Hadang Omicron dengan Percepat Vaksinasi dan Tetap Tegakkan Prokes

0
710

kominfo 2022
Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) – KPCPEN, bertema “Mulai Tahun Baru dengan Kebiasaan Baru”, Selasa (28/12/2021).

Marketing.co.id – Berita Marketing | Penemuan 1 kasus transmisi lokal Omicron, membuat tingkat kewaspadaan meningkat, sehingga setiap pihak diharapkan lebih berhati-hati. Jelang akhir 2021, meski tidak terjadi lonjakan kasus di tanah air, namun pemerintah tetap mengimbau masyarakat menegakkan protokol kesehatan (Prokes) serta mengikuti vaksinasi.
Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas COVID-19 – Sonny Harry B Harmadi dalam Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) – KPCPEN, bertema “Mulai Tahun Baru dengan Kebiasaan Baru”, Selasa (28/12/2021).
“Belajar dari beberapa negara yang terjadi lonjakan kasus (Omicron), cenderung terjadi penyebaran lebih cepat dari varian Delta meski tingkat keparahan lebih ringan,” ujar Sonny seraya menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. “Hanya masyarakat harus paham bahwa ada risiko varian Omricron yang lebih menular,” tegasnya.
Untuk itu, Sonny mengingatkan bahwa Prokes masih harus tetap ditegakkan. Ia mengakui, kepatuhan Prokes sempat turun pada bulan November hingga minggu kedua Desember. Namun minggu ketiga dan keempat, sudah kembali membaik.
Guna mendorong pelaksanaan Prokes, tutur Sonny, dilaksanakan kolaborasi berjenjang. Yakni dari Satgas dan pemerintah pusat, kemudian satgas daerah, seterusnya adalah posko desa, serta satgas institusi yang berperan memastikan penggunaan PeduliLindungi dan penerapan Prokes oleh masyarakat. “Edukasi juga terus dilakukan melalui berbagai media, juga melalui duta perubahan perilaku di lapangan yang kini telah mencapai 143 ribu orang,” lanjut Sonny.
Untuk akhir tahun, kata Sonny, sudah ada aturan dari pemerintah. Di antaranya, pembatasan kapasitas dan jam buka mall atau tempat wisata, pelarangan acara tahun baru, juga anjuran bahwa sebaiknya perayaan tahun baru dilakukan di rumah. “Kami juga sudah siapkan buku saku tentang tanya jawab kebijakan pemerintah terkait Nataru ini,” tuturnya.
Selain menaati aturan-aturan tersebut, Sonny menegaskan, terdapat 9 langkah yang perlu diperhatikan: pakai masker dengan benar, jaga jarak, cuci tangan, pastikan ventilasi udara, hindari tempat ramai tertutup, jaga etika batuk kersin, hindari sentuh mata hidung mulut bila tangan tidak bersih, vaksinasi, dan batasi mobilitas.
Kesempatan yang sama, Campaign Director Gerakan Pakai Masker, Grace Hananta mengakui bahwa meski Prokes sudah semakin baik namun tentu saja ada tantangan tersendiri dalam penerapan Prokes yang terus-menerus. “Karena itu semua kader selalu diaktifkan untuk menggaungkan dan mencontohkan Prokes di tengah masyarakat,” tuturnya.
Ia juga menekankan hal lain, bahwa sekarang tantangannya bukan hanya pakai masker tapi juga menyempurnakan proteksi dengan cuci tangan dan jaga jarak. Jaga jarak, ujarnya, sangat terbantu oleh aplikasi PeduliLindungi, karena kita dapat mengetahui berapa orang yang ada di suatu tempat. “Kalau memang ramai, ya sebaiknya berganti tempat,” tegasnya.
Untuk 2022, Grace yang juga seorang dokter itu menerangkan, masker ganda masih relevan, karena membuat masker terpasang lebih rapat sehingga meningkatkan proteksinya.
Tren COVID-19 memang kasusnya menurun, kata Grace, tapi kita masih belum terbebas. “Memang sudah membaik, tapi semangat Prokes dan vaksin lengkap, termasuk mengajak orang lain melaksanakannya, menjadi satu hal yang harus terus dijalankan,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.