  mereka kunjungi. Sedangkan pada tahap akhir untuk menentukan pemenang, peserta harus mencari trompet di atrium EX Plaza.

“Selama ini, kebanyakan perusahaan jasa dan pembelian online jarang memiliki aktivitas secara offline. Melalui Groupon Boga Food Race, kami ingin mengenal lebih dekat konsumen sekaligus memberikan wadah berinteraksi antara Grouponers, sebutan konsumen Groupon, melalui aktivitas dengan format yang unik dan menarik. Jadi, kalau selama ini interaksi terjadi secara maya melalui online, tentunya dengan kegiatan ini interaksi dapat terjalin secara langsung dan nyata,” kata Indrasto Budisantoso, CEO Groupon Indonesia.

Dia menjelaskan, sebagai perusahaan multinasional, pasti ada standar yang harus diikuti dalam setiap kegiatan public relations maupun marketing. Standar-standar tersebut bertujuan memastikan bahwa setiap kegiatan dilaksanakan dengan efektif serta memiliki kualitas yang baik.

Umumnya, ketika membuat sebuah program kampanye, faktor yang kali pertama dilihat adalah objektif yang ingin dicapai dalam program tersebut. Jika sudah jelas,semua tim yang terlibat dapat mengajukan ide dan pada akhirnya ide kreatif lah yang dipilih.

Adapun mekanisme Groupon Boga Food Race dimulai dari Central Park, Mal Taman Anggrek, dan Ciputra Mal. Setelah itu, akan berlanjut ke Lotte Shoping Avenue, berakhir di Plaza Indonesia dan EX Plaza.

Hanya akan ada 3 tim dengan 6 peserta yang menjadi pemenang. Para pemenang akan memperoleh beragam hadiah menarik, mulai dari liburan ke Bali, kamera dari Panasonic Lumix, Groupon Credit, voucher Boga Group, dan masih banyak lagi, dengan total nilai Rp 50 juta.

Indrasto menjelaskan, untuk acara tersebut, pihaknya bekerja sama dengan banyak merchant loyal Groupon. Salah satunya adalah Boga Group yang menjadi salah satu partner pertama sejak Groupon hadir di Indonesia.

Tak hanya itu, dukungan juga datang dari merchant lain, yakni Panasonic Lumix, beberapa hotel partner, dan lain-lain. Hasilnya, ajang ini pun berhasil memecahkan rekor MURI sebagai Kompetisi Petualangan Kuliner Pertama di Indonesia.

“Ketika berbicara segmen market yang disasar melalui ajang ini, pastinya kami memfokuskan diri pada segmen anak muda dan terutama Grouponers. Dari hasil pendaftaran peserta, kami berhasil menjaring 10 ribu orang selama satu minggu dan rata-rata peserta berusia antara 1627 tahun. Seleksi peserta pun disesuaikan dengan karakter konsumen tersebut, sehingga kami memutuskan tahapan seleksi melalui trivia quiz dan photo contest,” jelas dia.

Indrasto juga memaparkan bahwa selain mendekatkan konsumen kepada Groupon, kampanye ini juga bertujuan mendekatkan konsumen kepada jaringan restoran yang ada di Boga Group.

Terlihat ajang yang digelar pada 30 November 2013 lalu ini mendapat animo yang tinggi dari peserta dan pengunjung. Maka tak tertutup kemungkinan jika Groupon akan mengembangkan ajang ini menjadi besar, unik, dan lebih kreatif di masa mendatang.

Namun, ketika disinggung mengenai kisaran biaya yang digelontorkan untuk menyukseskan ajang tersebut, Indrasto enggan memaparkan secara rinci. Menurut dia, besaran biaya bukanlah menjadi target ataupun alasan Groupon menggagas acara ini.

“Melalui Groupon Boga Food Race, kami berfokus pada aktivitas offline untuk konsumen. Selain itu, kembali lagi untuk mendekatkan diri dengan mereka,” tegasnya.

Dia juga mengharapkan, dengan besarnya animo dan interaksi Grouponers dalam ajang ini, ikatan emosional pihak Groupon maupun para partner akan terjalin lebih erat lagi. Hingga dapat dipastikan, kampanye offline seperti Groupon Boga Food Race bisa meningkatkan awareness maupun penjualan, baik secara langsung ataupun tidak.

Oleh karena itu, penting bagi Groupon untuk menciptakan kampanye yang unik dan tidak biasa agar ide yang dibuat bisa melanglang jauh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.